KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanGrab Bersatu Bersama 23 Merek Favorit, Galang Bantuan Penanganan Pandemi oleh : Wahyu Ari Wicaksono
02-Aug-2021, 10:00 WIB


 
 
KabarIndonesia – Memasuki bulan perayaan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Grab, yang dikenal sebagai aplikasi super terkemuka di Asia Tenggara, berkolaborasi dengan 23 Merek favorit nasional, menggagas kampanye kepedulian dengan tajuk: BERSATU Untuk Indonesia.  Kampanye kepedulian ini bertujuan untuk membantu
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
CARA MENINGKATKAN KHARISMA ! 12 Mei 2021 10:22 WIB

 
 
KESEHATAN

Kemenkes: OTG Corona Cukup Isoman 10 Hari, Setelahnya Tak Perlu PCR
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 10-Feb-2021, 08:03:05 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Siti Nadia, menegaskan pasien corona tanpa gejala atau OTG tidak memerlukan perawatan intensif di rumah sakit atau fasyankes lainnya. Ia menjelaskan, isolasi mandiri selama 10 hari ditambah 3 hari berikutnya sudah cukup bagi mereka yang dinyatakan positif tanpa gejala. Pemeriksaan melalui PCR atau rapid antigen juga tak diwajibkan lagi setelah selesai isolasi mandiri.

"Kembali ke protokol kita, kalau seseorang dinyatakan positif tidak ada gejala atau gejala ringan, dia cukup melakukan isoman 10 hari. Kemudian kalau ada gejala ringan, isolasi 10 hari ditambah 3 hari bebas gejala, setelah itu tidak perlu pemeriksaan PCR atau antigen lagi dan ini masih berlaku," jelas Nadia dalam keterangannya, Rabu (10/2).

Seperti dikutip kumparan.com, Nadia mengatakan langkah itu diambil untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan COVID-19. Nantinya, rumah sakit rujukan hanya akan ditujukan bagi mereka yang memiliki gejala sedang hingga berat, sehingga penanganan pasien akan lebih maksimal dan beban rumah sakit dapat dikurangi separuhnya.

"Pada kasus-kasus bergejala sedang, berat, atau membutuhkan intensif tentunya selain pemeriksaan antigen akan dilanjutkan dengan swab PCR. Penanganannya sudah lebih di RS pada tingkat rujukan. Kalau yang kita lakukan sekarang penanganannya lebih kepada tingkat primer, di mana kasus yang tidak bergejala dan ringan segera kita tangkap dan bisa isoman," jelasnya.

Namun jika fasilitas di rumah tak memungkinkan bagi pasien untuk isolasi mandiri, Kemenkes bersama pemda telah menyiapkan fasilitas isolasi, seperti hotel yang disewa untuk dimanfaatkan sebagai lokasi isolasi terpusat. "Kalau tak memungkinkan dilakukan isolasi terpusat," tuturnya.

Menurut Nadia, strategi ini cukup efektif untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan. Nadia pun mengajak tenaga kesehatan di tingkat kelurahan hingga RT/RW mengambil peranan untuk memastikan proses isolasi mandiri yang dijalani pasien di rumah berjalan maksimal.

"Ini jadi bagian strategi selain penguatan testing dan tracing kita juga penguatan isoman. Isoman ini kembali lagi bersama kader kesehatan, Satgas COVID-19 di tingkat lurah, desa, dan RT dan RW untuk membantu masyarakat melakukan isoman. Jadi ini yang kita bisa lakukan," kata Nadia.

"Artinya penguatan isolasi mandiri di rumah atau terpusat dan penguatan keluarga sebagai ketahanan keluarga itu harus kita lakukan. kita kerja sama dengan kader kesehatan, babinsa dan ibu-ibu PKK," tutupnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Majelis Rakyat Papua Didukung PGI 13 Jun 2021 04:31 WIB

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia