KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (6) kita telah melihat, berbagai upaya untuk menyerang dan menjatuhkan Jokowi ternyata justru sering berbalik menjadi bumerang yang menjadikan elektabilitas Prabowo-Hatta terdegradasi. Jokowi-JK
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (2)

 
NASIONAL

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (2)
Oleh : Tonny Djayalaksana | 03-Jul-2019, 07:04:51 WIB

KabarIndonesia - Pada tulisan Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (1), saya telah menuliskan bahwa semua cerita yang tertulis di dalam kitab suci, termasuk Al-Quran dan Hadits, bisa kita saksikan secara realita dalam peristiwa pilpres 2019 yang baru selesai sekarang ini.

Untuk itu, mari kita kupas bagaimana Semesta sebagai Sang Sutradara dari kehidupan ini, mengatur sekaligus menjalankan skenario yang sudah ditulis dalam cetak birunya tersebut.     

Kita mulai dari paslon dengan nomor urut 01 yaitu pasangan capres Joko Widodo dan Cawapres Ma'ruf Amin.      

Untuk capres Joko Widodo, saya sudah lama mengamati sepak terjang beliau ketika menjabat sebagai Walikota Solo. Ada sebuah peristiwa yang menarik dan menjadi kekaguman bagi saya, ketika beliau berselisih dengan Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, yaitu Bapak Bibit Waluyo. 

Singkatnya ceritanya sebagai berikut: JIWA BESAR SEORANG JOKO WIDODO Adakah yang masih ingat dan tahu kejadian apakah ini ? 

Jokowi (saat itu Walikota Solo) dan Bibit Waluyo (saat itu Gubernur Jawa Tengah) pernah berselisih pada tahun 2011 tentang pembangunan sebuah mall yang diijinkan Bibit Waluyo tapi ditolak oleh Jokowi. Alasan Jokowi adalah karena khawatir bisa menggerus  rezeki rakyat kecil. Dan juga bangunan yang akan dirobohkan tersebut sudah dibangun sejak tahun 1888 sehingga dianggap layak dijadikan cagar budaya.     

Bibit Waluyo marah terhadap Jokowi sampai-sampai melontarkan kata-kata yang tidak pantas terhadap Jokowi di depan umum, "Walikota Solo itu bodoh, kebijakan Gubernur kok ditentang. Sekali lagi saya tanya, Solo itu masuk wilayah mana? Siapa yang mau membangun?"     

Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, meskipun lahan Saripetojo merupakan aset/milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tetapi kewenangan untuk menerbitkan izin usaha berada di tangan Pemerintah Kota Solo.     

Sebagai respon Jokowi terhadap ucapan Bibit, Jokowi hanya berkata: "Saya memang bodoh, dari dulu saya itu bodoh. Saya juga heran kenapa rakyat memilih orang bodoh jadi walikotanya sampai dua periode."     

Akhirnya pembangunan mall dibatalkan dan diganti dengan rencana pembangunan sebuah hotel bintang empat, berlantai 20, dengan nama Hotel Saripetojo.     

Setelah Jokowi terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012, Jokowi membungkuk dan mencium tangan Bibit Waluyo selaku Gubernur Jawa Tengah saat keduanya menghadiri pelantikan FX Hadi Rudyatmo sebagai Walikota Solo, di Kompleks DPRD Solo, Jumat pagi, 19 Oktober 2012.     

Alasan Jokowi melakukan itu adalah karena dia menghormati Bibit Waluyo sebagai orang yang lebih tua dan lebih senior daripadanya. Jokowi sama sekali tidak menyinggung perselisihan masa lalu tersebut. Apalagi ada singgung kata "maaf".     

Sebenarnya itu adalah bentuk ajakan rekonsiliasi dari Jokowi kepada Bibit Waluyo untuk melupakan hubungan buruk mereka di masa lalu.     Sayangnya, jiwa Bibit Waluyo tidak cukup besar untuk merespon ajakan Jokowi tersebut. Dendam masih tersimpan di dalam hatinya. Ketika Jokowi menjabat tangannya, lantas membungkuk dan mencium tangannya, dia sama sekali tidak bereaksi. Ekspresi wajahnya juga kaku. Setelah itu Bibit terus melangkah, mengabaikan Jokowi. Seolah-olah Jokowi tidak ada di situ. Jokowi hanya tersenyum, berjalan di belakangnya.      

Jiwa besar seorang Jokowi sudah terbukti. Ada rekam jejak Jokowi yang bisa kita lacak.  Ini juga bukti bahwa Jokowi berkeinginan rakyat Indonesia tetap bersatu tidak saling membenci hanya karena perbedaan pandangan dan pilihan politik.      

( Thanx to Dinny Fay yang sudah memposting tulisan kompasiana "Bibit Waluyo yang tinggi hati dan tidak tahu sopan santun" yang ditulis oleh Daniel H.T tentang peristiwa ini. Itulah yang menginspirasi saya mengangkat kembali peristiwa ini dengan gaya bahasa saya dan mengutip beberapa bagian dari tulisan Daniel H.T )      

Mulai dari peristiwa di atas tadi, saya pun mendapatkan kesan yang mendalam terhadap Jokowi. Menurut penilaian saya, beliau tidak seperti mayoritas manusia biasa. (Bersambung)       

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com         

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia