KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalDI ATAS LANGIT ADA LANGIT oleh : Tonny Djayalaksana
23-Aug-2019, 14:03 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pengacara 02 dalam Sidang Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) yaitu Bambang Widjojanto seperti menyimpan agenda tersendiri. Hal itu terlihat dari kejanggalan-kejanggalan yang saya ungkapkan sebelumnya.

Sidang pun berlanjut dengan acara mendengarkan saksi dan ahli dari
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (14)

 
NASIONAL

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (14)
Oleh : Tonny Djayalaksana | 29-Jul-2019, 16:21:18 WIB

KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (13), telah saya paparkan bagaimana akhirnya Prabowo harus menelan kebelumberhasilan untuk yang kesekian kalinya karena pendukungnya memiliki kesadaran diri yang rendah. Sehingga sesuai hukum Karma, Tabur-Tuai, Sebab-Akibat, mereka semua harus menanggung akibat perbuatannya sendiri-sendiri.

Dan seperti prediksi saya sebelumnya, Sandi akan termakan oleh senjatanya sendiri. Penyebabnya adalah karena beliau sudah menabur benih dalam Pilgub sebelumnya. Dimana lawannya adalah Ahok yang harus membayar karma akibat dari mulutnya yang tidak terkontrol. Pada saat itu, Sandi bukan lawan Ahok secara langsung, sekalipun Sandi sudah setahun sebelum pilgub DKI Jakarta berambisi untuk menggantikan Ahok.     

Meski bekerja secara all out, namun memang secara elektabilitas masih jauh kalau dibandingkan dengan Ahok. Karenanya, partainya sendiri Gerindra, masih enggan untuk mencalonkan Sandi menjadi cagub yang diusung partainya.           

Adapun lawan Ahok sebenarnya adalah Anies dan Anies dipilih didetik-detik terakhir. Setelah partai Gerindra kesulitan mencari figur yang cocok untuk mereka usung, akhirnya terpaksa pilihannya jatuh ke Anies. Padahal ketika pilpres 2014, sosok Anies sebagai tim pemenangan pasangan Jokowi-JK, paling gencar dan vokal menyerang pribadinya Prabowo. Tapi itulah yang namanya politik, memang tidak ada musuh abadi, yang ada adalah kepentingan pribadi.           

Konon sebenarnya ceritanya Anies bisa terlilih menjadi cagubnya Prabowo. Itupun tidak luput dari campur tangannya JK. Menurut sumber info A-1, di detik-detik terakhir JK yang mengusulkan Anies sebagai lawannya Ahok kepada Prabowo. Sampai akhirnya Prabowo setuju. Beliau bisa menghilangkan perasaan dendam yang selama ini masih terpatri dalam dirinya.          

Bahkan ketika Anies pertama dipertemukan di kediaman Prabowo, Anies belum sadar bahwa dirinya akan dicalonkan Prabowo melalui partainya yaitu partai Gerindra sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, berpasangan dengan Sandi. Kembali ingin saya tegaskan di sini, semua perjalanan ini sudah ada dalam skenario-Nya.          

Kita kembali ke Sandi. Kekalahan Sandi di Pilpres 2019 kemarin tidak terluput dari hukum semesta. Setelah saya amati sekilas tentang perjalanan kehidupannya, Sandi bisa disimpulkan sebagai orang yang sangat ambisius. Setiap apa yang dilakukannya, selalu penuh dengan muatan kepentingan pribadinya. Orientasinya adalah untuk kepentingan masalah duniawi.        

Sekalipun dikatakan bahwa beliau ini rajin ibadah, termasuk rajin melaksanakan ibadah sholat Dhuha, ibadah-ibadah wajib serta sunnah lainnya, itu semua karena ada muatan keinginan pribadinya. Apalagi beliau dikatakan orang yang taat dan disiplin dengan ajaran agamanya. Pasalnya di dalam ajaran syariat agama Islam memang dibenarkan untuk transaksi dengan Tuhan/Allah, asal kita taat menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Kita berhak meminta apa saja yang kita inginkan sepanjang permitaan kita itu tidak melanggar dari larangan-Nya.           

Namun, setelah saya bisa mengenali jati diri saya sendiri, saya mendapatkan pemahaman yang berbeda. Sesungguhnya Tuhan/Allah sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas, setelah merancang dan membangun Alam Semesta beserta seisinya ini, semua skenario yang sudah menjadi cetak biru (blue print), beliau serahkan semua urusannya kepada Sang Waktu yang menentukan.        

Beliau tidak lagi ikut campur dalam segala hal. Cukup jadi fasilitator saja. Hukum semesta itu sudah baku. Ada karma yang harus dibayar, hukum Tabur-Tuai serta Sebab-Akibat yang berlaku untuk semua kehidupan yang ada di Alam Semesta ini. Dan sebaik-baiknya makhluk adalah yang bermanfaat bagi semua penghuni Semesta ini.          

Dari satu peristiwa lalu beralih ke peristiwa lainnya, kalau kita peka akan pesan dari Semesta. Hukum Karma, Tabur/Tuai, dan Sebab/Akibat, sesungguhnya semuanya itu bisa kita saksikan secara nyata.           

Waktu terjadinya demo membela agama super damai yang berjilid-jilid itu, ada beberapa aktivis yang sudah menuai hasil dari apa yang mereka Tabur waktu itu. Sebut saja diantaranya ada Ratna Sarumpaet yang terlibat langsung dalam pergerakan demo tersebut. Pun musisi Ahmad Dhani. Ada juga mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. 

Selanjutnya ada pendiri Persaudaraan Alumni 212 Ustadz Bukhori Muslim dan Imam besar FPI Habib Rizieg Shihab yang kabur ke Saudi Arabia untuk menghindari jeratan hokum. Ada pula Lius Sungkarisma yang keturunan Cina. Ada Kivlan Zein, Eggy Sujana, Permadi, dan banyak lagi yang akan menyusul.          

Itulah sebuah bukti yang nyata, mengenai bekerjanya hukum Semesta. Sangat disayangkan kebanyakan manusia tidak sadar dan tidak mencermatinya. (Bersambung)    

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia