Arya Suharto (14-Apr-2017, 18:30:15)
Kalau benar suharto dibenci knp banyak orang yg namanya suharto ya?

Pembaca (18-Des-2016, 01:41:15)
Setujuuuuu

Bambang Tjahjo Purno (15-Jul-2016, 17:07:46)
Guru PPKn. Tahun 2016 Jendral besar Suharto layak diajukan Sebagai pahlawan nasional.

Apa Aja (22-Mei-2012, 08:27:43)
@Dodi, kiranya Anda bisa membuktikan semua yg Anda tuduhkan?
Apa lebihnya jaman sekarang dibanding Orba dalam hal pertahanan keamanan??
di Papua>OPM merajalela
di Maluku>RMS semakin berani
di Aceh>GAM berkuasa
Timor-Timur>Lepas begitu saja setelah darah bercucuran untuk merebutnya
Saya tidak membela Soeharto, tapi saya tidak suka melihat orang menuduh tanpa bukti. Hanya dengar dan baca dari sana-sini. Untuk pengacau, saya setuju langkah Soeharto untuk membasmi. Fuck you Reformation Era!!!

Dodi (07-Mar-2012, 23:10:56)
Saudaraku nick dan fatkhuloh mubarok. nggak usah ngotot menanggapi, sampai panjang lebarpun tetep aja pembantaian jutaan manusia di jateng, jatim dan bali. Penangkapan orang orang tidak bersalah, diktator 32 th, dan masih buanyaaaaaaaaak lagi. Intinya dikaji, dibolak balik bagaimanapun SANGAT TIDAK LAYAK yang namanya suharto jadi pahlawan. malu aku pernah punya presiden " murah senyum tapi MEMATIKAN ". yang lebih pas gelar untuk suharto adalah " HITLER OF INDONESIA ".

Fatkhuloh Mubarok (22-Feb-2011, 10:28:31)
Inilah bobobroknya generasi muda indonesia yang gampang terpengaruh isu politik yang menjadikan perpecahan....tidak mengghargai pemimpin bangsa malah justru mengolok-olok!! Seharusnya kita patut menghargai jasa2 para pemimpin kita..stiap orang punya sisi baik dan buruk, tak kecuali pak harto..bandingkan coba keadaan bangsa kita saat masa pak harto dengan sekarang?bukankah lebih parah koruptor2 yang ada saat ini...jangan lihat cuma dari kesalahannya saja tidak adil namanya...kita semua korban dari orang2 yang haus akan jabatan!!damailah saudaraku, damailah Indonesiaku sehingga para pejuang kemerdekaan Indonesia bangga melihat anak cucunya bisa hidup damai sejahtera...thanks for bung karno
Indonesia membutuhkan sosok sepertimu lagi...

Nick (12-Nov-2010, 11:39:02)
Apakah anda merasa jauh lebih baik sekarang dari masa pak Harto, kalau pak harto di sebut koruptor pemerintah sekarang apa bukan koruptor juga, pak harto berhutang buat membangun negeri, tapi yang sekarang berhutang buat bangun rumah pribadi,apa ada SD impres atau pasar impres sekarang? ekonomi kerakyatan mana yang di bangun? yang ada cuma Mall dan super market pasar traditional di gusur,sekolah mahal banget,, dan negara lain meleceh kan kita tanpa takut dan segan sedikitpun. apa yang di sebut korupsi jika membangun nya di Indonesia? dari pada ambil uang rakyat di bangun di luar negeri, irigasi mana yang sudah di bangun sama pemerintah sekarang? dan berapa sudah irigasi yang di bangun sama Pak harto. ada ga yang pernah kasi tau pak tani untuk pake sistem tumpang sari kecuali pak harto. kalau pengekangan untuk tidak meleceh kan pemirintah di anggap pembodohan, apa sekarang yang namanya punya etika bernegara manggil presidentnya "Si SBY "sam" Si Budiono" apakah baik jika sebuah pesawat dengan 200 penumpang delay terbang hanya nunggu anak
presiden lagi makan siang?. mana orang yang peduli sama lahan gambut di kalimatan yang sekarang di kelola sama malayasia. mana hasil kudeta reformasi ke arah yang baik dan benar? dewan jalan2 ke luar negeri ketika bencana datang. atau kasus gayus cs nya, apa ada bantuan buat petani?. bantu sapi 3 ekor di siarkan se bulan yg itu-itu aja,, pak harto bantu sapi buat pak tani di bilang korupsi .. lebih baik beliau tidak di angkat Pahlawan di negeri yang tidak tahu artinya terima kasih ini,, beliau adalah pahlawan bagi rakyat kecil yang haus sekolah dan petani kecil yang perlu bantuan,, sudah tau di lecehkan sama malaysia malah minta maaf,, beliau itu jendral sejati < mana ada yang berani leceh kan Indonesia ,, sekarang dah tau di lecehkan aparat negara lagi,, sadar bung, negeri ini setelah jaman pak harto hilang sudah tidak ada rasa nasionalisme nya,, sea games aja ga pernah menang lagi,,

Rainbow Star (15-Sep-2010, 23:23:36)
Untuk sekarang kita mengalami suatu ekonomi imajiner yang semuanya takut dengan gaya feodalisme tapi kita harus menyikapi dengan cepat dan bijaksana karena semua tidak seperti gaya liberalis karena mereka mampu di bidang pendidikan dan wawasan karena semua harus mengkaji sejarah secara bright of mind revolusioner dan kita bukan rendah dengan ilmu tetapi bagaimana kita harus hati-hati dan cepat untuk mengisi kemerdekaan Indonesia.

Rainbow Star (15-Sep-2010, 23:14:14)
Semua sudah lumpuh dengan proporsi politik PKI yang tinggi untuk meswitch jajaran tertinggi dengan kembaran mereka dan yang asli di lubang buaya bukan dengan perjuangan 1 hari dua hari selesai, teman.

Rainbow Star (15-Sep-2010, 23:03:08)
Kita dulu menggunakan politik netral untuk rakyat karena dulu rakyat gampang terjebak oleh ekonomi kilat yang menjajikan emas padahal Indonesia mayoritas miskin dan pendidikan belum sepenuhnya merata hanya untuk kaum bangsawan. Membangun ekonomi memang tidak mudah.

Star (15-Sep-2010, 22:57:21)
Bung Karno punya beberapa kembaran seperti pak harto. jadi kemerdekaan harus tetap diperjuangkan bukan berleha-leha sampai 100 tahun kemerdekaan Indonesia setelah itu terserah Indonesia. karena pol laten komonis (tidak sama dengan Comunis ) sama-sama tidak cocok dengan kemajemukan Indonesia.

Star (15-Sep-2010, 22:50:06)
KEDAULATAN TETAP DI TANGAN RAKYAT sesuai Pembukaan UUD 1945

Mision Imposible (15-Sep-2010, 22:45:40)
Hati hati dengan metode kembar seperti dulu seperti para jendral dan press dan perjanjian yang merugikan rakyat Indonesia.

Oligarghi (30-Mar-2009, 11:05:43)
OK saya setuju Soeharto diangkat sebagai pahlawan tapi PAHLAWAN KAPITALIS

Ki Semar (13-Mar-2009, 14:08:31)
Tanggapan untuk Sdr. Kupluk. Anda telah menyebut Soeharto dengan porsi apa adanya.
dan berimbang. Itu yang saya maksud.

Salam: Ki Semar

Ki Semar (13-Mar-2009, 13:57:07)
Tanggapan untuk sdr Aji. Saya bukan membela Soeharto, terbukti untuk komentar yang menyebut soeharto koruptor saya menyatakan setuju. Yang ingin saya lakukan adalah memandang orang dari kedua sisi. Itu saja. Saya dan mas Aji tentu sadar bahwa kitapun memiliki unsur kelebihan dan kekurangan sama seperti Soeharto

Salam: Ki Semar

Ki Semar (12-Mar-2009, 18:51:12)
Tanggapan utk Sdr: Gunawan.
Soeharto sebagai koruptor OK.
Tetapi penolakan kenyataan Soeharto sebagai peletak dasar pembangunan bahkan dianggap nglantur perlu dikaji ulang.
Apa komentar anda tentang:
- Pembangunan sekolah sampai ke desa-desa.
- Listrik hampir merata di semua desa
- SD Gratis
- Pembangunan irigasi
- Murah dan mudahnya pupuk
- Adanya Swasembada beras
- Aneka Bea siswa
Semua itu dirintis di jaman Orde Baru.
Dan yang perlu anda perhatikan adalah:
Berapa angka INFLASI saat pergantian pemerintahan dari ORLA ke ORBA

Salam: Ki Semar

Ki Semar (12-Mar-2009, 18:37:28)
Tanggapan utk Sdr: Sujak.
Kalau argumentasi saudara Sujak yang menjadi pertimbangan tidak layaknya mantan Presiden Soeharto diangkat Pahlawan Nasional maka saya SEPAKAT. Yang tidak saya sepakati adalah apabila gagalnya Mayjen. Pranoto dan proses (Sekali lagi Proses) bukan aplikasi Super Semar menjadi dasar penolakan atas pengangkatan mantan presiden soeharto sebagai pahlawan Nasional sebagaimana dikupas dalam kolom Ibrahim Isa

Salam: Ki Semar

Ki Semar (12-Mar-2009, 18:28:16)
Tanggapan utk Sdr: Nuris
Trims, saudara nuris. Anda sangat bijak dalam memandang atau mengomentari sebuah fenomena. Sekali lagi saya salut pada anda.

Salam: Ki Semar

Ki Semar (12-Mar-2009, 18:18:19)
Tanggapan utk Sdr: Rita Kh
Mengomentari tentang fakta dan kenyataan yang saya rasakan di jaman pemerintahan
Presiden Soeharto.
Sdr. Rita apabila saya menengok ke belakang maka kenyataan bahwa presiden Soeharto adalah sosok yang memiliki kelebihan dan kekurangan semakin nyata.
Soeharto sebagai koruptor tidak pernah saya bantah dalam setiap tulisan saya. Karena itu fakta. Tetapi bagi saya yang hidup dalam keluarga petani kecil di sebuah desa, sangat merasakan kemudahan dan kemurahan biaya pendidikan. Sampai saya merasakan duduk di perguruan tinggi pada tahun 1987-1991 bukan karena orang tua saya mampu, melainkan dikarenakan biaya pendidikan yang terjangkau. Bagi mereka yang mengalami masa pendidikan pada tahun 70an-90an pasti merasakan betapa murahnya biaya pendidikan di saat itu. Dengan adanya dua sisi ini maka sangat tidak layak bila kita hanya menghujat tanpa mempertimbangkan sisi baik seseorang.

Salam: Ki Semar

Ki Semar (12-Mar-2009, 17:50:06)
Tanggapan utk Sdr: Petrus.
Bang Petrus yang terhormat, seringkali dalam penulisan artikel penulis dianggap sok tahu, sok pintar, dan sok lainnya. Pada tujuan saya menulis artikel adalah memaparkan apa yang saya tahu dan saya baca. Lewat kolom komentar saya dapat membuka wawasan tentang apa yang belum saya ketahui. Di sinilah manfaat terbesar dari penulisan artikel. Termasuk masalah komentar bang Petrus, sudilah kiranya mengirimkan komentar susulan sebagai media tukar informasi dan pendapat menyangkut topik yang sedang kita ulas.

Salam: Ki Semar

Ki Semar (12-Mar-2009, 17:41:52)
Tanggapan utk Sdr: Petrus.
Bang Petrus yang terhormat, seringkali dalam penulisan artikel penulis dianggap sok tahu, sok pintar, dan sok lainnya. Pada tujuan saya menulis artikel adalah memaparkan apa yang saya tahu dan saya baca. Lewat kolom komentar saya dapat membuka wawasan tentang apa yang belum saya ketahui. Di sinilah manfaat terbesar dari penulisan artikel. Termasuk masalah komentar bang Petrus, sudilah kiranya mengirimkan komentar susulan sebagai media tukar informasi dan pendapat menyangkut topik yang sedang kita ulas.

Salam: Ki Semar

Kupluk (12-Mar-2009, 16:44:39)
Soekarno > bapak bangsa mempunyai keinginan mandiri (berdikari = berdiri di atas kaki sendiri); berani melawan kolonialis, kapitalis Amrik ....
Soeharto > bapak pembangunan; membantai rakyatnya yang dianggap PKI baik itu simpatisan tanpa ada proses hukum; Pancasila sebagai legitimasi untuk menyingkirkan lawan politiknya.

Aji (12-Mar-2009, 15:16:55)
Koq masih ada ya, orang yang "sukarela" membela Suharto???
Bener2 sukarela ga ya???

Gunawan (11-Mar-2009, 18:17:07)
Soekarno mengantar kita menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat <-- ini bener...

sementara Soeharto telah meletakkan dasar-dasar perekonomian dan pembangunan negeri ini. <-- lah ini ngelantur.... pondasi hutang, penjualan aset negara, tikus2 koruptor, pemiskinan dan pembodohan masyarakat.... itu baru passs....


Hal :  1|2|