KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanGrab Bersatu Bersama 23 Merek Favorit, Galang Bantuan Penanganan Pandemi oleh : Wahyu Ari Wicaksono
02-Aug-2021, 10:00 WIB


 
 
KabarIndonesia – Memasuki bulan perayaan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Grab, yang dikenal sebagai aplikasi super terkemuka di Asia Tenggara, berkolaborasi dengan 23 Merek favorit nasional, menggagas kampanye kepedulian dengan tajuk: BERSATU Untuk Indonesia.  Kampanye kepedulian ini bertujuan untuk membantu
selengkapnya....


 


 
BERITA KESEHATAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
CARA MENINGKATKAN KHARISMA ! 12 Mei 2021 10:22 WIB

 
 
KESEHATAN

Disiplin Prokes Jangan Kendor Kekuatan Covid-19 Varian Delta Disebut 2,5 Kali Lebih Berbahaya
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 22-Jun-2021, 12:51:37 WIB

KabarIndonesia - Hai, apa kabarmu? Semoga kabarmu baik karena kondisi kesehatan dan imunitas yang terjaga di tengah ancaman kesehatan yang tidak surut karena pandemi.

Seperti dikhawatirkan sebelumnya, kasus positif Covid-19 meningkat tajam setelah libur lebaran sepanjang Mei 2021 dan berangsur normalnya aktivitas masyarakat.

Selain peningkatan kasus yang menonjol di Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Jawa Timur, lonjakan kasus Covid-19 semakin banyak dilaporkan di berbagai daerah.

Jakarta menunjukkan tren peningkatan kasus yang besar. Jakarta menyumbang jumlah kasus positif cukup besar sehingga angka nasional mendekati angka di awal Januari 2021. 

Senin, (14/6/2021), ada penambahan 8.189 kasus baru. Dalam total kasus baru itu, Jakarta menambahkan 2.722 kasus positif atau sepertiganya. 

Meskipun sudah diprediksi, lonjakan jumlah kasus ini tetap saja mengkhawatirkan. Makin dekat lingkaran yang terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka adalah teman kerja, saudara atau anggota keluarga kita sendiri.

Lonjakan kasus jauh setelah lebaran adalah konfirmasi bahwa bukan lebaran yang menjadi penyebab, tetapi disiplin kita dalam menerapkan protokol kesehatan. Kendor.

Benar, kadang-kadang kita jenuh. Karena jenuh, kita lengah, abai dan kendor. Karena hal ini, Indonesia dalam ancaman menghadapi dua puncak kasus Covid-19 dalam waktu dekat.

Ilustrasi varian virus corona Delta. Varian ini pertama kali diidentifikasi di India, sebelumnya dinamai B.1.617.2(Shutterstock/angellodeco)

Puncak pertama diperkirakan terjadi akhir Juni hingga awal Juli 2021. Menurut Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, kondisi memuncak ini diperburuk dengan virus varian Alpha dari Inggris.

Varian Alpha ini membuat angka kesakitan cepat naik dan sekaligus menyebar cepat. Lonjakan kasus akhir-akhir ini didominasi varian Alpha.

Puncak kedua akan disebabkan varian Delta yang kemungkinan terjadi pada pertengahan atau akhir Juli. Karena berdekatan, diprediksi akan ada dua puncak kasus Covid-19 di Indonesia.

Varian Delta adalah varian virus corona yang ditemukan di India. Varian ini membawa tingkat kesakitan yang tinggi dan juga kematiannya.

Varian Delta memenuhi kriteria untuk disebut sebagai superstrain yaitu sangat cepat menular, menyebabkan keparahan sehingga menyebabkan banyak orang harus dirawat di rumah sakit.

Dibandingkan varian Aplha, kekuatan varian Delta disebut 2,5 kali lebih berbahaya. Varian Delta bisa menyiasati sistem imunitas mereka yang sudah divaksin. Mereka yang pernah positif dan sembuh bisa tertular lagi varian ini.

Mengingat bahayanya, varian Delta dapat menyebabkan ancaman epidemi di tengah pandemi. Buat kamu yang bingung dan tidak bisa membedakan endemi, epidemi dan pendemi coba klik link infografik ini.

Mengingat ancaman nyata dan makin berbahaya ini, sejumlah aktivitas yang mulai banyak saya lakukan selalu menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

Semoga demikian juga dengan kamu. Jenuh? Iya! Lelah? Iya.
Tetapi, protokol kesehatan cukup menyelamatkan. Protokol yang awal-awal kita laksanakan dengan terpaksa, semoga kini sudah menjadi kebiasaan baru.(Surel Wisnu Nugroho, editor Kompas)

 

Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Untuk pertemuan-pertemuan yang intens tak terhindarkan, tes usap wajib dilakukan sebagai syarat.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Majelis Rakyat Papua Didukung PGI 13 Jun 2021 04:31 WIB

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia