KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Pelatihan Menulis Online Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniUrgensi Mengemballikan Pelajaran PMP di Sekolah oleh : Adolf Roben Lanapu
17-Feb-2019, 21:19 WIB


 
  KabarIndonesia - Dalam satu dekade ini terjadi perubahan besar pada lingkungan budaya di masyarakat, yang dipengaruhi oleh perkembangan pesat teknologi informasi dan persaingan industri elektronik. Murah dan mudahnya memiliki gadget canggih seperti smartphone berperan merubah perilaku masyarakat yang awalnya lebih
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Diam Dalam Rasa 18 Feb 2019 13:56 WIB

Hujan Lakukan Padaku 16 Feb 2019 12:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

Peringatan Hari Pers Nasional 2018 di Padang Sumbar Dihadiri Presiden Jokowi
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 10-Feb-2018, 03:36:54 WIB

KabarIndonesia - Padang, Sebagaimana diberitakan antaranews.com, Presiden Joko Widodo menyoroti peran pers dalam menyebarkan fakta dan informasi yang benar pada era kemajuan teknologi digital yang menghadirkan informasi dan misinformasi melimpah ke masyarakat.

"Saya percaya bahwa di era lompatan-lompatan kemajuan teknologi, di era melimpahnya informasi dan melimpahnya misinformasi, justru pers makin diperlukan," kata Presiden dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Pers Nasional di Danau Cimpago, Pantai Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/2/2018).

Presiden menjelaskan, bahwa media massa diperlukan untuk menyebarkan kebenaran dan fakta di tengah persaingan saluran informasi, dan penyebaran cepat informasi melalui media sosial. Media massa juga diperlukan untuk membangun kehidupan peradaban dan kebudayaan baru dalam masyarakat.

Di era industri yang memanfaatkan teknologi digital dan kekuatan komputasi serta analisis data, pers bisa menyebarkan hasil inovasi baru ke masyarakat. "Era yang menghasilkan banyak inovasi yang harus segera kita ketahui, yang harus segera kita pahami, jika kita tidak ingin ditinggalkan," jelas Presiden.

Acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN Sofyan Djalil, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian.

Turut hadir pemimpin media massa seperti Direktur Utama LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat, Pemimpin Redaksi RCTI Atika Suri, dan Pemimpin Redaksi Metro TV Donbosco Selamun, serta Ketua PWI Pusat Margiono, yang sekaligus penanggung jawab HPN 2018, juga hadir. Selain itu, hadir pula duta besar dari Kazakhstan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Iran, Kuba, Ceko, Laos, Yunani, Italia, Mesir, Arab Saudi, Kolombia, Myanmar, Austria, Jepang dan Amerika Serikat.

Sebelumnya hari Kamis (8/2), Presiden telah menyerahkan sertifikat tanah kepada ahli waris dari pionir pers Indonesia Djamaluddin Adinegoro untuk pembangunan Museum Adinegoro, yang akan menyimpan pelajaran dan nilai-nilai jurnalistik Adinegoro. Dalam penyerahan itu, Jokowi berpesan kepada wartawan agar menyelami latar belakang informasi lebih mendalam serta menyajikan berita yang membangun dan memotivasi.

Presiden Joko Widodo usai menyerahkan sertifikat, menegaskan bahwa tujuan pembangunan Museum Adinegoro adalah untuk mengabadikan jasa Djamaluddin dan nilai-nilai jurnalistik yang ditanamkan olehnya bagi pembangunan pers dan kesusastraan Indonesia.

"Beliau tokoh pers yang betul-betul harus kita ingat karena sekarang ini kita ada kecenderungan meninggalkan kesusastraan sehingga baik sisi jurnalisme, sisi penulisan harus mengingat kembali kesejarahan dari beliau Bapak Jamaluddin Adinegoro," ucap Presiden mengahiri sambutannya.


Sementara itu, Direktur LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat mengatakan bahwa tantangan media arus utama di tengah maraknya penggunaan teknologi digital dan media sosial adalah menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik atas informasi yang didistribusikan.

"Sebenarnya yang utama tidak lain adalah dengan menjaga profesionalitas, etika pers, dan objektivitas dalam pemberitaan," kata Meidyatama sebelum peringatan Hari Pers Nasional di Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/2).

Menurut Meidyatama yang akrab disapa Dimas itu, wartawan juga dituntut untuk meningkatkan kemampuan masing-masing baik dalam mencapai sumber berita maupun menguasai perangkat lunak dan keras multimedia.

"Memilih sumber berita adalah hak setiap warga negara dan tugas kami sebagai pers adalah menjaga kepercayaan tersebut agar menjadi sumber pilihan terpercaya," ujar Dimas.

Terkait rencana pembangunan Museum Adinegoro oleh pemerintah, Dimas menyambut baik upaya Presiden Joko Widodo yang telah memberikan sertifikat tanah seluas 2.545 meter kepada ahli waris pionir pers Indonesia Djamaluddin Adinegoro.

"Terkadang pada saat kita mengagungkan pentingnya nilai-nilai pers, namun lupa bahwa pengejawantahan nilai tersebut memerlukan dukungan fisik. Inisiatif inilah bagian dari penjelmaan fisik komitmen penegakkan nilai-nilai pers terbaik," ujar Dimas.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Marc Marques Juara Dunia MotoGP 09 Feb 2019 02:01 WIB


 

 
 

 
 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia