KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (6) kita telah melihat, berbagai upaya untuk menyerang dan menjatuhkan Jokowi ternyata justru sering berbalik menjadi bumerang yang menjadikan elektabilitas Prabowo-Hatta terdegradasi. Jokowi-JK
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (4)

 
NASIONAL

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (4)
Oleh : Tonny Djayalaksana | 07-Jul-2019, 16:49:11 WIB

KabarIndonesia - Pada tulisan Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (3) sudah saya paparkan bagaimana alur cerita yang mebawa Jokowi hingga dicalonkan sebagai kandidat Capres oleh PDIP bersama JK sebagai Cawapresnya.

Memang, menyimak cerita pilpres 2014, sungguh cukup menguras banyak energi. Pada saat itu ada tiga kandidat yang digadang-gadang yang akan tampil bersaing, yaitu 1. Aburizal Bakrie 2. Joko Widodo dan 3. Prabowo Subianto.        

Ketika sekilas saya mengikuti perjalanan Bapak Aburizal Bakrie sebagai ketua umum Golkar, yang dicalonkan oleh partainya sendiri untuk maju diajang pilpres, peristiwanya sangat ironis sekali. Pasalnya, beliau pada menit-menit terakhir gagal memenuhi ambisinya untuk ikut bertanding di ajang pilpres tersebut.     

Salah satu penyebabnya adalah karena beliau tidak mendapatkan dukungan dari partai lainnya untuk berkoalisi dengan partainya guna memenuhi persyaratan KPU sebagai calon Presiden. Ini harus dilakukan karena kalau hanya mengandalkan suara partai Golkar saja, suaranya tidak mencukupi sesuai dengan peraturan dari KPU.       

Padahal jika kita mengikuti bagaimana cara Aburizal Bakrie mulai mensosialisasikan pencalonannya sebagai capres yang diusung oleh partai Golkar, seraya mengkonsolidasikan kekuatan partainya sungguh luar biasa sekali. Selama kurun waktu hampir dua tahun, beliau telah berkeliling ke seluruh kabupaten kota yang ada di tanah air ini.     

Entah sudah menghabiskan berapa besar energi dan modal yang dikeluarkan untuk operasi lapangan serta iklan yang tersebar dimana-mana. Sampai-sampai seolah-olah beliau sudah menjadi Presiden bayangan. Toh ternyata pada akhirnya beliau dan partainya hanya mampu menjadi partai koalisi untuk ikut mendukung salah satu pasangan calon Presiden, yaitu Prabowo Subianto.         

Hasil akhir yang diraih Aburizal Bakrie itu, menurut saya juga tidak terlepas dari hukum Semesta tabur-tuai, sebab-akibat. Hanya saja, saya tidak bisa merinci dimana dan apa yang menyebabkan Aburizal Bakrie harus mendapatkan hasil yang sama sekali di luar perencanaannya, sebab saya tidak mengamati langsung atas sepak terjang beliau di dunia politik pada saat itu.       

Begitu juga dengan Hatta Rajasa yang sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sejatinya juga telah ditetapkan dan diusung oleh partainya untuk menjadi calon presiden dari PAN. Namun pada kenyataanya, sekalipun PAN mencalonkan Hatta sebagai calon Presiden, beliau tidak mampu untuk mewujudkan keinginannya.     

Padahal pada saat itu, Hatta Rajasa juga didukung oleh partai Demokrat yang mana ketua umumnya adalah SBY, yang masih menjabat sebagai Presiden RI saat itu dan sekaligus juga merupakan besan dari Hatta Rahasa sendiri. Beliau hanya mampu mengantarkan Hatta Rajasa menjadi calon Wakil Presiden dari calon Presiden Prabowo Subianto yang saat itu juga menjabat sebagai Ketua Umum partai Gerindra.         

Akhirnya pemilihan Presiden periode tahun 2014 s/d 2019, hanya diikuti oleh dua pasang calon semata. Ada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo-Hatta yang sesuai dengan hasil pengundian di KPU mendapatkan nomor urut satu, serta pasangan dengan nomor urut dua yaitu Jokowi-JK. Ini berarti Prabowo akhirnya head to head dengan Jokowi. (Bersambung)     

  Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com               

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia