Drs. Ismail (25-Jun-2019, 05:25:33)
Gabungan antara aturan ruang dan waktu menjadikan seorang Muhammad mempunyai berat badan, mempunyai tinggi badan dan mempunyai umur alias tidak abadi. Dengan keterbatasan ini pula saya cenderung mengartikan isra sebagai perjalanan roh Nabi Muhammad. Kodrat manusia yang terkurung oleh ruang dan waktu mustahil melakukan perjalanan jauh dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa secepat kilat, kecuali dengan kekuatan / alat (sulthan). Mohon maaf bagi yang berbeda penafsiran tentang isra, disini saya mengabaikan campur tangan Tuhan dalam “membantu” Nabi Muhammad melakukan isra secara jasmani.

Putut Sudarsono (25-Jun-2019, 05:13:15)
Kami umat Kristen selalu mengawali doa kami dgn ucapan “Bapa kami yang ada di Surga’. Namun setelah sy membaca tulisan pak Tonny. Ternyata ungkapan ini tidak benar, sebab Tuhan tidak terikat oleh ruang maupun waktu. Jadi menurut pendapat sy kata yang tepat dan benar untuk Tuhan adalah: TUHAN ADA. TITIK

Lie Koen Som (24-Jun-2019, 16:08:08)
Satu artikel rohani yg sangat bijak dan sarat dgn makna. Tepat seperti yg seringkali Bpk uraikan bahwa Tuhan itu adalah Alpha & Omega. Seperti juga sang waktu yg selalu ada awal dan selalu ada akhir. Semuanya ini ditentukan oleh-Nya, karena waktu itu adalah milik-Nya. Kita hanya diberikan kebebasan untuk memanfaatkan sang waktu tsb.


Hal :  1|