KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanGrab Bersatu Bersama 23 Merek Favorit, Galang Bantuan Penanganan Pandemi oleh : Wahyu Ari Wicaksono
02-Aug-2021, 10:00 WIB


 
 
KabarIndonesia – Memasuki bulan perayaan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Grab, yang dikenal sebagai aplikasi super terkemuka di Asia Tenggara, berkolaborasi dengan 23 Merek favorit nasional, menggagas kampanye kepedulian dengan tajuk: BERSATU Untuk Indonesia.  Kampanye kepedulian ini bertujuan untuk membantu
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
CARA MENINGKATKAN KHARISMA ! 12 Mei 2021 10:22 WIB

 
 
KESEHATAN

Pasien Terinfeksi Covid-19 di Indonesia per 17 Juli 2021 Mencapai 2.832.755 Orang
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 17-Jul-2021, 14:29:36 WIB

KabarIndonesia,  - Jakarta, Pemerintah Indonesia hingga hari ini Sabtu (17/7/2021) pukul 12.00 WIB mencatat ada 239.294 suspek terkait virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Informasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 diperoleh melalui data yang dapat diakses publik di situs Covid19.go.id dan Kemkes.go.id.

Dalam data yang sama menunjukkan penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 51.952 orang dalam 24 jam terakhir. Penambahan tersebut menyebabkan pasien yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia mencapai 2.832.755 orang, terhitung sejak kasus perdana diumumkan 2 Maret lalu. Sementara itu, pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 pun bertambah sebanyak 27.903 orang.

Dengan demikian, total pasien yang sembuh dari Covid-19 berjumlah 2.232.394 orang, pasien yang meninggal (tutup usia) akibat Covid-19 bertambah 1.092 orang dalam 24 jam terakhir. Sehingga, total pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 kini berjumlah 72.489 orang.
Lebih lanjut diinformasikan, terdapat 510 kabupaten/kota yang terpapar Covid-19 di 34 provinsi.

Diberitakan bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), suspek merupakan istilah pengganti untuk pasien dalam pengawasan (PDP).

Seseorang disebut suspek Covid-19 jika mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

Istilah suspek juga merujuk pada orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19. Bisa juga, orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Kenaikan Angka Kasus Covid-19 Sejalan dengan Naiknya Testing Harian

Menurut Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, bahwa kasus corona yang terkonfirmasi di Indonesia terus meningkat dan mayoritas penularan terjadi di Pulau Jawa.

“Kalau kita lihat dari 34 provinsi, kenaikan kasus terjadi di 13 provinsi. Memang yang 11 provinsi itu menurun, yang lain cenderung angkanya lebih sama dengan 1 hari sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (17/7).

Menurutnya, kenaikan angka kasus ini merupakan salah satu dampak dari usaha pemerintah menaikkan angka testing harian.

“Jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya, positivity rate menurun dan ini sejalan dengan jumlah testing yang dilakukan. Jumlah orang yang dilakukan tes sudah sampai 182.000 orang. Di sisi lain tentunya dilihat kasus sembuh sebanyak 19.000. Ini juga naik dibandingkan sehari sebelumnya,” terangnya.

Ia menjelaskan, jika dilihat jumlah kasus yang ditemukan, hampir 3-4 kali lipat dibandingkan puncak kasus yang ditemukan pada Desember 2020 dan Januari 2021 lalu. Artinya, saat ini jumlah testing memang ditingkatkan dan pada Desember 2020 dan Januari 2021 memang masih terbatas pada penggunaan seperti rapid test antigen untuk diagnosis atau mendeteksi orang yang sakit.

“Saat ini dengan kombinasi pemeriksaan menggunakan PCR dan rapid antigen, kita bertujuan agar dapat segera menemukan orang sakit supaya kemudian bisa dipisahkan dari orang yang sehat, sehingga tidak ada penularan lagi pada orang di sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI), Dr. Hermawan Saputra menilai wajar terjadi peningkatan angka positif seiring dengan dilakukannya peningkatan testing dan kapasitas testing memang harus terus ditingkatkan.

“Jadi sekarang kasus aktif kita berdasarkan data ada 480 ribu lebih dan kasus suspect-nya lebih dari 200 ribu. Jadi kurang lebih ada 680 ribu yang jumlahnya probable to case sebenarnya.

Oleh karena itu memang target kita untuk testing ini harus terus ditingkatkan dan bahkan sebenarnya idealnya 900 ribu-1 juta testing per hari. Namun demikian memang setuju upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini sudah luar biasa. Ada perkembangan dan progres dari hari ke hari,” tutur dia.

Dr. Hermawan menambahkan bahwa peningkatan angka testing ini akan menyebabkan temuan banyak kasus positif COVID-19, tetapi hal itu penting dan harus dilakukan.

“Jangan khawatir jika didapatkan angka kenaikan yang tiap hari memecahkan rekor. Kenaikan kasus akibat dari angka testing tinggi ini sebenarnya bagus untuk mitigasi risiko agar kita bisa memiliki perencanaan yang lebih baik untuk mempercepat penanganan dan menghindari kematian yang lebih besar. Itu yang paling penting,” katanya.

Jumlah Vaksinasi Covid-19 menjadi 1.039.816 dosis ke-1, 277.126 dosis ke-2

Menurut data Kemenkes melalui laman www.kemkes.go.id yang dikutip Kompas.com dan data Satgas Covid-19 (Covid-19.go.id) meng-update data vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Total penambahan vaksinasi pada Sabtu (17/7) mencapai 1.316.942, terdiri dari vaksinasi pertama dan vaksinasi kedua.

Angka vaksinasi pertama di Indonesia bertambah 1.039.816, sehingga dengan penambahan itu, jumlah masyarakat yang sudah disuntik (vaksinasi) pertama sudah mencapai 41.268.627 orang atau 19,82 persen. Adapun masyarakat yang divaksin yakni dari kalangan tenaga kesehatan, petugas publik, lansia, masyarakat rentan, masyarakat umum dan anak usia 12-17 tahun.

Sedangkan penambahan data vaksinasi kedua sebanyak 277.126. Berarti total jumlah vaksinasi kedua di Indonesia mencapai 16.217.855 atau 7,79 persen. Vaksinasi pertama adalah vaksinasi dosis pertama, sedangkan vaksinasi kedua adalah vaksinasi dosis kedua.

Sebagai catatan, pemerintah Indonesia memasang target sasaran total vaksinasi Covid-19 sebanyak 208.265.720. Adapun sasaran pada tahap pertama untuk tenaga kesehatan yakni sebanyak 1.468.764 orang. Saat ini, sebanyak 1.584.016 orang tenaga kesehatan sudah divaksin dosis pertama dan 1.437.497 orang telah disuntik dosis kedua.

Kemudian, sasaran pada tahap kedua untuk petugas publik sebanyak 17.327.167 orang, dan tercatat sebanyak 22.796.359 orang petugas publik sudah divaksinasi dosis pertama dan 9.424.090 orang telah disuntik vaksin dosis kedua. Sebanyak 2.179.194 guru dan tenaga pendidik yang divaksinasi dosis pertama dan 1.620.359 orang disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.

Adapun, sasaran vaksinasi untuk lansia sebanyak 21.553.118 orang, dan sejumlah 5.218.972 orang lansia telah divaksinasi dosis pertama dan 3.217.057 orang disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.

Dalam data yang sama, sasaran vaksinasi untuk masyarakat rentan dan umum sebanyak 141.211.181 orang. Hingga saat ini, sebanyak 11.248.008 orang yang sudah divaksinasi dosis pertama dan 2.139.182 orang yang disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.

Terakhir, sasaran vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun sebanyak 26.705.490 orang, dan 421.272 orang diantaranya sudah disuntik tahap pertama dan belum ada satu orang pun yang mendapatkan dosis kedua.

Pihak Kemenkes dan Satgas Covid-19 menyampaikan bahwa Vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis kepada setiap orang dan penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali. Hal itu dilakukan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Majelis Rakyat Papua Didukung PGI 13 Jun 2021 04:31 WIB

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia