KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiTHERE IS ONLY ONE KING ! oleh : Kabarindonesia
10-Jan-2020, 06:05 WIB


 
 
KabarIndonesia - Dia lah YESUS - RAJA DIRAJA atau RAJA DARI SEGALA RAJA.

Itulah sikap iman dari Elvis!. Banyak orang mungkin tidak yakin kalau Elvis termasuk penyanyi yang relijius.  Mana mungkin seorang King of Rock & Roll yang
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Opera Afeksi 08 Des 2019 14:27 WIB

Perih Paling Parah 26 Nov 2019 19:35 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (14)

 
NASIONAL

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (14)
Oleh : Tonny Djayalaksana | 29-Jul-2019, 16:21:18 WIB

KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (13), telah saya paparkan bagaimana akhirnya Prabowo harus menelan kebelumberhasilan untuk yang kesekian kalinya karena pendukungnya memiliki kesadaran diri yang rendah. Sehingga sesuai hukum Karma, Tabur-Tuai, Sebab-Akibat, mereka semua harus menanggung akibat perbuatannya sendiri-sendiri.

Dan seperti prediksi saya sebelumnya, Sandi akan termakan oleh senjatanya sendiri. Penyebabnya adalah karena beliau sudah menabur benih dalam Pilgub sebelumnya. Dimana lawannya adalah Ahok yang harus membayar karma akibat dari mulutnya yang tidak terkontrol. Pada saat itu, Sandi bukan lawan Ahok secara langsung, sekalipun Sandi sudah setahun sebelum pilgub DKI Jakarta berambisi untuk menggantikan Ahok.     

Meski bekerja secara all out, namun memang secara elektabilitas masih jauh kalau dibandingkan dengan Ahok. Karenanya, partainya sendiri Gerindra, masih enggan untuk mencalonkan Sandi menjadi cagub yang diusung partainya.           

Adapun lawan Ahok sebenarnya adalah Anies dan Anies dipilih didetik-detik terakhir. Setelah partai Gerindra kesulitan mencari figur yang cocok untuk mereka usung, akhirnya terpaksa pilihannya jatuh ke Anies. Padahal ketika pilpres 2014, sosok Anies sebagai tim pemenangan pasangan Jokowi-JK, paling gencar dan vokal menyerang pribadinya Prabowo. Tapi itulah yang namanya politik, memang tidak ada musuh abadi, yang ada adalah kepentingan pribadi.           

Konon sebenarnya ceritanya Anies bisa terlilih menjadi cagubnya Prabowo. Itupun tidak luput dari campur tangannya JK. Menurut sumber info A-1, di detik-detik terakhir JK yang mengusulkan Anies sebagai lawannya Ahok kepada Prabowo. Sampai akhirnya Prabowo setuju. Beliau bisa menghilangkan perasaan dendam yang selama ini masih terpatri dalam dirinya.          

Bahkan ketika Anies pertama dipertemukan di kediaman Prabowo, Anies belum sadar bahwa dirinya akan dicalonkan Prabowo melalui partainya yaitu partai Gerindra sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, berpasangan dengan Sandi. Kembali ingin saya tegaskan di sini, semua perjalanan ini sudah ada dalam skenario-Nya.          

Kita kembali ke Sandi. Kekalahan Sandi di Pilpres 2019 kemarin tidak terluput dari hukum semesta. Setelah saya amati sekilas tentang perjalanan kehidupannya, Sandi bisa disimpulkan sebagai orang yang sangat ambisius. Setiap apa yang dilakukannya, selalu penuh dengan muatan kepentingan pribadinya. Orientasinya adalah untuk kepentingan masalah duniawi.        

Sekalipun dikatakan bahwa beliau ini rajin ibadah, termasuk rajin melaksanakan ibadah sholat Dhuha, ibadah-ibadah wajib serta sunnah lainnya, itu semua karena ada muatan keinginan pribadinya. Apalagi beliau dikatakan orang yang taat dan disiplin dengan ajaran agamanya. Pasalnya di dalam ajaran syariat agama Islam memang dibenarkan untuk transaksi dengan Tuhan/Allah, asal kita taat menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Kita berhak meminta apa saja yang kita inginkan sepanjang permitaan kita itu tidak melanggar dari larangan-Nya.           

Namun, setelah saya bisa mengenali jati diri saya sendiri, saya mendapatkan pemahaman yang berbeda. Sesungguhnya Tuhan/Allah sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas, setelah merancang dan membangun Alam Semesta beserta seisinya ini, semua skenario yang sudah menjadi cetak biru (blue print), beliau serahkan semua urusannya kepada Sang Waktu yang menentukan.        

Beliau tidak lagi ikut campur dalam segala hal. Cukup jadi fasilitator saja. Hukum semesta itu sudah baku. Ada karma yang harus dibayar, hukum Tabur-Tuai serta Sebab-Akibat yang berlaku untuk semua kehidupan yang ada di Alam Semesta ini. Dan sebaik-baiknya makhluk adalah yang bermanfaat bagi semua penghuni Semesta ini.          

Dari satu peristiwa lalu beralih ke peristiwa lainnya, kalau kita peka akan pesan dari Semesta. Hukum Karma, Tabur/Tuai, dan Sebab/Akibat, sesungguhnya semuanya itu bisa kita saksikan secara nyata.           

Waktu terjadinya demo membela agama super damai yang berjilid-jilid itu, ada beberapa aktivis yang sudah menuai hasil dari apa yang mereka Tabur waktu itu. Sebut saja diantaranya ada Ratna Sarumpaet yang terlibat langsung dalam pergerakan demo tersebut. Pun musisi Ahmad Dhani. Ada juga mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. 

Selanjutnya ada pendiri Persaudaraan Alumni 212 Ustadz Bukhori Muslim dan Imam besar FPI Habib Rizieg Shihab yang kabur ke Saudi Arabia untuk menghindari jeratan hokum. Ada pula Lius Sungkarisma yang keturunan Cina. Ada Kivlan Zein, Eggy Sujana, Permadi, dan banyak lagi yang akan menyusul.          

Itulah sebuah bukti yang nyata, mengenai bekerjanya hukum Semesta. Sangat disayangkan kebanyakan manusia tidak sadar dan tidak mencermatinya. (Bersambung)    

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababanoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
04-Jan-2020, 04:31 WIB


 
  Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababan Artis papan atas, Judika Sihotang, menyedot ribuan pengunjung dalam acara hiburan terbuka Old and New 2020 yang dikemas oleh Pemkab Tapanuli Utara di lapangan Serbaguna Tarutung, Kamis (2/1) malam. Massa membludak di lokasi sehingga pengunjung berdesakan di lapangan. Bupati Nikson
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sosok Bunian Lahir Di Tubaba 22 Jan 2020 17:16 WIB


 

 

 

 
IMLEK AGAR KITA MELEK 23 Jan 2020 05:21 WIB

 

 
 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia