KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia – Serang, Guna memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja(BLK) yang sudah ada selama ini, Kementerian Ketenagakerjaan terus matangkan penerapan konsep Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Pasalnya konsep ini diyakini mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Bubar Riyaya 22 Jul 2017 01:58 WIB

Anak Beranak Kanak 22 Jul 2017 01:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Walau Sering Mogok, Mobil Jokowi Tidak Bobrok

 
NASIONAL

Walau Sering Mogok, Mobil Jokowi Tidak Bobrok
Oleh : Chairil Makmun | 27-Mar-2017, 21:28:49 WIB

Kabarindonesia, Jakarta -Walaupun sering mogok, mobil Presiden Jokowi bukanlah mobil bobrok. Pengertian mogok pada mobil Presiden tidak sama dengan mogok pada mobil masyarakat pada umumnya. Demikian penjelasan Kepala Sekretariat Kepresidenan Darmansjah Djumala kepada jurnalis di Jakarta, Kamis pagi (23/3/17).

"Standar mobil untuk Presiden mengikuti standar kendaraan VVIP (very very important person-pen)," katanya.

Presiden menggunakan Mercedes Benz S-600 Guard keluaran tahun 2007. Dengan standar VVIP itu, ada kelainan sedikit saja ketika sedang meluncur, sopir harus minggir dan berhenti. Lalu, Presiden wajib berganti mobil lain. Jadi, bukan karena mesinnya mati.

"Artinya, pengertian mogok di sini bukan berarti mobil Presiden mobil bobrok (mesinnya-pen)," kata dia lagi.            

Menurut hitungan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, mobil Presiden sudah empat kali mogok. Mogok yang terakhir terjadi dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Barat, Sabtu (18/3/2007). Saat itu Presiden baru saja selesai meresmikan 8 proyek Mobile Power Plant (MPP) di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, dan sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Kubu Raya untuk makan siang.

"Sudah diusulkan agar Bapak Presiden pakai mobil baru, namun beliau belum mau," kata Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu lalu (22/3/17).

Sebelumnya, mobil Presiden juga mogok di Banjarnegara (Jawa Tengah), Ponorogo dan Magetan (keduanya di Jawa Timur). Peristiwa itu juga terjadi saat Presiden melakukan kunjungan kerja. Namun, Pramono tidak merinci kapan kunjungan kerja tersebut.

Menurut Darmansjah, mobil dinas tersebut termasuk berkondisi baik karena pemeliharaan rutin dan reguler sesuai dengan log book (buku panduan) yang terdata serta secara rutin diservis bulanan atau servis berkala.

"Tapi, kami periksa karena faktor umur sudah 10 tahunan. Jadi, memang mobil itu ada saja detail kecil yang aus. Tetapi itu masih bisa dipakai," ujarnya.

Ketika mogok di Kalimantan Barat, menurut Darmansjah, sebenarnya tidak fatal dan bukan karena rusak, melainkan karena akselerasinya yang melemah.

"Jelas terjadi pelemahan akselerasi. Istilahnya faktor umur. Diinjak gas tidak lari. Untuk ukuran VVIP masih layak," tuturnya. Darmansjah menjelaskan, perawatan dan pemeliharaan mobil Presiden sangat ketat. Sudah mengikuti log book yang tersedia. Karena itu, mobil Presiden sangat laik jalan.

Pendapat berbeda dikemukakan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Menurut dia, pembaruan mobil kepresidenan menjadi sesuatu yang mendesak. Beberapa kali mengalami mogok, mobil kepresidenan dianggap sudah tidak layak digunakan.

"Saya melihat ada urgensi luar biasa. Sangat tidak layak. Sudah beberapa kali mogok, kok," kata Pratikno kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/3/2017.  

Bingung

Masyarakat tentu menjadi agak bingung. Mana yang benar? Mobil masih laik jalan atau tidak layak? Darmansjah bilang masih sangat laik, sedangkan Pratikno bilang sangat tidak layak. Darmansjah beralasan, walau sering mogok, mobil masih sesuai standar VVIP.

Tapi, Pratikno justru berargumen, karena sering mogok itulah maka mobil harus diganti yang baru. Ini mungkin perkara kecil. Cuma mobil mogok. Dan, cuma urusan ganti atau tidak. Namun, di sini juga tercermin betapa pejabat di atas tidak satu suara, malahan bersilang pendapat. Rasanya mereka tidak berkomunikasi dulu sebelum memberi keterangan kepada rakyat.

Yang juga masih meragukan, salah satu penyebab mogok, menurut pejabat tersebut, adalah mobil itu sudah tua, sebab umurnya 10 tahun. Padahal, kalau kendaraan hanya dipakai rata-rata 50 km per hari, umur teknis bisa melebihi 15 tahun. Artinya, walau sudah 15 tahun mobil masih bagus. Hitungan sederhananya, 50 km per hari berarti 1500 km per bulan, dan per tahun 18.000 km, sehingga dalam 10 tahun baru 180.000 km.     

Banyak mobil rakyat, yang kualitasnya jauh di bawah Mercy, dan jarak tempuhnya dua-tiga kali lipat dari itu, ternyata masih bagus. Tak mogok. Jadi, kalau mobil sekelas Mercy, untuk Kepala Negara, yang dipakai tidak tiap hari, dan jarak tempuhnya mungkin hanya rata-rata 50 km per hari, umurnya baru 10 tahun, sudah sering mogok, barangkali ada yang kurang beres pada "oknum" teknisi yang melakukan perawatan dan pemeliharaannya. Karena itu, Darmansjah dan Pratikno harus lebih "keras" melakukan pengawasan terhadap bawahan masing-masing. Ini tentu saja demi keamanan Presiden. *)           

Sumber Foto: indowarta.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Rayakan HUT ke-60 di Surabaya, Astra Dorong Wirausahaoleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Jul-2017, 07:08 WIB


 
  Rayakan HUT ke-60 di Surabaya, Astra Dorong Wirausaha Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf memukul gong Perayaan HUT 60 Tahun Astra di Surabaya didampingi Direktur PT Astra International Tbk Johannes Loman (ketiga kanan), Kolonel ARM Supriyoso (kedua kanan), Chief of Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Ramadhan 15 Jun 2017 05:55 WIB

 
Awas Anemia! 17 Jul 2017 13:12 WIB

 

 
Hari Media Social 2017 11 Jun 2017 04:40 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia