KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
InternasionalPelihara Bumi Ini Dengan Perdamaian (4): Tidak Ada Tuhan Kecuali Aku oleh : Tonny Djayalaksana
09-Okt-2019, 05:21 WIB


 
 
KabarIndonesia - Melalui perenungan diri, saya berharap akan bisa lebih menghayati agama dan juga lebih dapat menekuni jalan hidup sehari-hari. Saya memastikan diri bahwa menjadi Mualaf merupakan suratan dari jalan hidup saya, dan setelah menjadi mualaf saya merasakan perubahan 180
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Rayuan Gombal vs Cinta Sejati 11 Okt 2019 08:58 WIB


 

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (19)

 
NASIONAL

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (19)
Oleh : Tonny Djayalaksana | 11-Aug-2019, 08:27:06 WIB

KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (18), telah saya ungkapkan bagaimana pun juga, meskipun Jokowi  telah menunjukkan kemuliaan akhlaknya, lawan-lawannya selalu melihatnya sebagai satu-satunya manusia di Republik ini yang harus disingkirkan.

Karena itu, ajang pilpres yang baru berakhir kemarin, bagi saya meninggalkan kesan dan pesan yang sangat mendalam. Saya sangat bersyukur kepada Semesta, di usia saya yang sudah senja, saya masih bisa menyaksikan dan mempelajari, semua peristiwa yang terjadi. Saya bisa menyaksikan dengan jelas, bukan lagi “KATANYA,”. Bagi saya ini sebuah karunia. Berkah dari Sang Keberadaan. Bagaimana tidak?     

Selama ajang pilpres ini berlangsung, saya bisa menyaksikan seribu satu macam sifat manusia dan Semesta betul-betul sedang memberi pelajaran ke diri saya, agar KESADARAN saya bisa meningkat terus sampai ke puncak yang paling tinggi. Agar melampaui Hukum Dualtas yang ada pada kehidupan di Semesta ini.          

Dari seluruh rangkaian cerita peristiwa yang terjadi dalam kehidupan saya, seperti tulisan saya di atas tadi, intisari dari semua peristiwa tersebut, sekali lagi membuktikan bahwa semuanya sudah terencana dengan sempurna dan ada di dalam cetak biru (blueprint) Grand Designnya Sang Kecerdasan Semesta Tanpa Batas.          

Hakekat semua kehidupan yang ada di Alam Semesta ini, hanya sandiwara dan lelucon semata. Tujuannya cuma satu AKU/TUHAN/ALLAH sebagai Sang Kecerdasan Semesta Tanpa Batas ingin dikenal. Maka AKU ciptakan ciptaan untuk mengenali AKU.          

Mari kita merenung sesaat. Untuk apa kita dihadirkan di Semesta ini? Bukankah hanya dengan satu tujuan saja? Yaitu mengabdi dan berkarya agar eksistensi-Nya Sang Kecerdasan Semesta Tanpa Batas bisa dikenal, titik.           

Kalaulah tingkat kesadaran manusia itu sudah mencapai level yang tinggi, maka akan bisa memahami, sesungguhnya masing-masing manusia dihadirkan di Semesta ini, sejatinya adalah hanya SENDIRIAN. Adapun kerumunan-kerumunan itu semuanya hanyalah kepura-puran saja. Kita lahir ke Semesta ini SENDIRI. Begitu juga kita pulang nanti SENDIRI. Dan hakekatnya makna kehidupan adalah hari ini, saat ini dan tempat ini.         

Semua gonjang-ganjing yang ada di Semesta ini, semata-mata hanya dikarenakan oleh pikiran dan egonya manusia itu sendiri. Semua hanya dikarenakan kesadaran manusia itu masih rendah. Akibatnya dia membiarkan Jiwa sebagai diri sejatinya terkubur oleh pikiran dan egonya sendiri. Padahal yang seharusnya, Jiwa menjadi majikan ditubuhnya. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Pikiran dan egonya yang menjadi majikannya. Maka diperlukan adanya seorang UTUSAN agar bisa membantu meningkatkan Kesadarannya.           

Jadi kalau di dalam ajaran syareatnya agama Islam, ketika manusia mati lalu dikubur, kemudian datanglah Malaikat untuk membangunkan lagi manusia itu di alam kuburnya untuk ditanya dengan kalimat pertanyaan, “Siapa Tuhanmu?"          

Menurut pemahaman saya, pertanyaan “Siapa Tuhanmu” itu sebenarnya justru diajukan ketika manusia itu masih hidup. Setiap manusia wajib bertanya kepada dirinya sendiri, “Siapa Tuhan saya?”  Manusia yang tingkat Kesadarannya  sudah tinggi, tentu dia tahu jawabannya. Akan tetapi bagi manusia yang kesadarannya masih rendah, pasti tidak bisa menjawabnya dengan benar. Karena Jiwa sebagai diri sejatinya masih terkubur di dalam tubuhnya dan tertutupi oleh pikiran dan egonya. Maka pada saat itulah Qiyamat itu datang. Arti Qiyam dalam bahasa Indonesia itu adalah Bangkit. Qiyamat itu hari Kebangkitan.          

Persis seperti bunyi salah satu Hadits Nabi: Pada saat itu Rasullulah ditanya oleh sahabatnya, kapan Qiyamat itu dating? Rasullulah menjawab sudah sangat dekat. Jadi menurut pemahaman saya, bukan saja sudah sangat dekat. Bahkan sudah tiba. Kapan tibanya? Sekarang. Saat ini juga, agar Jiwa sebagai diri sejati manusia yang selama ini masih terkubur bisa segera bangkit. Untuk segera mengambil alih peran yang tadinya dikuasai oleh pikiran dan ego yang menjadi majikan di tubuh manusia tersebut, sehingga bisa segera digantikan oleh Jiwa yang sehat dan penuh dengan Kesadaran.          

Bagi pemahaman saya, sesungguhnya di Semesta ini Tuhan/Allah tidak pernah mengkotak-kotakan semua makhluk ciptaan-Nya. Itu karena sifat Tuhan/Allah sebagai Sang Kecerdasan Semesta Tanpa Batas tidak terjebak dengan konsep Dualitas, Ruang dan Waktu. Semua yang sifatnya Dualitas itu tidak Kekal-Abadi. Dan satu-satunya yang Kekal-Abadi di Semesta ini cuma DIA semata. Karena DIA satu-satunya yang Monolitas. Oleh karena itu sifat Tuhan/Allah semuanya POSITIF.         

Sebagai penutup dari tulisan ini, saya ingin kembali mengutip 2 ayat yang merupakan dalil dari Al-Quran dan Hadits, yang menurut pemahaman saya, referensi ayat-ayat inilah yang menjadi cikal bakal dan penutup dari semua kehidupan yang ada di Alam Semesta. 

Berikut ini ayatnya:  Al-Quran surat Al-Hadid ayat 3: Allah berfirman Dia yang awal, Dia yang akhir, Dia yang Nyata, Dia yang Tidak Nyata dan Dia Maha Mengetahui. Dan riwayat sebuah Hadits Qudsy yang berbunyi: Aku ingin dikenal, maka Aku ciptakan ciptaan untuk mengenali Aku. (Bersambung)      

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com          

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia