KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (6) kita telah melihat, berbagai upaya untuk menyerang dan menjatuhkan Jokowi ternyata justru sering berbalik menjadi bumerang yang menjadikan elektabilitas Prabowo-Hatta terdegradasi. Jokowi-JK
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

Penanganan Tanggap Darurat Lancar dan Masih Berlanjut di Palu
Oleh : Syekh Ndoy | 13-Okt-2018, 19:51:34 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Dari data termutakhir BNPB pada H+8 ini, sampai jumat malam (5/10/2018) tercatat 1.649 orang korban meninggal, tersebar di Kabupaten Donggala 159 orang, 1.413 di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 16 orang dan 1 orang di Pasangkayu, Sulawesi Barat. "Paling banyak korban memang di Palu.Kami melihat itu disebabkan terjangan tsunami, belum terevakuasi semua area tadi. Kita terus berusaha mengevakuasi dan semua jenazah yang ditemukan sudah dimakamkan semua," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho pada acara Diskusi Media FMB 9 (Forum Merdeka Barat 9) kemarin (6/ 10/2018) di Graha BNPB.

Penanganan tanggap darurat di Sulteng cukup baik dan lancar, seluruh komponen masyarakat kompak membantu, sehingga penanganan lebih mudah. Berita-berita hoax juga sedikit, dibandingkan pasca gempa di Lombok NTB, tambah Sutopo.
Helicopter dari BNPB, dan TNI juga sangat membantu mendrop logistik kesana hingga saat ini. Sedangkan dalam proses evakuasi korban bencana ada dari masyarakat relawan, Basarnas, Polri, TNI. Para jasad korban gempa dan tsunami itu ada dimakamkan secara massal di TPU Paboyan 628 jasad, 922 jenazah dimakamkan oleh keluarga sendiri. Sedangkan, seorang jenazah warga Korsel sudah dikremasi sesuai permintaan keluarga dan telah dibawa ke Korea. 

Menyangkut kondisi para pengungsi, masih ada sebanyak 62.359 orang yang tersebar 147 titik. Jumlah ini terjadi penurunan dari sehari sebelumnya karena sebagian sudah kembali ke rumah atau dievakukasi ke luar Sulteng. Pemerintah juga sudah mengevakuasi sejumlah pengungsi, terutama dari Palu menuju luar wilayah Sulteng.
Sebanyak 6.157 orang sudah dievakuasi terdiri dari 4.631 orang ke Makassar, 1.173 orang ke Balikpapan, 182 orang ke Jakarta dan 171 orang ke Manado. Pemerintah memfasilitasi evakuasi ini dengan pesawat udara dan kapal laut. "Sebagian besar mereka adalah para pendatang di Sulteng atau orang asli Sulteng tapi memiliki saudara dan kerabat di daerah itu," ungkap Sutopo. 

Sejauh ini, prioritas tanggap darurat bencana di Sulteng masih dilakukan, yaitu dilakukan percepatan evakuasi dan pencarian korban, pendirian rumah sakit lapangan, penanganan medis dan jenazah, distribusi logistik, percepatan pemulihan infrastruktur, dan penanganan bantuan luar negeri. Untuk percepatan evakuasi, membersihkan puing-puing bangunan rusak dan jalan, pemerintah sudah mengerahkan 51 alat berat. Sebanyak 39 unit lagi beroperasi di Kota Palu dan wilayah Sigi ada 12 unit.

Kalau ada berita di medsos bahwa di Patobo, Balaroa, Mamboro, Biuronaru hanya dilakukan manual, itu tidak benar. Kami menggunakan alat berat sejak tiga hari lalu. Lumpur sudah mulai mengeras sehingga memudahkan pencarian korban. Ada juga di beberapa lokasi lumpur masih basah, ya tidak kita kerahkan alat berat di sana," jelas Kepala Pusdatin BNPB (*)    


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia