KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit, dan Tol Media (Sebuah Kesaksian untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
FamGofest 2019 Hadir di BSD City 21 Nov 2019 09:18 WIB

 

 

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (16)

 
NASIONAL

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (16)
Oleh : Tonny Djayalaksana | 04-Aug-2019, 16:26:52 WIB

KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (15), kita telah diperlihatkan dengan jelas, bagaimana Prabowo yang sangat kuat secara modal, ternyata mampu dikalahkan oleh Jokowi yang kekuatannya ada di moral. Karena itulah saya menganggap Jokowi adalah utusan Semesta. Saya mengatakan demikian karena Jokowi mempunyai akhlak yang mirip dengan cerita-cerita para Nabi dan Rasul yang ada di dalam kitab suci masa lalu.

Mari kita bandingkan sosok seorang Jokowi dengan cerita-cerita, para Nabi dan Rasul di zaman peradaban manusia yang sudah lewat beberapa ribu tahun yang lalu tersebut. Berikut ini saya lampirkan tulisan berjudul SEJARAH PENGHINAAN, yang bisa menunjukkan akhlak seorang Jokowi:     SEJARAH PENGHINAAN     

Dalam sejarah Nusantara dan Republik Indonesia, belum pernah ada cacian, hinaan dan fitnah yang paling buruk, baik dari sisi manusia dan agama, kecuali cacian, hinaan dan fitnah yang diarahkan kepada Presiden Jokowi. Tidak ada satu pun, raja atau presiden, yang menerima sebutan terburuk selain dirinya.     

Di negeri yang saat ini bermayoritas muslim dan konon menjunjung tinggi tradisi kesusilaan serta budaya, selama bertahun-tahun memuja kata-kata kotor yang diarahkan kepada pemimpin negara dan bangsa, sementara kebijakan pemerintahannya tetap diikuti.     

Perlu daftar panjang menyusun kata-kata berikut penjelasannya untuk mengurai cacian, hinaan dan fitnah serta berbagai tuduhan itu:     "Presiden babi, presiden anjing, pemimpin LGBT, presiden yang akan menghalalkan babi panggang, melegalkan aborsi, anak PKI, cina tulen, antek asing, antek Yahudi, nama aslinya Oei Hiong Liong, sundal alias pelacur, shalat jenazah pakai duduk, mengganti rupiah dengan mata uang Tiongkok, burung unta, sinting, bebek lumpuh, idiot, plonga plongo, dungu, tidak tahu apa-apa, anak pungut, pengecut, ingusan, bodoh, tukang mebel tak pantas jadi presiden, banci, haid, bajingan, dll.          

Belum yang bernuansa agama: "Pemimpin taghut, Firaun, Dajjal, kafir, munafik, ketua partai setan, laknatullah, iblis, dll dll.     Belum yang fitnah dan hoax yang dilontarkan, dll.       

Ada sebutan yang lebih buruk dari itu? Tidak ada. Jokowi adalah makhluk manusia ternista dan terjahat sepanjang penciptaan manusia di muka bumi, melebihi Firaun atau Dajjal.       

Dan...       

Sebagian besar lontaran atau sebutan itu disampaikan oleh orang-orang yang mengaku beragama Islam! Luar biasa bukan? Ini bukan soal baper. Bukan soal tidak terima. Ini soal seberapa banyak kebencian yang kita miliki dan tertanam, serta seberapa dalam akhlak dan etika yang bisa kita lakukan. Di negara paling liberal atau paling atheis pun tidak kita temukan fenomena seperti negeri dengan mayoritas muslim terbesar di muka bumi ini.       

Bahkan, setelah seluruh proses pilpres usai dan pemenangan ditentukan, apakah cacian, makian, hinaan, hujatan, fitnah, dan hoax akan berhenti? Tentu saja tidak. Akan semakin banyak orang merasa lebih beriman sambil memupuk benci dan segala tuduhan.       

Beruntungnya, tukang mebel kurus itu bersabar dan diam. Tidak membalas balik dengan makian dan hujatan. Karena inilah, saya sebagai rakyat pemilik kekuasaan tertinggi, kemarin memilihnya.       

Saya cinta Anda Pak Joko Widodo sebagai ayahanda dan presiden saya di NKRI, untuk itu Anda pantas menjadi presiden NKRI. Jangan kan 2 periode namun seumur hidup Anda jika Anda tidak keberatan        

Kita sedang menulis sejarah kita sendiri.     
#muslimin #orangislam   #dfar 
#JokowiAdalahKami #JokowiAdalahCinta     Andhika agung       

Setelah kita membaca artikel tadi, saya rasa akhlak seorang Jokowi tidak kalah dibandingkan dengan seorang Nabi atau Rasul di peradaban manusia zaman manapun. Sebegitu dahsyat, keji,  dan biadabnya orang yang membenci beliau, tidak ubahnya ketika cerita di zaman Nabi dan Rasul di masa lalu bukan?       

Akan tetapi Jokowi masih tetap sabar dan tidak berubah. Beliau tetap fokus bekerja untuk memajukan negaranya serta meningkatkan kehidupan masyarakatnya. Saya sering merenung dan bertanya kepada diri saya sendiri, kalaulah peristiwa itu menimpa kepada diri saya, mampukah saya bersikap seperti beliau?        

Sekarang saja dalam menjalankan kehidupan di kesehariannya, apakah saya bisa mencontoh perilaku yang sama yang sudah dipraktekan oleh beliau sehari-harinya? Beliau telah menunjukan kepada rakyat bahwa beliau memang sebagai PELAYAN masyarakat dan rakyat adalah pemegang kedaulatan yang tertinggi.       

Selama ini saya belajar agama dan spiritualitas selalu mengacu kepada perilaku para Nabi dan Rasul yang nota bene, saya sendiri hanya bisa belajar atas dasar ilmu “KATANYA”. Itupun mati-matian kita berusaha untuk bisa mewarisi perilaku dan akhlak para Nabi dan Rasul. Padahal saat ini, di depan saya ada contoh yang bisa kita jadikan suri tauladan seperti juga kita meneladani para Nabi dan Rasul.       

Maka dengan demikian itu saya berani mengatakan bahwa sosok seorang Jokowi adalah UTUSAN dari Semesta bagi bangsa Indonesia, untuk bisa lebih meningkatkan kesadarannya, sehingga bisa memperbaiki akhlaknya masing-masing.        

Memang Jokowi juga merupakan manusia biasa. Tidak luput dari kesalahan serta kekurangan. Akan tetapi bagi saya, yang penting tingkat kesadaran beliau tinggi dan akhlak beliau mulia. Adapun masalah semua kekurangannya bisa diperbaiki. Karena seperti yang sering saya katakan, semua makhluk dan materi serta entitas lain yang ada di alam semesta ini tidak ada yang diam total. Semuanya sedang berproses di dalam ruang dan waktunya masing-masing. Jadi segala sesuatu yang masih ada kekurangannya, nanti akan tiba saatnya menjadi baik. (Bersambung).

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia