KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiBerkat di Balik Wabah Corona oleh : Fida Abbott
09-Apr-2020, 01:17 WIB


 
 
KabarIndonesia - Tahun 2020 ini merupakan tahun bersejarah bagi dunia. Siapa yang tak kenal Covid-19? Makhluk kasat mata ini menjadi populer di mana-mana saat ini. Dia bukan pahlawan dunia yang umumnya dikenang sepanjang masa melainkan sebuah musuh yang dikenal oleh masyarakat
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemunafik 05 Apr 2020 16:00 WIB

Rembulan di Celah Matamu 07 Mar 2020 15:27 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

PP No 14 Tahun 2020 Tetapkan Perubahan Nomenklatur Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) Menjadi Kabupaten TOBA
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 05-Mar-2020, 15:16:17 WIB

KabarIndonesia - Balige, Sebagaimana dilansir laman website Sekretariat Negara RI Jakarta, bahwa pada hari Senin (24/2) Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2020 tentang perubahan nama Kabupaten Toba Samosir menjadi Kabupaten Toba. Dan untuk resminya perubahan nama dimaksud berlaku sejak PP tersebut diundangkan dalam LN Tahun 2020 Nomor 59, pada 26 Februari 2020.

Pada pasal 1 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2020, disebutkan: "Nama Kabupaten Toba Samosir sebagai daerah otonom dalam wilayah Provinsi Sumatera Utara diubah menjadi Kabupaten Toba".

Selanjutnya dalam Bab I Umum Penjelasan atas PP Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Perubahan Nama Kabupaten TOBA SAMOSIR Menjadi Kabupaten TOBA di Provinsi Sumatera Utara dijelaskan latar belakang dan alasan perubahan nama serta manfaatnya kedepan sebagai berikut:

"Kabupaten Toba Samosir merupakan daerah otonom yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998 tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Toba Samosir dan Kabupaten Daerah Tingkat II Mandailing Natal.

Dalam perkembangan penyelenggaraan pemerintahan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Samosir dan Kabupaten Serdang Bedagai di Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Toba Samosir dimekarkan menjadi Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Samosir. Kabupaten Samosir wilayahnya mencakup seluruh kecamatan yang terletak di Pulau Samosir dan sebagian daratan Pulau
Sumatera.

Dengan terbentuknya Kabupaten Samosir, penggunaan nama Kabupaten Toba Samosir sudah tidak sesuai dikarenakan wilayah cakupan Kabupaten Toba Samosir sudah tidak mencakup wilayah Kabupaten Samosir. Dalam praktiknya, penggunaan nama Kabupaten Toba Samosir sering menyebab kan ketidaktertiban, karena nama Toba Samosir sering diartikan Samosir ataupun sebaliknya."

Lebih lanjut dikatakan bahwa terjadi pemekaran Kabupaten Toba Samosir dengan pembentukan Kabupaten Samosir nmaka nama Toba Samosir dinilai sudah tidak relevan.

"Secara filosofis, perubahan nama Kabupaten Toba Samosir menjadi Kabupaten Toba sarat dengan nilai-nilai sejarah dan adat istiadat masyarakat yang tinggal di Kabupaten Toba Samosir yaitu masyarakat subsuku Toba Holbung dan daerah yang ditempati disebut daerah Toba serta orang atau komunitas masyarakat yang tinggal di Kabupaten Toba Samosir disebut sebagai orang Toba (Par Toba)'," demikian penjelasan PP itu.

Sebelumnya, pengusulan perubahan nama kabupaten ini telah dilakukan sejak tahun 2018 secara berjenjang oleh pemerintah daerah, masyarakat melalui DPRD, hingga pemerintah provinsi selanjutnya Kementerian Dalam Negeri.

Pergantian nama sudah disetujui wakil rakyat di DPRD

Sebagaimana dilansir berbagai media, bahwa pada Selasa (23/4/2019), pihak DPRD kabupaten Toba Samosir telah menggelar rapat paripurna dalam rangka persetujuan usul perubahan nama Kabupaten Toba Samosir menjadi Kabupaten Toba di Gedung DPRD, Jalan Sutomo, Balige.

Ketika itu, Ketua DPRD Tobasa Boike Pasaribu yang memimpin rapat menyampaikan adanya perbincangan masyarakat dan aspirasi yang disampaikan dari berbagai pihak untuk mengubah nama Kabupaten Toba Samosir menjadi Kabupaten Toba. Perubahan itu bertujuan untuk menghindari kesalahan dalam penyebutan nama kabupaten ini.

Untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat, DPRD Kabupaten Toba Samosir memutuskan, menetapkan, dan menyetujui usulan perubahan nama tanpa mengubah luas kabupaten.

"Unsur persyaratan yang sudah terpenuhi melalui berbagai tahapan untuk melengkapi perwujudan Kabupaten Toba, dengan harapan masyarakat bersama pemerintah kabupaten tetap bahu membahu dalam pembangunan kabupaten tercinta ini," sebut Boike pada rapat paripurna tersebut.

Sementara, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian dalam nota pengantarnya menjelaskan bahwa kemiripan nama Samosir dengan Toba Samosir sering menjadi permasalahan oleh berbagai pihak secara langsung maupun tidak langsung. "Kemiripan nama tersebut mengakibatkan pemerintah pusat cenderung tidak bisa membedakan keduanya sehingga dapat merugikan kedua belah pihak, terutama Kabupaten Toba Samosir." jelas Darwin.

Karenanyalah, untuk menyikapi keadaan tersebut, perlu diadakan perubahan nama sehingga tidak lagi terjadi kesalahan-kesalahan administrasi. Bahkan sejarah, budaya, adat istiadat dan atau adanya nama yang sama merupakan faktor yang mengakibatkan pengusulan perubahan nama daerah itu.

"Berbagai tahapan telah kami lakukan, seperti, penampungan aspirasi dari berbagai kalangan masyarakat yang dimulai dari desa dan kelurahan. Tahapan selanjutnya, menyusun kajian teknis dengan melibatkan Universitas Nommensen yang notabene memiliki pusat kajian budaya Batak Toba", terang Bupati Darwin.

Setelah kedua tahapan itu dilakukan, persetujuan DPRD juga harus dilengkapi untuk selanjutnya dapat diajukan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Sumatera Utara. Pada rapat paripurna tersebut, seluruh tanggapan fraksi menyetujui dan menerima perubahan nama Kabupaten Toba Samosir menjadi Kabupaten Toba.

Senada dengan Bupati Toba Samosir, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tumpak Simanjuntak mengatakan, bahwa pergantian nama Kabupaten Toba Samosir menjadi Kabupaten Toba sudah final, hanya tinggal menunggu pengesahan.

"Seluruh pembahasan sudah selesai, nama Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) secara resmi dalam waktu dekat akan berubah atau diganti menjadi Kabupaten Toba," ujar Tumpak Simanjuntak, disela-sela acara temu ramah bersama Pemkab Tobasa, di Cafe Bunga Toba, Jalan Lumban Silintong, Balige, Minggu(13/10/2019),

Tumpak menceritakan bahwa usul pergantian nama Kabupaten Toba Samosir menjadi Kabupaten Toba diawali dengan adanya rencana bantuan pusat ke daerah Toba Samosir. Ketika itu karena nama yang mirip, akhirnya penyerahan bantuan jatuh ke Kabupaten Samosir.

"Antara nama Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Samosir rada mirip, mungkin karena ada kemiripan nama itu panitia memberikan ke Samosir, padahal kebutuhan harusnya ke Tobasa," sebut Tumpak seraya menyebut nama bantuan yang berpindah alamat adalah mobil pemadam kebakaran.

Ketika itu, Tumpak Simanjuntak mengaku bahwa, pergantian nama itu adalah atas usulnya dan diteruskan kepada Bupati Tobasa, Darwin Siagian dan ternyata sangat setuju. "Mudah-mudahan pada akhir tahun ini atau di HUT ke 21 Tobasa nanti nama Kabupaten Toba Samosir menjadi Kabupaten Toba sudah resmi berganti," ungkapnya kepada wartarakyat.co.id.

Sejarah singkat Kabupaten Toba (+Samosir)

Kabupaten Toba Samosir dimekarkan dari Kabupaten Daerah Tingkat II Tapanuli Utara setelah menjalani waktu yang cukup lama dan melewati berbagai proses, pada akhirnya terwujud menjadi kabupaten baru dengan Undang – Undang Nomor 12 Tahun 1998 tentang Pembentukan Kabupaten Dati II Toba Samosir dan Kabupaten Dati II Mandailing Natal di Provinsi Daerah Tingkat I Sumatra Utara.

Kabupaten Toba Samosir diresmikan pada tanggal 9 Maret 1999 bertempat di Kantor Gubernur Sumatra Utara oleh Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid atas nama Presiden Republik Indonesia sekaligus melantik Drs. Sahala Tampubolon selaku Penjabat Bupati Toba Samosir. Pada saat itu, sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten adalah Drs. Parlindungan Simbolon.

Perkembangan dan pembentukan/pemekaran wilayah tidak sampai disini saja, perubahan – perubahan lain semakin banyak terjadi seperti isu pemekaran kembali Kabupaten Toba Samosir menjadi 2 (dua) kabupaten. Isu ini berkembang seiring dengan situasi dan kondisi sosial, ekonomi dan politik yang berkembang pada saat itu.

Perkembangan kondisi sosial, ekonomi, dan politik dimasyarakat menginginkan Kabupaten Toba Samosir dimekarkan kembali menjadi Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Samosir (meliputi seluruh kecamatan yang ada di Pulau Samosir dan sebagian pinggiran Danau Toba di Daratan Pulau Sumatra) dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan guna mengejar ketertinggalan dari daerah lain.

Aspirasi yang berkembang di masyarakat ini tidak menunggu waktu yang begitu lama, hingga pada tahun2003 Kabupaten Toba Samosir dimekarkan menjadi Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Samosir yang ditetapkan dengan Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Samosir dan Kabupaten Serdang Bedagai di Provinsi Sumatra Utara dan diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004.

Sejak peresmian ini, wilayah Kabupaten Toba Samosir berkurang karena seluruh wilayah kecamatan yang ada di Pulau Samosir dan sekitarnya sebagaimana diatur dalam Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2003 tersebut masuk menjadi Kabupaten Samosir. Dan sejak tanggal 7 Januari 2004, Kabupaten Toba Samosir dari 20 Kecamatan, 281 Desa dan 19 Kelurahan mengalami perubahan baik jumlah kecamatan, desa dan kelurahan, jumlah penduduk, luas wilayah, dan batas – batas wilayah secara signifikan yakni menjadi 11 Kecamatan 179 Desa dan 13 Kelurahan. Sedangkan Kabupaten Samosir terdiri dari 9 Kecamatan, 102 Desa dan 6 Kelurahan.

Pada tahun 2006 Pemerintah Kabupaten Toba Samosir melaksanakan pemekaran kecamatan. Dari 11 kecamatan, dimekarkan kecamatan baru yakni Kecamatan Tampahan pemekaran dari Kecamatan Balige, Kecamatan Siantar Narumonda pemekaran dari Kecamatan Porsea, dan Kecamatan Nassaupemekaran dari Kecamatan Habinsaran. Pemekaran ketiga kecamatan baru tersebut ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Toba Samosir Nomor 17 Tahun 2006 tentang Pembentukan Kecamatan Siantar Narumonda, Kecamatan Nassau, Kecamatan Tampahan.

Pada tahun 2008 juga terjadi pemekaran kecamatan karena tingginya aspirasi masyarakat dalam pemerataan pembangunan. Adapun kecamatan yang dimekarkan adalah Kecamatan Parmaksian pemekaran dari Kecamatan Porsea dan Kecamatan Bonatua Lunasi pemekaran dari Kecamatan Lumban Julu yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor: 05 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kecamatan Parmaksian dan Kecamatan Bonatua Lunasi Kabupaten Toba Samosir.

Pada tahun 2008 juga telah dilakukan pemekaran desa sebanyak dua puluh empat desa. Dan pada tahun 2009 telah ditetapkan pembentukan dua puluh delapan desa, sehingga pada saat ini wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Toba Samosir terdiri dari enam belas kecamatan, tiga belas kelurahan dan dua ratus tiga puluh satu desa.

Dengan ditetapkannya PP No 14 Tahun 2020, maka sejak pengundangannya Kabupaten Toba Samosir secara resmi disebut sebagai Kabupaten TOBA, yang akan dimasyarakatkan selama waktu satu tahun kedepan.

Untuk diketahui bersama, Kabupaten Toba ibukotanya Balige, secara geografis terletak di daratan pulau Sumatera, sementara Kabupaten Samosir dengan ibukota Pangururan terletak di pulau Samosir ditengah Danau Toba.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Cara Mudah Mulai Investasi Saham 27 Mar 2020 16:14 WIB


 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia