KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Terdakwa E-KTP Yakin Beri Uang 4 Milyar kepada Markus Nari

 
NASIONAL

Terdakwa E-KTP Yakin Beri Uang 4 Milyar kepada Markus Nari
Oleh : Antha | 08-Apr-2017, 07:57:50 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Pada Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4/2016), kedua terdakwa E-KTP yakni Irman dan Sugiarto menyatakan Markus Nari pernah meminta dan menerima uang. Menurut Irman, saat itu Markus mendatangi kantornya di Gedung Kementrian Dalam Negeri.

Markus adalah Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar periode 2009-2014. dia berasal dari Toraja provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kesaksiannya di pengadilan Markus Nari membantah tidak pernah menerima uang tersebut. "Saya datang ke kantor Pak Irman itu, tidak pernah saya bicarakan uang untuk teman-teman. Saya fokus untuk program ini (E-KTP), makanya saya datang bersama tim" kata Markus Nari.

Sementara itu, Sugiarto eks Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil menyatakan uang 4 milyar tersebut diberikan langsung kepada Markus Nari. "Saya sampaikan Rp 4 miliar di Senayan. Saya serahkan sendiri ke Pak Markus langsung" ujar Sugiarto. Pernyataan itu kembali disanggah oleh Markus Nari.

Dalam surat dakwaan Jaksa, Sugiharto menyerahkan uang Rp 4 milyar kepada Markus di restoran bebek Senayan, Jakarta Selatan. Duit ini diyakini jaksa terkait dengan upaya menambah anggaran E-KTP dalam APBN-P 2012. (*) *)

* Source : Kompas.com dan detik.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Inspirasi 60 Tahun Astra Makassar Semarak, Target Revitalisasi 600 Halte Tercapai Senior Journalist Rappler Indonesia Uni Lubis (kanan) berinteraksi dengan 400 peserta dalam bedah buku Astra on Becoming Pride of the Nation bersama Chief of Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius Budi Santoso (tengah), dipandu oleh Zilvia Iskandar
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia