Hubert Tanzil (14-Aug-2019, 05:06:24)
Pakar genetika asal Italia, Cavalli-Sforza (2000), membuktikan bahwa secara biologis, hanya ada satu ras manusia modern, yaitu Homo sapiens yang awalnya tinggal di Afrika. Sedangkan Arab, Tiongkok, India, dan Eropa telah bersilang di Nusantara. Jadi, jika kita memilih untuk saling mencela ke-Arab-araban, ke-China-Chinaan, atau ke-Jawa-jawaan’ sungguh kita mengingkari takdir Indonesia sendiri bahwa kita ini sdh dari awalnya memang beragam. Seharusnya kita BHINEKA TUNGGAL IKA !

Drs. Erwin Tan (13-Aug-2019, 13:04:29)
Isu pro Tiongkok yang diarahkan kepada Presiden Jokowi dikemas dengan bumbu politik identitas di belakangnya. Hal ini menguatkan fakta bahwa isu tersebut akan sangat seksi digunakan menjelang Pilpres 2019. Yang kelihatan terjadi di masyarakat adalah isu ini cenderung digeser ke persoalan SARA, terutama terhadap etnis Tionghoa – yang sering disebut sebagai ‘aseng’ dalam pidato-pidato kelompok tertentu. Apalagi, secara historis Tiongkok selalu diidentikan dengan komunisme. Hal ini melahirkan silogisme bahwa ‘pro Tiongkok’ berarti ‘pro komunias’. Padahal, saat ini Tiongkok telah menjadi salah satu negara kapitalis terbesar di dunia.


Hal :  1|