KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilEyang Dokter dan Kemenangan Kehidupan oleh : Kabarindonesia
22-Mei-2019, 08:38 WIB


 
 
KabaIndonesia - Bagi sebagian besar orang, menulis narasi kehidupan dalam bentuk autobiografi adalah percuma dan membuang-buang waktu. Tidak sedikit pula orang yang menganggap bahwa hidup terlalu biasa untuk dituliskan menjadi sebuah autobiografi. Tidak ada yang menarik dalam kehidupan, begitulah anggapan
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenang Peristiwa 21 Mei 1998 22 Mei 2019 14:14 WIB

 
 
INTERNASIONAL

MPH PGI Sampaikan Keprihatinan dan Belasungkawa Atas Tragedi Colombo Sri Lanka
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 22-Apr-2019, 16:37:18 WIB

KabarIndonesia - Siang tadi, Senin (22/4), MPH-PGI mengunjungi Kedutaan Besar Sri Lanka di Jakarta, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan berupa rentetan bom bunuh diri di delapan tempat di Colombo, termasuk 3 gereja, di mana umat sedang merayakan Paskah, Minggu, 21 April 2019. Kejadian ini diperkirakan menewaskan lebih dari 290 orang dan melukai 500 orang. Demikian Sekjen PGI Pdt Gomar Gultom mengabarkan melalui akun facebooknya.

Lebih lanjut Pdt Gomar menyampaikan rombongan Majelis Pekerja Harian Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (MPH-PGI) diterima oleh Captain M.S.K Mahawatte, Counsellor/Defence dan stafnya.

Dalam kunjungan tersebut, pihak MPH PGI menyampaikan duka yang mendalam atas tragedi yang menimpa warga sipil di Sri Lanka dan berdoa bagi para korban dan keluarganya agar mendapat kekuatan, pemulihan serta keadilan. Juga disampaikan dukungan dan harapan agar pemerintahan Srilanka dapat segera menyelesaikan tuntas masalah ini.

Pada kesempatan kunjungan tersebut MPH-PGI menyerahkan surat belasungkawa untuk disampaikan kepada Pemerintah Srilanka. Adapun isi surat tersebut antara lain, “we express our deepest sympathy and heartfelt condolences to the families of the victims of bom attacks that hit three churches and three hotels in Sri Lanka in the midst of Easter celebration yesterday. May God comfort the bereaved families and strengthen the people of Sri Lanka in this difficult time. We remember in our prayers those who are injured, may they feel the presence of God and be healed. We also pray for the government of Sri Lanka, may God grant them wisdom to bring this matter to justice. Our thoughts and prayers are with all church leaders in Sri Lanka”.

Menurut Pdt Gomar Gultom, bahwa sebelumnya Ketua Umum PGI telah mengirimkan email kepada Gereja-gereja di Srilanka melalui Bishop Dhiloraj Canagasabey, Bishop Anglican Church of Sri Lanka, sebagai ungkapan solidaritas dari gereja-gereja di Indonesia.

Sementara itu tadi malam, beberapa jam setelah ledakan bom tersebut
Humas PGI juga telah mengeluarkan siaran pers. Selain menyampaikan belasungkawa bagi masyarakat Sri Lanka dan dukungan kepada pemerintah Sri Lanka untuk mengusut para pelaku serangan bom tersebut, PGI juga mengingatkan komunitas internasional untuk tidak mentolerir segala bentuk bentuk intoleransi dan kekerasan.

“Peristiwa seperti ini mengingatkan kita untuk tidak pernah mentolerir segala bentuk intoleransi dan kekerasan” tegas PGI dalam dalam siaran pers yang ditandatangani Kepala Humas PGI, Irma Riana Simanjuntak.

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dan media, banyak warga masyarakat dunia yang mengutuk dan sangat menyesalkan peristiwa ini. Betapa tidak, Sri Lanka negeri dengan penduduk yang sangat mencintai kehidupan dan kemanusiaan ini harus mendapat tragedi yang mengerikan dan menyesakkan dada. Apalagi terjadi pada suasana ibadah Paskah pula.

Kecintaan warga Srilanka atas kehidupan dan kemanusiaan ini ditunjukkan dengan kepeloporannya sebagai donor mata terbesar di dunia. Tak tanggung-tanggung, satu dari lima orang di Srilanka telah berkomitmen mendonasikan korneanya, kalau sudah meninggal.

Kepeloporan Hudson Silva, yang mendirikan Eye Donation Society pada 1961, sangat besar andilnya dalam hal ini. Maka tak heran kalau sejak 1964 negeri ini telah mendonasikan mata ke berbagai negara. Pada 2014 saja, Eye Donation Society telah mengekspor 2.551 kornea, termasuk 1000 ke Tiongkok, 850 ke Pakistan, 250 ke Thailand, dan 50 ke Jepang.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Persiapan Puasa Sahur Dahulu 19 Mei 2019 15:43 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia