KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalDI ATAS LANGIT ADA LANGIT oleh : Tonny Djayalaksana
23-Aug-2019, 14:03 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pengacara 02 dalam Sidang Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) yaitu Bambang Widjojanto seperti menyimpan agenda tersendiri. Hal itu terlihat dari kejanggalan-kejanggalan yang saya ungkapkan sebelumnya.

Sidang pun berlanjut dengan acara mendengarkan saksi dan ahli dari
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (15)

 
NASIONAL

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (15)
Oleh : Tonny Djayalaksana | 03-Aug-2019, 15:45:15 WIB

KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (14), saya telah menguraikan bagaimana kekalahan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 merupakan bukti nyata akan adanya pesan dari Semesta. Bahwa sesungguhnya Hukum Karma, Tabur/Tuai, dan Sebab/Akibat, sesungguhnya semuanya itu bisa kita saksikan secara nyata.

Terkait dengan fenomena pertarungan Jokowi vs Prabowo ini, saya mendapatkan tulisan yang bagus dari teman facebook yang berjudul MORAL vs MODAL. Berikut ini tulisannya:       

MORAL vs MODAL          

Seorang birokrat yang juga teknokrat dan punya hubungan dekat dengan keluarga Cendana pernah bilang, bila uang keluarga itu kompak bersatu (anak-anak Suharto), maka mereka bisa membeli Indonesia. Itu setahun memasuki pilpres 2014, dan juga disampaikan kepada mbak Titiek sebagai petinggi Golkar kala itu. Namun keluarga Cendana belum kompak, mbak Titiek pun mengakui dan akhirnya sang ex suami, Prabowo pun gagal Presiden 2014.           

Menjelang 2019, Prabowo berhasil menyatukan keluarga Cendana. Merebak kabar mbak Titiek juga siap jadi ibu negara kalau Prabowo naik istana. Artinya, uang Cendana siap mendanai kampanye Prabowo. Ditambah uang keluarga Prabowo, cucu pendiri Bank BNI serta anak begawan ekonomi Sumitro yang jadi menteri berulang kali jaman orba. Hashim, adik Prabowo pun dikenal sebagai konglomerat elite yang ikut menjadi petinggi Gerindra.          

Tidak cukup sampai di situ, Prabowo menggandeng Sandiaga Uno konglomerat elite generasi lebih muda sebagai cawapres. Lalu memberi hak kepada mitra partai koalisi untuk mengatur kampanye, asalkan membawa dana segar. PKS dan PAN menjawabnya dengan mantap lantaran juga punya backing modal raksasa. Sumber modal lain yang tak kalah raksasa, adalah para pengusaha dan kelompok usaha Multinasional, korban kebijakan Jokowi, dari Petral hingga Freeport yang bermain mata dengan Prabowo. Tak ketinggalan rente ekonomi korup ikut ambil bagian.  
Maka terbayang akumulasi modal yang terkumpul. Sepertinya bisa membeli suara 3x orang Indonesia. Dengan kondisi luar biasa ini, mereka memasuki kancah pilpres 2019. Moral mereka ada di modal. Satu persatu mereka beli. Konsultan post true ala Brexit dan Trump dipanggil. Konsultan elite lokal macam RG, dan RR dicomot. Disertai membangun selain cyber army aktif, juga jejaring kerja dengan informal leader yang memiliki massa yang masif.          

Sampai di sini, rasanya mustahil mereka bisa kalah. Apalagi, ini menjadi semacam pertaruhan terakhir Prabowo, dan keluarga Cendana serta nama besar Suharto. Kembali berkuasa atau hilang ditelan sejarah. Sehingga apapun akan mereka bayar dengan modal seraksasa itu. Mereka siap memasuki pertarungan bahkan kehadiran kubu SBY seakan tidak digubris lagi, dianggap cuma bermodal kecil mungkin. Semua dianggap sudah pada relnya, jargon mereka pun sangat percaya diri, Indonesia menang.          

Tak ada yang salah, mereka pun sudah berhitung, hanya saja, tak ada yang bisa melawan kehendak Tuhan. Celakanya, lawan Prabowo adalah Jokowi, orang pilihan yang modalnya di moral. Semua yang ia perbuat selalu punya landasan moral, bukan modal. Seberapapun modal tercurah, tak kan bisa mengalahkan moral. Ini sudah hukum semesta, diwahyukan oleh Sang Khalik.          

Jokowi hanya orang biasa tapi ia dimuliakan dengan kekuatan cinta dan moral. Tukang kayu yang dirinya sendiri adalah kayu cendana, kayu harum yang maha kuat tak lekang dan retak hanya digempur oleh keluarga Cendana. Malaikat ada di bahu kanan Jokowi dan rakyat ada di bahu kirinya. Siap bahu membahu melawan kedurjanaan. Di pilpres 2019 ini, jadi ajang pembuktian, terberkatinya seorang Jokowi.          

Orang baik modalnya di moral. Dan yang sebaliknya, adalah mereka yang moralnya di modal.          

Bagi saya semua peristiwa yang terjadi didalam perjalanan kehidupan saya saat ini, itulah sesungguhnya guru sejati saya yang setiap saat telah memberikan pelajaran yang nyata. Semua cerita peristiwa sejarah yang ada di dalam kitab suci dari zaman ke zaman hingga terakhir semuanya tertuang di dalam kitab suci Al-Quran dan Hadits, dan sejarahnya berulang kembali didalam setiap kehidupan peradaban manusia pada zamannya.       Adapun bedanya kalau yang tertuang di dalam cerita sejarah yang ada di kitab suci, semuanya berdasarkan ilmu “KATANYA”. kKita tidak mengetahui, juga tidak melihat, serta tidak mengalami saat peristiwa itu terjadi.          

Saya simpulkan bahwa sesungguhnya di setiap peradaban manusia, Semesta itu selalu menghadirkan utusannya agar manusia pada zaman itu bisa belajar dari utusan yang dimaksud secara nyata. Bisa dialami serta juga bisa dirasakan. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak menyadarinya, mereka lebih suka mempelajari peristiwa yang sudah terjadi ribuan tahun yang lalu. Yang mana semua cerita itu hanya berdasarkan ilmu “ KATANYA”. Fakta dari kebanyakan manusia tidak suka dengan KEBENARAN, karena mereka takut akan kehilangan ILUSI-nya.          

Bagi pemahaman saya sosok seorang Jokowi. Beliau bisa dikatakan adalah UTUSAN dari Semesta.          

Mungkin akan banyak orang yang bertanya berdasarkan apa saya berani mengatakan seperti itu?           

Saya melihat sosok seorang Jokowi. Beliau mempunyai akhlak yang mirip dengan cerita-cerita para Nabi dan Rasul yang ada di dalam kitab suci masa lalu. (Bersambung)          

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com               

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia