Dr. Alfons Lie (15-Apr-2019, 18:25:30)
Apa yg pak Tonny paparkan disini adalah TEORI FISIKA QUANTUM yg menyatakan bahwa sebutir atom 99,9% terdiri dari ruang kosong. Bahkan tidak bisa dipungkiri pula, bahwa tata surya pun disusun dengan 99,9 persennya adalah kekosongan. Hal yg sama dinyatakan oleh Albert Eistein maupun Newton. Sehingga timbulah pertanyaan “Kesadaran kita seakan-akan melihat Allah, ataukah kita seakan-akan sedang dilihat Allah”. Kesadaran kita seakan-akan sedang melihat alam semesta, dan ataukah alam semesta sedang melihat kita.

Mukmim Amin (15-Apr-2019, 12:08:21)
Filsafat dari Pak Tonny itu benar-benar tokcer & benar 100 persen. Cobalah kita renungkan Allah melalui lafadz Bismillahirrahmanirrahim. Dalam lafadz itu, diawali dengan huruf ba’. Anda tahu ada apa dengan huruf ba’. Huruf ba’ berbentuk titik di bawah suatu garis lengkung yang ada di atasnya adalah ruang kosong. Hal ini bermakna tiga hal: 1. Titik adalah manusia 2. Garis adalah alam semesta 3. Ruang kosong adalah Allah SWT. Lebih besar manakah antara Ruang kosong dengan titik dan garis. Tentu ruang kosong ‘kan ? nah itulah mengapa Allah disebut Maha Besar. Lalu setelah huruf ba’ adalah ismi dan Allah lalu Arrahman Arrahim. Maksudnya Allah itu bersifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Prajav Aadijay (15-Apr-2019, 04:45:22)
Banyak orang hidup dalam denial (penyangkalan), mereka tidak bisa menerima kenyataan yang ada sekarang. Mereka hanya terobsesi masa depan atau masa lalu, tanpa berfokus pada masa kini. Masa kini itu adalah Anugerah (Present) sesuai dgn ucapan dari Mahatma Gandhi: Yesterday is history, Tommorow is a mistery, that’s why it is called the present. Maka dari itu apa yg ditulis oleh pak Tonny itu sama seperti sabda dari Ghandi. Oleh sebab itulah seharusnya nama Mualaf Zaman Now itu diganti dgn Ghandi Zaman Now


Hal :  1|