KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanGrab Bersatu Bersama 23 Merek Favorit, Galang Bantuan Penanganan Pandemi oleh : Wahyu Ari Wicaksono
02-Aug-2021, 10:00 WIB


 
 
KabarIndonesia – Memasuki bulan perayaan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Grab, yang dikenal sebagai aplikasi super terkemuka di Asia Tenggara, berkolaborasi dengan 23 Merek favorit nasional, menggagas kampanye kepedulian dengan tajuk: BERSATU Untuk Indonesia.  Kampanye kepedulian ini bertujuan untuk membantu
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
CARA MENINGKATKAN KHARISMA ! 12 Mei 2021 10:22 WIB

 
 
DAERAH

Danau Toba Waspada Gelombang Besar, Pohon Tumbang dan Kerusakan Bangunan Rumah.
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 19-Jul-2021, 16:02:43 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Dalam beberapa hari belakangan ini masyarakat kawasan Danau Toba, khususnya di kabupaten Samosir merasakan perubahan cuaca dari kondisi sejuk menjadi panas tidak merata.

Bahkan pantauan media ini, akibat angin kencang menyebabkan gelombang tinggi di Danau Toba (melanda seluruh wilayah Samosir yang berada ditengah danau). Gelombang danau Toba diperkirakan bertahan selama tiga atau empat hari kedepan.

Berkaitan dengan hal ini, Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG) Silangit menghimbau agar masyarakat sekitar Danau Toba waspada terhadap angin kencang yang mengakibatkan gelombang tinggi.

Forecaster BMKG Silangit Andreas Silitonga menjelaskan bahwa kenaikan gelombang Danau Toba  diperkirakan hingga empat hari ke depan.

"Kondisi ini diperkirakan akan terjadi pada tiga hingga empat hari ke depan. Mengingat kondisi musim sudah memasuki musim kemarau, maka potensi angin kencang akan lebih besar terjadi di kawasan Danau Toba," ujar Silitonga, Senin (19/7/2021) kepada awak media.

Ia menjelaskan aliran angin kencang disebabkan ada tekanan rendah di wilayah bagian Timur Pulau Sumatera.

"Angin kencang yang terjadi di kawasan Pulau Samosir dipicu oleh pergerakan aliran angin yang cukup masif. Penyebab angin kencang ini adanya pusat tekanan rendah di wilayah bagian timur pulau Sumatera," lanjutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa angin kencang tersebut terjadi di sebagian besar kawasan Danau Toba.

"Angin kencang ini terjadi hampir di sebagian besar wilayah kawasan Danau Toba," sambungnya.

"Dampak dari angin kencang ini adalah pohon-pohon Tumbang, kerusakan Infrastruktur, dan potensi gelombang tinggi di kawasan Danau Toba," lanjutnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap waspada akan gelombang tinggi Danau Toba.

"Himbauan untuk masyarakat khusus para nelayan dan pengguna kapal kayu untuk waspada terhadap gelombang tinggi yang ditimbulkan oleh angin kencang ini," ungkapnya.

"Sedangkan untuk pengguna jalan tetap waspada terhadap pohon tumbang dan kerusakan infrastuktur akibat angin kencang yang terjadi," pungkasnya. 

Sementara itu, berita yang dilansir dari berbagai media online di Samosir mengabarkan bahwa satu unit rumah milik Roita Sinaga (65) warga Desa Palipi, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, rata dengan tanah diterpa angin puting beliung bertiup dengan kencang, Senin (19/7/2021) dini hari sekira pukul 01.00.

Menurut Darwin Pandiangan, warga Desa Huta Dame, Kecamatan Palipi yang datang melihat kejadian, kondisi rumah yang baru saja selesai dibangun itu cukup parah.

"Rata dengan tanah lah. Padahal baru selesai dibangun dan baru seminggu yang lalu ditempati. Sementara pemilik rumah dalam kondisi stroke," papar Darwin.

Kepala Desa Palipi, Bilhem Sinaga dihubungi Gosumut, Senin (19/7) siang menjelaskan, pada saat kejadian ada 4 orang didalam rumah yang turut menjadi korban.

"Kejadiannya sekitar pukul 01.00 Wib. Ada angin puting beliung, mengangkat semua atapnya dan merobohkan rumahnya. Ada 4 orang yang jadi korban, mengalami luka ringan," kata Bilhem Sinaga.

Kepala desa Bilhem menyampaikan, ke empat korban telah dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan. Karena kondisinya hanya luka ringan, keempat korban sudah kembali ke desa.

Bilhem menjelaskan, dalam peristiwa ini terdapat 3 unit rumah warganya yang turut menjadi korban, namun yang cukup serius hanya rumah Roita Sinaga, warga dusun I, Desa Palipi. Selebihnya hanya menghantam beberapa atap rumah saja.

"Ada sekitar 3 unit rumah yang atapnya terbang. Namun yang parah hanya rumah ibu Roita Sinaga, " paparnya.

Pantauan media, gangguan lain akibat angin kencang, hingga berita ini diturunkan di beberapa desa, jaringan dan peralatan PLN juga alami kerusakan akibatkan listrik padam, dan petugas masih berupaya memperbaiki.

Data BMKG menyebutkan melalui publikasi online prakiraan cuaca 10 hari ke depan kelihatannya cuaca di kawasan danau Toba sekitar 28 s/ 31 derajat Celsius, sebagian berawan, dan sekitar tgl. 25-31 Juli disertai badai dan petir tidak merata.

Karenanya, pihak Pemerintah Daerah diharapkan dapat membuat hinbauan agar seluruh warga masyarakat lebih waspada dalam melakukan kegiatan, terutama pemakai alat transportasi di danau. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Majelis Rakyat Papua Didukung PGI 13 Jun 2021 04:31 WIB

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia