KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Walau Sering Mogok, Mobil Jokowi Tidak Bobrok

 
NASIONAL

Walau Sering Mogok, Mobil Jokowi Tidak Bobrok
Oleh : Chairil Makmun | 27-Mar-2017, 21:28:49 WIB

Kabarindonesia, Jakarta -Walaupun sering mogok, mobil Presiden Jokowi bukanlah mobil bobrok. Pengertian mogok pada mobil Presiden tidak sama dengan mogok pada mobil masyarakat pada umumnya. Demikian penjelasan Kepala Sekretariat Kepresidenan Darmansjah Djumala kepada jurnalis di Jakarta, Kamis pagi (23/3/17).

"Standar mobil untuk Presiden mengikuti standar kendaraan VVIP (very very important person-pen)," katanya.

Presiden menggunakan Mercedes Benz S-600 Guard keluaran tahun 2007. Dengan standar VVIP itu, ada kelainan sedikit saja ketika sedang meluncur, sopir harus minggir dan berhenti. Lalu, Presiden wajib berganti mobil lain. Jadi, bukan karena mesinnya mati.

"Artinya, pengertian mogok di sini bukan berarti mobil Presiden mobil bobrok (mesinnya-pen)," kata dia lagi.            

Menurut hitungan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, mobil Presiden sudah empat kali mogok. Mogok yang terakhir terjadi dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Barat, Sabtu (18/3/2007). Saat itu Presiden baru saja selesai meresmikan 8 proyek Mobile Power Plant (MPP) di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, dan sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Kubu Raya untuk makan siang.

"Sudah diusulkan agar Bapak Presiden pakai mobil baru, namun beliau belum mau," kata Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu lalu (22/3/17).

Sebelumnya, mobil Presiden juga mogok di Banjarnegara (Jawa Tengah), Ponorogo dan Magetan (keduanya di Jawa Timur). Peristiwa itu juga terjadi saat Presiden melakukan kunjungan kerja. Namun, Pramono tidak merinci kapan kunjungan kerja tersebut.

Menurut Darmansjah, mobil dinas tersebut termasuk berkondisi baik karena pemeliharaan rutin dan reguler sesuai dengan log book (buku panduan) yang terdata serta secara rutin diservis bulanan atau servis berkala.

"Tapi, kami periksa karena faktor umur sudah 10 tahunan. Jadi, memang mobil itu ada saja detail kecil yang aus. Tetapi itu masih bisa dipakai," ujarnya.

Ketika mogok di Kalimantan Barat, menurut Darmansjah, sebenarnya tidak fatal dan bukan karena rusak, melainkan karena akselerasinya yang melemah.

"Jelas terjadi pelemahan akselerasi. Istilahnya faktor umur. Diinjak gas tidak lari. Untuk ukuran VVIP masih layak," tuturnya. Darmansjah menjelaskan, perawatan dan pemeliharaan mobil Presiden sangat ketat. Sudah mengikuti log book yang tersedia. Karena itu, mobil Presiden sangat laik jalan.

Pendapat berbeda dikemukakan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Menurut dia, pembaruan mobil kepresidenan menjadi sesuatu yang mendesak. Beberapa kali mengalami mogok, mobil kepresidenan dianggap sudah tidak layak digunakan.

"Saya melihat ada urgensi luar biasa. Sangat tidak layak. Sudah beberapa kali mogok, kok," kata Pratikno kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/3/2017.  

Bingung

Masyarakat tentu menjadi agak bingung. Mana yang benar? Mobil masih laik jalan atau tidak layak? Darmansjah bilang masih sangat laik, sedangkan Pratikno bilang sangat tidak layak. Darmansjah beralasan, walau sering mogok, mobil masih sesuai standar VVIP.

Tapi, Pratikno justru berargumen, karena sering mogok itulah maka mobil harus diganti yang baru. Ini mungkin perkara kecil. Cuma mobil mogok. Dan, cuma urusan ganti atau tidak. Namun, di sini juga tercermin betapa pejabat di atas tidak satu suara, malahan bersilang pendapat. Rasanya mereka tidak berkomunikasi dulu sebelum memberi keterangan kepada rakyat.

Yang juga masih meragukan, salah satu penyebab mogok, menurut pejabat tersebut, adalah mobil itu sudah tua, sebab umurnya 10 tahun. Padahal, kalau kendaraan hanya dipakai rata-rata 50 km per hari, umur teknis bisa melebihi 15 tahun. Artinya, walau sudah 15 tahun mobil masih bagus. Hitungan sederhananya, 50 km per hari berarti 1500 km per bulan, dan per tahun 18.000 km, sehingga dalam 10 tahun baru 180.000 km.     

Banyak mobil rakyat, yang kualitasnya jauh di bawah Mercy, dan jarak tempuhnya dua-tiga kali lipat dari itu, ternyata masih bagus. Tak mogok. Jadi, kalau mobil sekelas Mercy, untuk Kepala Negara, yang dipakai tidak tiap hari, dan jarak tempuhnya mungkin hanya rata-rata 50 km per hari, umurnya baru 10 tahun, sudah sering mogok, barangkali ada yang kurang beres pada "oknum" teknisi yang melakukan perawatan dan pemeliharaannya. Karena itu, Darmansjah dan Pratikno harus lebih "keras" melakukan pengawasan terhadap bawahan masing-masing. Ini tentu saja demi keamanan Presiden. *)           

Sumber Foto: indowarta.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia