KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalDI ATAS LANGIT ADA LANGIT oleh : Tonny Djayalaksana
23-Aug-2019, 14:03 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pengacara 02 dalam Sidang Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) yaitu Bambang Widjojanto seperti menyimpan agenda tersendiri. Hal itu terlihat dari kejanggalan-kejanggalan yang saya ungkapkan sebelumnya.

Sidang pun berlanjut dengan acara mendengarkan saksi dan ahli dari
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (12)

 
NASIONAL

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (12)
Oleh : Tonny Djayalaksana | 27-Jul-2019, 15:04:36 WIB

KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (11), telah saya sampaikan bagaimana skenario Semesta telah mengantarkan KH Ma’ruf Amin sebagai sosok yang dipilih Jokowi untuk mendampinginya dalam Pilpres 2019.

Selang satu hari kemudian, dari pihak Prabowo juga mendeklarasikan pasangannya sebagai cawapres di Pilpres 17-4-2019 nanti. Dia adalah saudara Sandiaga Salahudin Uno. Sandi telah melepaskan jabatan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus menyatakan keluar dari partai Gerindra. Ia keluar dari partai Gerindra dimaksudkan agar tidak terjadi salah paham dari koalisi partai-partai pendukung, karena Sandi sendiri juga merupakan kader partai Gerindra.       

Permasalahan yang menyertai prosesi penentuan Sandi juga tidak kurang kontroversialnya. Pasalnya, sebelumnya para “Ulama” yang berada dalam barisan Prabowo telah mengeluarkan keputusan Ijtima “Ulama” yang mana di dalam salah satu persyaratannya meminta Pak Prabowo memilih cawapres dari dua nama yang sudah ditetapkan dari hasil Ijtima “Ulama” tersebut.  Diantara dua nama tersebut, ada nama Salim Asegaf sebagai ketua Dewan Suro dari PKS atau Ust. Abdul Somad yang tengah ngetrend saat ini dan digadang-gadang banyak sekali pengikutnya.       

Namun, setelah melalui berbagai macam lobi dan proses yang panjang, akhirnya disetujui oleh seluruh partai koalisi, bahwa Sandiaga Salahudin Uno-lah yang terpilih, walaupun dalam tahapan prosesnya muncul gunjingan-gunjingan yang kurang sedap. Misalnya rumor bahwa bisa terpilihnya Sandi tersebut, dikarenakan ada komitmen berupa pemberian sejumlah uang sebagai mahar yang telah diserahkan ke kedua partai pendukung, yaitu PAN dan PKS.        

Bahkan sempat terjadi sedikit kekisruhan. Salah satu partai pendukung yaitu partai Demokrat sempat merasa ditelikung meskipun pada akhirnya semuanya bisa diatasi. Begitu juga dengan hasil Ijtima “Ulama” yang tidak diakomodir. Setelah adanya lobi-lobi panjang, akhirnya untuk menunjukkan bahwa penunjukan Sandi sebagai cawapres Prabowo adalah sah, maka dibuatkan kembali Ijtima “Ulama” jilid kedua yang menyatakan setuju dan mendukung sepenuhnya kepada pasangan capres-cawapres, Prabowo-Sandi.          

Setelah kedua paslon selesai mendaftarkan ke KPU dan masing-masing sudah mendapatkan nomor, yaitu nomor urut 1 dan nomor urut 2, ternyata belakangan disepakati untuk menambah angka 0, agar tidak identik dengan nomor urut partai peserta pemilu. Jadi, untuk pasangan yang mendapatkan nomor urut 01 adalah pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, sedangkan nomor urut 02 adalah pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno.           

Setelah masing-masing paslon sudah mendapatkan nomor urut dari KPU, para sahabat saya kembali mendiskusikan kira-kira siapa yang akan tampil sebagai pemenang?           

Seperti biasanya sebelum saya berbagi padangan, saya coba menganalisa dulu perjalanan masing-masing paslon dan pasangannya. Alasannya, saya sangat meyakini bahwa setiap peristiwa sekecil apapun yang terjadi di Semesta ini tidak ada yang kebetulan. Semuanya sudah di skenariokan oleh Tuhan/Allah sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas. Apalagi peristiwa Pilpres yang merupakan sebuah perlehatan akbar, tentu Semesta sudah membuat skenarionya.          

Setelah pengamatan saya merasa cukup, saya sampaikan pandangan saya kepada para sahabat. Untuk paslon 01 khususnya Pak Jokowi bagi penilaian saya beliau adalah orang yang betul-betul mempunyai kesadaran yang sangat tinggi. Boleh dikatakan sudah selesai dengan dirinya sendiri. Saat ini beliau betul-betul mencurahkan seluruh potensi yang ada di dalam dirinya hanya untuk kepentingan dan kemaslahatan seluruh umat manusia. Jadi menurut saya kehadiran beliau di Semesta ini memang untuk menjadi utusan-Nya. Kalau tidak ada gangguan dari pasangannya, saya berkeyakinan beliau akan menjadi pemenang dalam pertandingan pilpres 17-4-2019.          

Begitu juga KH Ma'ruf Amin. Perjalanan kehidupannya relatif stabil. Karir beliau naik secara berjenjang. Itu menandakan beliau mempunyai pengalaman hidup yang mumpuni. Ini terbukti dari karir yang diemban saat ini. Sebagai anggota Wantimpres di zaman pemerintahan SBY. Menjabat Ketua Dewan Ekonomi Syariah. Ketua MUI dan sekaligus menjabat Rois Am PBNU. Walaupun usia beliau sudah bisa dikatakan tidak muda lagi, akan tetapi menjadi cawapresnya Pak Jokowi masih bisa memberikan kontribusi yang tidak kecil. Menurut saya pasangan 01 adalah pasangan yang paling membumi. Jadi kesimpulannya kehadiran Pak Ma’ruf Amin akan menambah amunisi bagi Pak Jokowi untuk memenangkan pilpres ini. (Bersambung)       

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com                  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia