KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanDisiplin Prokes Jangan Kendor Kekuatan Covid-19 Varian Delta Disebut 2,5 Kali Lebih Berbahaya oleh : Danny Melani Butarbutar
22-Jun-2021, 12:51 WIB


 
  KabarIndonesia - Hai, apa kabarmu? Semoga kabarmu baik karena kondisi kesehatan dan imunitas yang terjaga di tengah ancaman kesehatan yang tidak surut karena pandemi.

Seperti dikhawatirkan sebelumnya, kasus positif Covid-19 meningkat tajam setelah libur lebaran sepanjang Mei 2021 dan
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA






 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
CARA MENINGKATKAN KHARISMA ! 12 Mei 2021 10:22 WIB


 
 
LINGKUNGAN HIDUP

DPRD Samosir Rapat Dengar Pendapat dengan Forum Dinamika Samosir Terkait Usaha Pertambangan Galian C
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 05-Jun-2021, 03:56:11 WIB

KabarIndonesia - Untuk mewujudkan tugas dan fungsinya sebagai penampung dan penyalur aspirasi masyarakat, DPRD Samosir menggelar rapat dengar pendapat dengan Forum Dinamika Samosir, Rabu (2/6/2021), di ruang rapat DPRD Samosir.

Gelar dengar pendapat ini diagendakan untuk membahas keberadaan Stone Crusher atau mesin pemecah batu milik perusahaan swasta penambang galian C yang beroperasi di Silimalombu Kecamatan Onan Runggu dan Binanga Guluan Kecamatan Palipi.

Agustan Situmorang selaku juru bicara Forum Dinamika Samosir, menyampaikan beberapa pokok pembahasan diantaranya bahwa informasi tentang benar tidak adanya izin prinsip atas keberadaan stone crusher di Silimalombu, serta pergeseran lokasi tambang di Binanga Guluan.

"Bahwa lokasi stone crusher di Silimalombu berada di sempadan Danau Toba sehingga mengakibatkan terjadinya pengrusakan/pencemaran air Danau Toba, dan dikuatirkan akan timbulnya bencana tanah longsor,” ucap Agustan.

Agustan juga mengatakan pertambangan galian C di Desa Silimalombu dianggap izin dan pelaksanaannya tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di NKRI.

“Kegiatan penambangan yang dilakukan CV Pembangunan Nada Jaya ditemukan sejumlah penyimpangan dan tidak sesuai dengan WIUP [Wilayah Izin Usaha Pertambangan] di mana CV Pembangunan Nada Jaya telah melakukan operasi penambangan di luar lokasi yang diizinkan,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam proses penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) telah melanggar Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) Nomor 1095 K/30/MEM Tahun 2014 tentang Penetapan Wilayah Pertambangan Pulau Sumatera.

Menurut Agustan yang juga mantan ASN ini, dalam keputusan tersebut telah dinyatakan bahwa kabupaten Samosir termasuk dalam zona putih, artinya tidak ada wilayah yang diperbolehkan untuk usaha pertambangan.

Kemudian mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2014, menjelaskan bahwa wilayah yang dieksploitasi oleh CV Pembangunan Nada Jaya berada pada kawasan lindung dan seharusnya wajib memiliki analisis dampak lingkungan hidup, sedangkan CV Pembangunan Nadajaya hanya memiliki Dokumen UKL-UPL.

Hal yang sama dikatakan, bahwa Binanga Guluan adalah sempadan sungai dan dekat dengan persawahan warga. Binanga Guluan adalah area zona putih.

Mendengar penjelasan Agustan Situmorang selaku juru bicara Forum Dinamika Samosir. pimpinan rapat Wakil Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon mengatakan akan menindak lanjuti dengan mengundang Organisasi Perangkat Daerah OPD) terkait dengan usaha-usaha galian C.

“Terhadap usaha yang tidak memiliki legalitas akan disarankan ke Pemerintah Kabupaten Samosir untuk dilakukan tindakan tegas,” tandas Nasip Simbolon.

Ia juga menghimbau masyarakat Kabupaten Samosir untuk patuh aturan dalam pengurusan-pengurusan izin usaha.

“Untuk tindak lanjut rapat ini maka akan mengagendakan rapat dengar pendapat berikutnya dengan mengundang dinas terkait dan juga Forum Dinamika Samosir,” ujar Nasip Simbolon sembari menutup rapat.

Usai dengar pendapat, beberapa orang anggota DPRD yang hadir menyatakan bahwa pada tahun 2017 lalu masalah kehadiran Stone Cruisher di Silimalombu sudah pernah dibicarakan dalam rapat dengar pendapat DPRD, namun ketika itu tertunda karena ada pihak-pihak yang membuat keributan.

Dalam RDP tersebut selain anggota DPRD,Sekwan dan tenaga ahli Fraksi Nasdem DPRD, dari Forum Dinamika Samosir turut hadir mendampingi Agustan Situmorang antara lain Hayun Gultom, Saut Limbong, dan Panal Limbong SH.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Majelis Rakyat Papua Didukung PGI 13 Jun 2021 04:31 WIB


 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia