Antok Agusta (09-Jun-2019, 08:06:40)
Bismillahirrohmanirrohim...assalamualaikum
Rupanya pak Tonny ini adalah seorang Guru Makrifat yg dikenal dengan istilah Mursyid adalah guru yang sudah mendapat amanah dan terpilih secara langsung atau tidak langsung untuk meneruskan ilmu makrifat kepada orang lain. Terpilihnya Pak Tonny menjadi Mursyid tentu karena Bpk telah memiliki syarat dan kriteria baik di mata Rabb-Nya (Tuhan) sehingga Bpk bisa dipilih untuk mewarisi ilmu tersebut agar disampaikan kepada kami. Oleh karennya, pengetahuan tentang Allah adalah pangkal kebahagiaan seorang hamba sedangkan ketidaktahuan tentang Allah merupakan pangkal penderitaan. Wasalam hormat dan takzim

Suster Suhartini (08-Jun-2019, 17:27:54)
Tulisan pak Tonny itu selalu menyejukan dan menimbulkan ketenangan maupun rasa dami. Dan tepat seperti yg apa yg Bpk tulis, bahwa kita ini semua sama. Ada banyak hal yang membuat kita semua sama, yaitu sama-sama diciptakan dari tanah, terlahir dari pasangan suami-isteri, memiliki bentuk tubuh yang sama. Biarpun dikotak-kotakkan ke dalam berbagai macam ragam agama, Tuhan tidak pernah menolak manusia mana pun yang perlu bantuanNya. Yang kita anggap Tuhan itu adalah Allah, bukan agama, bukan juga kitab suci. Banyak orang hari ini beragama namun sayangnya tidak mengerti tentang ber-Tuhan

Martahan Lumban (08-Jun-2019, 17:15:12)
Sy membaca artikel Bpk di dlm mobil. Pada saat dlm perjalanan pulang, karena macet. Disinilah sy baru bisa meng-Amin-kan apa yg Bpk tulis tsb. WE ARE ONE pada saat kita menghadapi kemacetan! Entah mobilnya apapun juga, entah jabatannya apapun juga, entah agamanya apapun juga, entah ras apapun juga kita semuanya menghadapi situasi yang sama. Dimana kita harus berhenti dan menunggu, karena macet! Yes we are one!

Drs, Aruli (08-Jun-2019, 11:47:35)
Tulisan Pak Tonny itu yg selalu “Keluar Dari Kotak” – OUT OF THE BOX - Pemikiran Normal! Tapi memang, pada kenyataannya, agama telah menjadi kotak bagi manusia. Kotak agar tidak memandang isi kotak yang lain, kotak untuk memandang manusia yang lain juga, dan kotak untuk menempatkan diri agar tidak bersinggungan dengan isi kotak yang lain. Dan bagi saya dikotak-kotakkan oleh orang lain tidak berarti sama sekali, asal bukan diambil dari kotak oleh Tuhan, lalu dibiarkan tergeletak, atau malah dibuang ke tempat sampah-Nya. Klotak!


Hal :  1|