KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilEyang Dokter dan Kemenangan Kehidupan oleh : Kabarindonesia
22-Mei-2019, 08:38 WIB


 
 
KabaIndonesia - Bagi sebagian besar orang, menulis narasi kehidupan dalam bentuk autobiografi adalah percuma dan membuang-buang waktu. Tidak sedikit pula orang yang menganggap bahwa hidup terlalu biasa untuk dituliskan menjadi sebuah autobiografi. Tidak ada yang menarik dalam kehidupan, begitulah anggapan
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
24 Tahun Tenggelamnya KMP Gurita 18 Mei 2019 04:40 WIB

 

RESENSI BUKU : Panduan Pelaksanaan 9 Indikator Desa Damai

 
NASIONAL

RESENSI BUKU : Panduan Pelaksanaan 9 Indikator Desa Damai
Oleh : Djuneidi Saripurnawan | 13-Mar-2019, 13:07:10 WIB

KabarIndonesia - Identitas Buku: Judul "Panduan Pelaksanaan 9 Indikator Desa/Kelurahan Damai", diterbitkan oleh Wahid Foundation dan UN-WOMEN, iv+86 hlm, luas buku 18 cm x 26 cm; diluncurkan pada 8 Februari 2019 dalam peluncuran "Gerakan Perempuan Desa Membangun Perdamaian Melalui Penguatan Sosial Ekonomi dan Ketahanan Masyarakat" (NUSANTARA).

Sejak Orde Baru tumbang dan reformasi 98 mulai bergulir, kebebasan berdemokrasi di Indonesia menghadapi tantangan keberagaman di seantero tanah air (Nusantara), dari Sabang sampai Merauke. Perbedaan yang menyatukan akan menjadi kekayaan, tetapi perbedaan yang memecah belah akan menghancurkan bangsa besar ini. Bila kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri kepulauan ini tidak dijaga dan dibina secara benar, maka ancaman "hilangnya Indonesia" boleh dibilang menjadi kenyataan, seiring dengan gencarnya pertumbuhan ideologi yang merongrong Pancasila dan UUD 1945.

Survei Wahid Foundation & LSI pada tahun 2016 tentang potensi intoleransi dan radikalisme sosial keagamaan di kalangan muslim di Indonesia menyimpulkan bahwa 49% responden tidak memiliki sikap toleran terhadap kelompok yang berbeda dan 34% tidak memiliki sikap toleran  terhadap kelompok agama yang berbeda.

Sementara itu, Survei Nasional tentang Sikap Keberagaman di Sekolah dan Universitas di Indonesia oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (2017) memberikan gambaran bahwa 43,88% siswa/mahasiswa memiliki sikap intoleransi dan 6,56% bersikap radikal.

Buku ini secara sederhana menyajikan langkah-langkah utama untuk upaya membangun desa/kelurahan yang menjunjung perdamaian, toleransi dan menghalau sikap intoleransi, radikalisme & ekstrimisme kekerasan yang cukup marak di tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara ini.  

Peran penting dari para ibu di desa-desa, merupakan  pilihan strategis bagi Wahid Foundation untuk mempertahankan dan sekaligus memperjuangkan nilai-nilai perdamaian dari keluarga di desa-desa. Melalui gerakan "Desa Damai"ini para ibu-ibu yang beraneka-ragam latar belakang bersatu secara harmonis membangun kehidupan yang penuh damai dan harapan.  

Upaya mewujudkan Desa Damai itu dilakukan dengan membangun tolok ukur bersama yang disebut  "9 Indikator Desa Damai", yaitu 1) Adanya komitmen bersama untuk mewujudkan perdamaian; 2) adanya pendidikan dan penguatan nilai perdamaian & kesetaraan gender; 3) Adanya praktik nilai-nilai persaudaraan dan toleransi dalam kehidupan warga; 4)Adanya penguatan nilai dan norma kearifan lokal; 5) Adanya sistem deteksi dini pencegahan intoleransi dan radikalisme; 6) Adanya sistem penanganan cepat, penanggulangan dan pemulihan kekerasan; 7)Adanya peran aktif perempuan di semua sektor masyarakat; 8)Adanya pranata bersama yang mendapat mandat untuk memantau pelaksanaan desa/kelurahan damai; dan 9) Adanya ruang sosial bersama antar warga masyarakat.  

Ada sembilan desa/kelurahan di 3 provinsi yang termasuk dalam upaya membangun desa/kelurahan damai, yaitu  Jawa Barat di Desa Tajurhalang, Bogor dan Kelurahan Pengasinan, Depok; Jawa Tengah di Desa Gemblegan, Wonosobo, Desa Nglinggi, Klaten dan Desa Candirenggo, Kebumen; Jawa Timur di Desa Guluk-guluk, Sumenep, Desa Prancak, Bangkalan, Desa Payudan Dundang, Sumenep, dan Desa Sidomulyo, Batu.

Buku ini bertujuan membantu pemerintahan daerah, aparat desa/kelurahan, warga masyarakat dan pemangku kepentingan di desa dalam upaya mewujudkan Desa/Kelurahan Damai. Buku ini diharapkan bisa menjadi rujukan bersama dalam merencanakan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan refleksi bersama-sama mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis.

Sebuah upaya yang sangat berarti bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, Wahid Foundation bersama para tokohnya: Yenny Wahid, Mujtaba Hamdi, didukung kelompok muda: Mutiara Pasaribu, Esther Silalahi, Jimmy Febriyadi, Visna Vulovik, dan para staff lapangan yang dinamis, telah mencatatkan diri dalam sejarah perjuangan "untuk membangun ketahanan dan kohesi sosial dalam mencegah intoleransi dan radikalisme di masyarakat Indonesia".

Buku ini sangat baik untuk disebarkan kepada khalayak luas warga negara Indonesia, terutama di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, pesantren dan kelompok belajar masyarakat di seluruh penjuru desa di Indonesia, tanah Nusantara nan Jaya.(*)


Penulis : Djuneidi Saripurnawan, konsultan teknis CSAVE Indonesia(2019), Alumnus Studi Antropologi-Universitas Gadjah Mada dan Teknik Sipil-UAJY Yogyakarta.  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Persiapan Puasa Sahur Dahulu 19 Mei 2019 15:43 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Umat Yang Bingung 18 Mei 2019 15:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia