KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupPembangunan PLTB Membuat Hutan Gunung Slamet Terancam Tak Selamat oleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 02:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki hutan tropis alami terakhir di Pulau Jawa dengan berbagai kekayaan flora dan fauna khas mulai dari Elang Jawa, Macan Tutul, Anggrek Gunung, hingga spesies Katak yang belum diberi nama,
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sumpah setia 10 Aug 2017 14:15 WIB

Derita Rakyat Jelata 31 Jul 2017 21:47 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

PGI Temui Presiden Jokowi Membahas Persoalan Kehidupan Kebangsaan
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 01-Aug-2017, 13:43:41 WIB

KabarIndonesia – Samosir, Pdt.Gomar Gultom MTh, Sekjen Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melalui laman websitenya memberitakan pertemuan Pengurus PGI dengan Presiden Jokowi, Senin (31/7). "Saya mengapresiasi langkah-langkah yang ditempuh oleh PGI, berikut karya nyata dalam merawat kemajemukan dan kebangsaan kita selama ini", demikian Presiden Jokowi mengawali ucapan selamat datangnya dalam menyambut Pimpinan PGI, pagi tadi, Senin 31 Juli 2017, di Istana Merdeka.

Selanjutnya Presiden menyampaikan komitmen Pemerintah untuk tetap menjaga kemajemukan dari rongrongan kelompok radikal dan yang bertentangan dengan Pancasila. Dalam kaitan ini, Presiden menyinggung langkah-langkah yang telah ditempuhnya berupa konsolidasi ormas-ormas agar bisa bersinergi untuk keutuhan dan pembangunan bangsa, khususnya terhadap ormas-ormas keagamaan.

Diberitakan bahwa dalam percakapan yang berlangsung dengan suasana keakraban dengan Presiden, PGI menyampaikan, antara lain:
1. PGI sangat menghargai kebijakan dan langkah-langkah yang ditempuh Presiden Jokowi dalam membawa masyarakat dan bangsa Indonesia keluar dari beragam masalah yang membelit bangsa kita belakangan ini. Warga gereja menyampaikan penghargaan dan doa atas kepemimpinan Presiden.
2. Dari berbagai perjumpaan PGI dengan umat selama ini, banyak harapan yang ditujukan kepada Presiden terkait dengan masih sulitnya mendirikan rumah ibadah di beberapa tempat. Bahkan ada gereja yang sudah memiliki IMB pun masih tak dapat melanjutkan pembangunannya, seperti GKI Yasmin di Bogor dan HKBP Filadelfia. Kedua jemaat ini sampai harus beribadah di depan istana untuk meminta perhatian Bapak Presiden.
3). PGI menghargai upaya pembangunan infrastruktur dan percepatan geliat ekonomi di Papua yang pesat belakangan ini. Namun sesuatu yang sesungguhnya sangat dinantikan oleh masyarakat Papua adalah penyelesaian pelanggaran HAM di waktu-waktu yang lampau dan penciptaan rasa aman penduduk berhubung dengan security approach yang masih menghantui penduduk. PGI mengingatkan agar pemerintah sebaiknya mengedepankan pendekatan kuktural.
4. PGI mendukung penerbitan Perpu 2/2017 dalam semangat untuk mengawal tegaknya konstitusi dari rongrongan kelompok-kelompok anti Pancasila. Namun PGI juga mengingatkan bahwa Perpu ini sangat rawan untuk membungkam kelompok-kelompok yang dinilai kritis terhadap pemerintah. PGI mengharapkan Perpu ini tidak digunakan untuk kepentingan kekuasaan, khususnya dalam rangka membungkam suara-suara kritis yang muncul dari masyarakat. Olehnya, PGI berharap ada kriteria yang terukur dan dapat dipertanggung-jawabkan secara juridis.
5. PGI menyatakan kegembiraannya atas dibentuknya UKP-PIP. PGI menilai hal ini sebagai wujud komitmen Presiden terhadap ditegakkannya nilai dan Ideologi Pancasila dalam kehidupan kemasyarakatan. PGI mensinyalir, sedikitnya 120 juta penduduk Indonesia kini "tuna Pancasila", sebagai akibat dari reformasi yang kebablasan meminggirkan ideologi Pancasila dari kehidupan kita berbangsa. Olehnya, PGI menyatakan komitmennya mendukung lembaga ini.
6. PGI juga mengingatkan Presiden Jokowi agar memberi perhatian terhadap pembangunan mental dan karakter bangsa. Sebab ada kesan yang sangat kuat di masyarakat bahwa Pemerintahan Jokowi cenderung lebih fokus kepada pembangunan infrastruktur. Pembangunan fisik memang penting tapi jangan sampai pembangunan mental dan karakter manusia Indonesia tak mendapatkan tekanan kuat.
7. Terkait soal Saksi Yehovah, yang marak dibicarakan di media sosial terkait dengan Perpu Ormas, PGI mengharapkan agar pemerintah lebih berhati-hati dalam mengambil sikap. Menyamakan Saksi Yehovah dengan HTI, adalah sebuah kekeliruan. Sebab keduanya berbeda sama sekali. Meskipun PGI juga banyak tidak setuju terhadap Saksi Yehovah, khususnya dalam hal ajaran, tapi menyamakan mereka dengan HTI adalah tidak pada tempatnya.

Pada pertemuan ini, PGI juga menyampaikan minimnya informasi dan penjelasan tentang apa saja yang dilakukan pemerintah dan kebijakan-kebijakan tertentu kepada masyarakat. Sebagai akibatnya, banyak masyarakat belum paham dan bahkan tak mengetahuinya dengan baik. Hal ini yang membuat masyarakat banyak salah paham dan cenderung mengikuti apa saja yang dikembangkan kelompok tertentu melalui media sosial, termasuk dalam hal ini soal pembangunan fisik, tenaga kerja asing dan hutang luar negeri.

Atas beberapa catatan yang disampaikan oleh PGI itu, Presiden Jokowi yang didampingi oleh Mensesneg, Praktikno, memberikan respon dan penjelasan yang penting untuk diketahui oleh masyarakat. Presiden mengatakan bahwa beberapa hal akan ditingkatkan, termasuk dalam hal informasi yang masih kurang. Presiden menyampaikan bahwa dalam waktu dekat para menteri akan turun ke rakyat untuk menyampaikan secara langsung apa yang selama ini sudah dilakukan dan kebijakan-kebijakan apa saja yang sudah diambil pemerintah untuk mensejahterakan rakyat.

Presiden juga terlihat mencatat beberapa hal yang dianggap penting. Presiden menyatakan betapa perlunya digenjot pembangunan infrastruktur untuk menstimulasi geliat ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia dibandingkan dengan negara tetangga. "Sekarang ini kita berada di bawah Singapore, Malaysia, bahkan Vietnam. Untuk ini, oleh karena keterbatasan APBN, kita mengundang investor asing, selain BUMN sendiri. Tapi tak perlu dikuatirkan, karena dengan BOT, tigapuluh tahun kemudian semuanya akan kembali kita kuasai", demikian Presiden.

Terkait hutang luar negeri, Presiden menyatakan bahwa yang ada sekarang adalah akumulasi dari pemerintahan sebelumnya. Selanjutnya Presiden menjelaskan, "Saya mewarisi hutang yang sudah mencapai 2700 triliun, dan dengan bunga 250 trilyun per tahun. Itu baru bunga, belum pokoknya. Sementara dari APBN kita yang 2080 triliun, kita hanya dapat menggunakan 400 triliun untuk pembangunan."

Menjawab harapan PGI tentang masalah Papua, Presiden menjanjikan akan terus mengedepankan pendekatan kultural. "Saya sudah ingatkan pimpinan militer untuk hal ini. Namun rupanya tidak mudah menanggalkan mind-set yang sudah puluhan tahun mengakar". Terkait dengan masalah Papua ini, seraya mensyukuri dan memuji kehadiran Presiden yang telah berkali-kali ke Papua, PGI mengingatkan janji Presiden untuk menyelesaikan masalah pelanggaran HAM di sana.

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan bahwa menyelesaikan permasalahan bangsa yang sangat kompleks ini membutuhkan kesabaran kita semua. "Kita tak mungkin menyelesaikan semuanya sekaligus. Dan saya juga tak bisa membuka front harus menghadapi semua pihak sekaligus." jelas Jokowi.

Sebelum berpisah, Pdt Bambang Wijaya, salah seorang Ketua PGI, memimpin doa untuk mendoakan Presiden dan keluarga serta kabinet dan seluruh program kerjanya. Adapun rombongan PGI terdiri dari Pdt. Dr. Henriette TH. Lebang (Ketum), Pdt Gomar Gultom (Sekum), Pdt. Dr. Bambang Wijaya (Ketua), Pdt. Dr. Albertus Patty (Ketua), A. Teras Narang (Ketua), Pdt. Krise Anki-Gosal (Wasekum), Pdt. Sri Yuliana (Sekretaris Eksekutif), Pdt. Henrek Lokra (Sekretaris Eksekutif), Jeirry Sumampow (Kepala Humas). (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra Resmikan Astra Biz Center BSD City Senilai Rp777 Miliaroleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 01:39 WIB


 
  Astra Resmikan Astra Biz Center BSD City Senilai Rp777 Miliar Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (kelima kiri) didampingi Presdir PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (keenam kiri), Direktur Independen Astra International Paulus Bambang Widjanarko (keenam kanan), Direksi Astra International Widya Wiryawan (ketiga kiri), Johannes Loman (keempat kanan), Suparno Djasmin (keempat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB


 
Timnas U-22 Berangkat ke Malaysia 13 Aug 2017 11:00 WIB

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia