KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalLowongan Kerja PT.Indomaret 2021 oleh : Danny Melani Butarbutar
12-Feb-2021, 00:57 WIB


 
  KabarIndonesia – Jakarta, 💳 Lowongan Kerja PT.Indomaret Resmi Dibuka. Dapatkan pekerjaan dari PT.Indomaret lewat program COVID19. Segera mendaftar pengembangan kompetensi berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK, atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi. Bantuan akan dikirimkan setiap
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA








 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
 
NASIONAL

PERAYAAN TAHUN BARU IMLEK DAN CAP GO MEH DI MASA PANDEMI COVID-19
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 06-Feb-2021, 15:06:40 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Tujuh hari lagi, umat Konghucu di seluruh dunia akan memperingati hari raya keagamaan. Namun untuk tahun ini hari raya keagamaan ini persis berada dalam situasi pandemi. Karena itu bila nanti pada saatnya (12 Februari) tiba, hendaknya dilakukan secara sederhana dan terbatas.

Mencermati hal ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas secara tertutup bersama jajaran Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy bahwa kepala negara telah memerintahkan jajarannya untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan saat perayaan Imlek yang jatuh pada 12 Februari nanti.

"Kami bertiga, pak menteri agama dan pak menteri kesehatan mendapatkan tugas dari bapak presiden untuk menyampaikan pesan pemerintah berkaitan dengan dilaksanakannya perayaan tahun baru imlek," kata Muhadjir

"Perayaan Imlek tahun ini memang masih berada dalam situasi pandemi, yaitu kita masih dalam suasana berupaya menangani wabah Covid-19," lanjut mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pemerintah pada dasarnya memahami perayaan Imlek bagi umat Konghucu tak hanya sekedar perayaan pergantian tahun semata.

"Tetapi lebih daripada itu, sebagai hari raya keagamaan yang semestinya diperingati. Kami semua memahami umat Konghucu sangat bergembira, mereka sudah lama mempersiapkan pelaksanaan ibadah besar sebagai ungkapan rasa syukur," jelasnya.

Gus Tutut, sapaan akrabnya, juga memahami dalam setiap perayaan Imlek ada budaya pemberian angpau bagi sesama umat. Bahkan, ia mengaku juga pernah menerima angpau dari masyarakat yang merayakan imlek.

"Di pesantren milik keluarga kami, dekat sekali dengan pemukiman masyarakat Tionghoa, anak-anak santri dan saya ikut datang ke rumah saudara yang merayakan Imlek, dan kita senang mendapatkan angpau," katanya.

Namun, dalam situasi pandemi seperti saat ini, pemerintah meminta agar umat Konghucu dapat bermawas diri. Pemerintah meminta agar perayaan imlek dilakukan dengan cara sederhana.

"Misalnya dengan cara virtual, saya sudah berkomunikasi dengan tokoh agama Konghucu terkait pelaksanaan Imlek tahun ini agar dilaksanakan sederhana, dilaksanakan melalui virtual, dan tidak akan mengurangi makna perayaan," jelasnya.

Kendatipun tidak dapat dirayakan secara luas, namun perlu kiranya para pembaca dan publik mengetahui latar belakang awal mula Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh. Berikut kami turunkan sebuah naskah artikel yang dikirimkan seorang penulis di laman medsosnya,

Perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh

Tahun Baru IMLEK adalah lafal dalam Bahasa Hokkian sedang dalam Bahasa Mandarin YIN LI 阴历 yang berarti KALENDER BULAN. Di Indonesia mereka merayakan Tahun Baru Imlek sebagai perayaan hari lahirnya Kong Hu Chu yang lahir di tahun 551 SM, sehingga dengan demikian penanggalan Imlek dan penanggalan Masehi itu berselisih 551 tahun. Jika tahun Masehi saat ini 2021, maka tahun Imleknya menjadi 2021 + 551 = 2572.

Sesuai dengan namanya hanya pergantian tahun sama seperti setiap tanggal 1 Januari tanpa ada kewajiban embel-embel lainnya, maka dari itu saya merasa heran banyak orang yang memberikan PATWA HARAM untuk Imlek. Bagi saya mereka yang menilai seperti itu sudah lebay over dosis.

Mengenai istilah Cap Go Meh, sang penulis menuturkannya sebagai berikut:

Cap Go Meh (十 五 暝) merupakan istilah yang berasal dari dialek Tiociu atau Hokkien. Secara harfiah, Cap Go diartikan lima belas dan Meh berarti malam. Dengan demikian, Cap Go Meh memiliki arti “malam kelimabelas”.

Sesuai dengan namanya, perayaan Cap Go Meh dirayakan setiap hari ke-15 setelah perayaan tahun baru Imlek. Jika disesuaikan dengan kalender Masehi, Imlek selalu berlangsung antara 21 Januari sampai 19 Februari, Maka 15 hari setelahnya adalah hari perayaan Cap Go Meh.

Pada dahulu kala, perayaan Cap Go Meh di Cina diselenggarakan secara khusus serta tertutup. Cap Go Meh hanya dirayakan oleh keluarga istana dan kalangan tertentu saja. Warga biasa tidak bisa melakukan perayaan Cap Go Meh karena awalnya perayaan ini dilakukan untuk menghormati Dewa Thai Yai, dewa tertinggi dalam dinasti Han (206 SM-221M).

Namun setelah pemerintahan Dinasti Han berakhir, perayaan ini menjadi lebih terbuka bagi siapa pun. Terlebih lagi saat Dinasti Tang (618-907 M), perayaan Cap Go Meh malah menjadi pesta rakyat yang dikenal dengan nama Festival Yuanxiao atau Festival Shangyuan.

Dalam perayaan Cap Go Meh, pertunjukan Barongsai merupakan lambang dari kepercayaan masyarakat Tionghoa. Barongsai diyakini sebagai pertanda kesuksesan, keberuntungan dan pengusir hal-hal buruk.
Cap Go Meh identik dengan hal apapun yang warna merah dalam imlek. Selain itu juga, banyak tarian naga,barongsai dan banyak wahana permainan lainnya.

Cap Go Meh dengan kembang apinya membuat perayaan ini salah satu yang meriah setelah Imlek.
Apalagi saat festival Cap Go Meh, orang tionghoa membagikan makanan khas Tiongkok dengan bahan baku yang halal untuk tetap menghargai orang lainnya yang tidak bisa memakan babi atau sejenisnya.

Kini, perayaan Cap Go Meh bukan lagi milik peranakan Tionghoa saja, melainkan sudah menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Mengenai LONTONG CAP GO MEH, makanan yang menjadi santapan lezat pada perayaan Cap Go Meh,
merupakan akulturasi warga Tionghoa dengan warga lokal di pulau Jawa. Dengan mengadopsi makanan padat berupa lontong, yang bentuknya panjang yang memaknai panjang umur.

Lontong disantap bersama telur yang melambangkan keberuntungan, santan berwarna kuning karena pemakaian kunyit juga melambangkan kekayaan warnanya menyerupai emas. Lontong Cap Go Meh kini telah dilestarikan sebagai salah satu menu pada perayaan Cap Go Meh khususnya bagi warga Tionghoa di pulau Jawa agar mendatangkan keberuntungan sepanjang tahun. (Oleh: Mang Ucup – Nio Tjoe Siang- LIANG ZI XIANG - 梁 子 祥, By Race I am Chinese and By Grace I am Christian) https://www.youtube.com/watch?v=HsaxyneNcdg, ,

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
 
Hacker ClanX12 15 Jan 2021 06:38 WIB

 

 
Kenaikan Cukai Rokok Ditunda 04 Nov 2020 00:50 WIB

 

 

 
 
 

 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia