KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanDisiplin Prokes Jangan Kendor Kekuatan Covid-19 Varian Delta Disebut 2,5 Kali Lebih Berbahaya oleh : Danny Melani Butarbutar
22-Jun-2021, 12:51 WIB


 
  KabarIndonesia - Hai, apa kabarmu? Semoga kabarmu baik karena kondisi kesehatan dan imunitas yang terjaga di tengah ancaman kesehatan yang tidak surut karena pandemi.

Seperti dikhawatirkan sebelumnya, kasus positif Covid-19 meningkat tajam setelah libur lebaran sepanjang Mei 2021 dan
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA











 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
CARA MENINGKATKAN KHARISMA ! 12 Mei 2021 10:22 WIB


 
 
KESEHATAN

Vaksinasi Covid-19: Syarat Penerima dan 16 Pertanyaan Petugas
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 13-Jan-2021, 14:33:42 WIB

KabarIndonesia – Vaksinasi Covid-19 telah dimulai hari ini, Rabu (13/1/2021) menggunakan vaksin Sinovac. Presiden Joko Widodo menerima suntikan perdana di Istana Negara, diikuti para pejabat negara dan tokoh masyarakat lainnya.

Berbagai informasi yang dikumpulkan, vaksin ini akan disebar/disuntikkan ke warga masyarakat, namun ada beberapa hal yang bisa membuat vaksin ini gagal diberikan.

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor Hk.02.02/4/ 1 /2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Khusus untuk Vaksin Sinovac berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), ada beberapa ketentuan yang membuat vaksin Sinovac tidak bisa diberikan, yakni:

Pertama, vaksin Sinovac tidak bisa diberikan apabila terdapat perkembangan terbaru terkait pemberian pada komorbid untuk vaksin Sinovac dan/atau untuk jenis vaksin lainnya yang akan ditentukan kemudian.

Kedua, apabila berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam di atas 37,5 derajat celcius, vaksinasi akan ditunda sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita Covid-19 dan dilakukan skrining ulang pada saat kunjungan berikutnya.

Ketiga, apabila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapatkan hasil lebih dari dan sama dengan 140/90, vaksinasi tidak diberikan.

Keempat, jika terdapat jawaban Ya pada salah satu pertanyaan skrining vaksinasi pada nomor 1 – 13, maka vaksinasi tidak diberikan.

Pertanyaan meliputi apakah penerima vaksin pernah terkena Covid-19, hamil atau menyusui, kontak erat dengan pasien Covid-19, alergi berat, memiliki komorbid jantung, ginjal, autoimun, hipertiroid, dan penyakit saluran pencernaan kronis.

Untuk pertanyaan nomor 14 tentang penderita Diabetes Melitus, apabila penderita Diabetes Melitus tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen, maka masih dapat diberikan vaksinasi.

Sementara, untuk pertanyaan nomor 15, bila menderita HIV, tanyakan angka CD4 nya. Bila angka CD4 di bawah 200 atau tidak diketahui, vaksin dapat diberikan.

Kemudian, pada pertanyaan nomor 16 tentang penderita TBC, vaksinasi akan ditunda sampai kondisi penerima vaksin terkontrol baik. Untuk pasien TBC dalam pengobatan masih bisa menerima vaksin setelah dua pekan mendapat obat antituberkulosis.

Sebagaimana telah dusebutkan, bahwa sebelum seseorang mendapatkan vaksinasi Covid-19, petugas kesehatan nanti akan memberikan sekitar 16 pertanyaan.

Ke enam belas pertanyaan tersebut diajukan sebagai bagian dari aturan dan petunjuk teknis vaksinasi Covid-19 yang harus diikuti. Hal ini diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No hk.02.02/4/1/2021 tentang petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid 19.

Nantinya, dari jawaban pertanyaan tersebut dapat diambil kesimpulan Anda layak divaksinasi (lanjut), ditunda, atau tidak diberikan vaksin.

Pelayanan vaksinasi akan melewati 4 meja pelayanan. Sebelum menuju meja 3 untuk vaksinasi, petugas akan melakukan verifikasi, pemeriksaan kesehatan, dan mengajukan sejumlah pertanyaan.

Berikut 16 pertanyaan yang akan diajukan petugas vaksinasi.

1. Apakah Anda pernah terkonfirmasi menderita Covid-19?
2. Apakah Anda sedang hamil atau menyusui?
3. Apakah Anda mengalami gejala ISPA seperti batu/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir?
4. Apakah ada anggota keluarga serumah yang kontak erat/suspek/konfirmasi/sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19?
5. Apakah Anda memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya? (Pertanyaan untuk vaksinasi ke-2).
6. Apakah Anda sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah?
7. Apakah Anda menderita penyakit jantung (gagal jantung/penyakit jantung coroner)?
8. Apakah Anda menderita penyakit autoimun sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya)?
9. Apakah Anda menderita penyakit ginjal? (Penyakit ginjal kronis/sedang menjalani hemodialysis/dialysis peritoneal/transplantasi ginjal/sindroma nefrotik dengan kortikosteroid)?
10. Apakah Anda menderita penyakit reumatik autoimun/rhematoid arthritis?
11. Apakah Anda menderita penyakit saluran pencernaan kronis?
12. Apakah Anda menderita penyakit hipertiroid/hipotiroid karena autoimun?
13. Apakah Anda menderita kanker, kelainan darah, imunokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi?
14. Apakah Anda menderita penyakit diabetes melitus
16. Apakah Anda memiliki penyakit paru (asma, PPOK, TBC)?

Setelah menjawab ke 16 pertanyaan itu, petugas akan mencetak kartu vaksinasi elektronik melalui aplikasi Pcare Vaksinasi. Kartu tersebut ditandatangani dan diberi stempel, lalu diberikan kepada sasaran sebagai bukti bahwa sasaran telah divaksinasi.

Kemudian petugas mempersilahkan penerima vaksin untuk menunggu selama 30 menit di ruang observasi dan diberikan penyuluhan serta media KIE tentang pencegahan Covid-19 melalui 3M dan vaksinasi Covid 19.
Setelah selesai mengikuti proses vaksinasi, diperbolehkan kembali ke rumah dan penerima vaksinasi disarankan tidak bepergian ke luar kota setelah menerima vaksin.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Majelis Rakyat Papua Didukung PGI 13 Jun 2021 04:31 WIB


 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia