KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanDisiplin Prokes Jangan Kendor Kekuatan Covid-19 Varian Delta Disebut 2,5 Kali Lebih Berbahaya oleh : Danny Melani Butarbutar
22-Jun-2021, 12:51 WIB


 
  KabarIndonesia - Hai, apa kabarmu? Semoga kabarmu baik karena kondisi kesehatan dan imunitas yang terjaga di tengah ancaman kesehatan yang tidak surut karena pandemi.

Seperti dikhawatirkan sebelumnya, kasus positif Covid-19 meningkat tajam setelah libur lebaran sepanjang Mei 2021 dan
selengkapnya....


 


 
BERITA EKONOMI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
CARA MENINGKATKAN KHARISMA ! 12 Mei 2021 10:22 WIB


 

Investasi Reksa Dana Tidak Bebas Pajak

 
EKONOMI

Investasi Reksa Dana Tidak Bebas Pajak
Oleh : Setyo Sudirman | 25-Okt-2020, 14:34:03 WIB

KabarIndonesia - UU No 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan Pasal 4 Ayat 3 Huruf i menyatakan, "Yang dikecualikan dari objek pajak adalah bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif".

Tidak sedikit investor yang menganggap investasi reksa dana yang bukan objek pajak itu lantas bebas pajak. Anggapan ini muncul karena investor memang tidak terkena pajak secara langsung begitu memperoleh hasil penjualan reksa dananya. Lantas apakah faktanya demikian?

Karena ini hanya sebatas anggapan, tentu saja fakta akan mengatakan lain. Pada dasarnya statement "bebas pajak" itu tidak 100% benar, kendati saat menerima hasil penjualan reksa dana tidak dikenai pajak. Anggapan tidak dikenai pajak bukan berarti bebas pajak.

Pada dasarnya investor reksa dana dikenai pajak karena pemotongan dan pembayarannya dilakukan kolektif di portofolio reksa dana yang dikelola MI.

Nilai aktiva bersih yang diberikan kepada para investor pada dasarnya merupakan selisih dari keuntungan aset reksa dana dikurangi dengan biaya manajer investasi, bank kustodian, broker efek, pajak, dsb.

Pajak sebagaimana disebutkan di atas merupakan kewajiban yang harus dibayarkan oleh Manajer Investasi dalam pengelolaan suatu efek. Nah, karena pajak dibayarkan di tingkat portofolio makanya wajar manakala investor menerima hasil penjualan reksa dananya tidak lagi dikenai pajak penghasilan.

Sebagai contoh investasi reksa dana pasar uang investor yang dikelola Manajer Investasi dialokasikan 20% di instrumen deposito maka imbal hasil dari deposito sudah  nett setelah dikurangi 20% pajak deposito.

Alhasil, return yang didapatkan oleh para investor tersebut sudah nett setelah dikurangi pajak saat pengelolaan portofolio efek tersebut.

Nah, dengan tahu bahwa investasi reksa dana sebenarnya taat pajak, tentu kini bisa menikmati investasi reksa dana dengan tenang. Apalagi, saat ini investasi reksa dana sudah serba online dengan smartphone di genggaman tangan, semisal dengan aplikasi IPOT besutan Indo Premier Sekuritas, memungkinkan investasi reksa dana bisa dilakukan dengan cepat.

Terlebih, sebagai sarana investasi yang paling cocok untuk pemula, investasi reksa dana pun sudah sangat terjangkau. Investasi dengan modal awal Rp.100.000 saja kini sudah bisa dinikmati. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Majelis Rakyat Papua Didukung PGI 13 Jun 2021 04:31 WIB


 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia