KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

Tentang Dia 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB

 
 
NASIONAL

Peringatan Hari Pers Nasional 2018 di Padang Sumbar Dihadiri Presiden Jokowi
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 10-Feb-2018, 03:36:54 WIB

KabarIndonesia - Padang, Sebagaimana diberitakan antaranews.com, Presiden Joko Widodo menyoroti peran pers dalam menyebarkan fakta dan informasi yang benar pada era kemajuan teknologi digital yang menghadirkan informasi dan misinformasi melimpah ke masyarakat.

"Saya percaya bahwa di era lompatan-lompatan kemajuan teknologi, di era melimpahnya informasi dan melimpahnya misinformasi, justru pers makin diperlukan," kata Presiden dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Pers Nasional di Danau Cimpago, Pantai Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/2/2018).

Presiden menjelaskan, bahwa media massa diperlukan untuk menyebarkan kebenaran dan fakta di tengah persaingan saluran informasi, dan penyebaran cepat informasi melalui media sosial. Media massa juga diperlukan untuk membangun kehidupan peradaban dan kebudayaan baru dalam masyarakat.

Di era industri yang memanfaatkan teknologi digital dan kekuatan komputasi serta analisis data, pers bisa menyebarkan hasil inovasi baru ke masyarakat. "Era yang menghasilkan banyak inovasi yang harus segera kita ketahui, yang harus segera kita pahami, jika kita tidak ingin ditinggalkan," jelas Presiden.

Acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN Sofyan Djalil, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian.

Turut hadir pemimpin media massa seperti Direktur Utama LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat, Pemimpin Redaksi RCTI Atika Suri, dan Pemimpin Redaksi Metro TV Donbosco Selamun, serta Ketua PWI Pusat Margiono, yang sekaligus penanggung jawab HPN 2018, juga hadir. Selain itu, hadir pula duta besar dari Kazakhstan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Iran, Kuba, Ceko, Laos, Yunani, Italia, Mesir, Arab Saudi, Kolombia, Myanmar, Austria, Jepang dan Amerika Serikat.

Sebelumnya hari Kamis (8/2), Presiden telah menyerahkan sertifikat tanah kepada ahli waris dari pionir pers Indonesia Djamaluddin Adinegoro untuk pembangunan Museum Adinegoro, yang akan menyimpan pelajaran dan nilai-nilai jurnalistik Adinegoro. Dalam penyerahan itu, Jokowi berpesan kepada wartawan agar menyelami latar belakang informasi lebih mendalam serta menyajikan berita yang membangun dan memotivasi.

Presiden Joko Widodo usai menyerahkan sertifikat, menegaskan bahwa tujuan pembangunan Museum Adinegoro adalah untuk mengabadikan jasa Djamaluddin dan nilai-nilai jurnalistik yang ditanamkan olehnya bagi pembangunan pers dan kesusastraan Indonesia.

"Beliau tokoh pers yang betul-betul harus kita ingat karena sekarang ini kita ada kecenderungan meninggalkan kesusastraan sehingga baik sisi jurnalisme, sisi penulisan harus mengingat kembali kesejarahan dari beliau Bapak Jamaluddin Adinegoro," ucap Presiden mengahiri sambutannya.


Sementara itu, Direktur LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat mengatakan bahwa tantangan media arus utama di tengah maraknya penggunaan teknologi digital dan media sosial adalah menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik atas informasi yang didistribusikan.

"Sebenarnya yang utama tidak lain adalah dengan menjaga profesionalitas, etika pers, dan objektivitas dalam pemberitaan," kata Meidyatama sebelum peringatan Hari Pers Nasional di Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/2).

Menurut Meidyatama yang akrab disapa Dimas itu, wartawan juga dituntut untuk meningkatkan kemampuan masing-masing baik dalam mencapai sumber berita maupun menguasai perangkat lunak dan keras multimedia.

"Memilih sumber berita adalah hak setiap warga negara dan tugas kami sebagai pers adalah menjaga kepercayaan tersebut agar menjadi sumber pilihan terpercaya," ujar Dimas.

Terkait rencana pembangunan Museum Adinegoro oleh pemerintah, Dimas menyambut baik upaya Presiden Joko Widodo yang telah memberikan sertifikat tanah seluas 2.545 meter kepada ahli waris pionir pers Indonesia Djamaluddin Adinegoro.

"Terkadang pada saat kita mengagungkan pentingnya nilai-nilai pers, namun lupa bahwa pengejawantahan nilai tersebut memerlukan dukungan fisik. Inisiatif inilah bagian dari penjelmaan fisik komitmen penegakkan nilai-nilai pers terbaik," ujar Dimas.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB


 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia