KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Batik adalah Indonesia 13 Okt 2018 19:47 WIB

Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 
 
NASIONAL

Tahun 2020, Indonesia Bebas Nyeri Kanker
Oleh : Argopandoyo Tri Hanggono | 02-Nov-2017, 22:42:58 WIB

KabarIndonesia - Penyakit kanker sebenarnya bukan saja dikenal dengan penyakit yang mematikan, namun juga rasa nyeri bagi para pengidap kanker. Tidak mengherankan apabila tenaga medis, acapkali mendapati keluhan rasa nyeri. Dan para hli pun melihat bahwa keadaan rasa nyeri ini menjadi derita umum bagi penderita kanker.

Rasa keperdulian untuk membuat para pasien pengidap kanker tidak lagi merasakan nyeri akibat kanker inlah yang mendorong Rumah Sakit Kanker Dharmais menyelenggarakan Simposium dan Workshop yang bertajuk "Mewujudkan Indonesia Bebas Nyeri Kanker 2020". Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan karean adanya kerusakan jaringan yang aktual. Demikian halnya dengan rasa nyeri juga memiliki kaitan erat dengan potensi terjadinya kerusakan jaringan, atau segala keadaan kerusakan jaringan.

Direktur RS. Kanker Dharmais, Prof. Dr. dr. H. Abdul Kadir, Ph.D,Sp.THT(K) KL,MARS mengatakan bahwa Nyeri pada kanker itu sesuatu yang pasti terjadi. "Diakibatkan dari tumor yang semakin tumbuh dan menekan," begitu kata Abd. Kadir. "Atau bisa juga dikarenakan efek dari kemoterapi yang dilakukan," lanjutnya lagi menambahkan. Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada Acara yang diselenggarakan di Auditorium, Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, pada hari Kamis tanggal 2 November 2017.

Pada acara yang bertekad mewujudkan Indonesia bebas rasa nyeri akibat kanker itu ingin lebih mendapatkan cara bagaimana menanggulangi nyeri pada pasien dengan tepat, cepat dan efisien. Dan apabila berhasil didapat, maka cara tersebut diharapkan dapat dilakukan juga oleh seluruh pelayanan kesehatan di Indonesia. Program kesehatan yang akan berperan dalam penatalaksanaan nyeri kanker ini bukan hanya dapat diterapkan pada rumah sakit dan tempat pelayanan kesehatan, namun juga dapat dilakukan di rumah baik oleh penderita mau pun para pendamping penderita.

Abd. Kadir mengatakan bahwa program tersebut bukan suatu atau wacana yang bergulir. Baginya, Indonesia memang harus benar-benar dapat mewujudkan Indonesia bebas nyeri kanker. Bahkan menurutnya Rumah Sakit Kanker Dharmais akan mendahului program Indonesia Bebas Nyeri Kanker tersebut. "Dengan mewujudkannya lebih awal, pada 2018," begitu ungkapnya. Abd. Kadir menuturkan bahwa Program Indonesia Bebas Nyeri Kanker 2020 membutuhkan kerjasama para dokter. "Nantinya dokter-dokter akan membentuk tim yang solid," lanjutnya menjelaskan. "Dan juga harus ada aksi nyata untuk capai program ini," katanya lagi menambahkan.

Dengan gerakan masive para pekerja medis ini maka, sangat diharapkan hasil dari jerih payah tim-tim yang akan terbentuk ini dapat mencapai Indonesia yang bebas Nyeri kanker pada tahun 2018 kelak. Pada acara yang dihadiri Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K). itu, Rumah Sakit Kanker Dharmais atau RSKD itu mendapat predikat baru dari kepercayaan Pemerintah Republik Indonesia, sebagai Pusat Kanker Nasional. Melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan yang diserahkan langsung oleh Menteri Nila, maka RS Kanker Dharmais menjadi RSKD Pusat Kanker Nasional.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Bakul Kejujuran 17 Okt 2018 13:02 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 
Manfaat Membaca 22 Sep 2018 15:12 WIB

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia