KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
InternasionalPelihara Bumi Ini Dengan Perdamaian (4): Tidak Ada Tuhan Kecuali Aku oleh : Tonny Djayalaksana
09-Okt-2019, 05:21 WIB


 
 
KabarIndonesia - Melalui perenungan diri, saya berharap akan bisa lebih menghayati agama dan juga lebih dapat menekuni jalan hidup sehari-hari. Saya memastikan diri bahwa menjadi Mualaf merupakan suratan dari jalan hidup saya, dan setelah menjadi mualaf saya merasakan perubahan 180
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Rayuan Gombal vs Cinta Sejati 11 Okt 2019 08:58 WIB


 

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (1)

 
NASIONAL

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (1)
Oleh : Tonny Djayalaksana | 02-Jul-2019, 06:27:43 WIB

KabarIndonesia - Pesta demokrasi rakyat Indonesia yang digelar setiap lima tahun sekali dalam rangka pemilihan presiden baru saja berakhir.

Ketika masing-masing paslon sudah mendeklarasikan pasangannya dan mendaftarkan diri ke KPU untuk maju di ajang pemilihan Presiden Republik Indonesia pada periode 2019-2024, saya sering mendapatkan pertanyaan dari para sahabat, Saya pilih pasangan nomor berapa?       

Lalu apa jawaban saya? Menurut saya, terpilihnya seorang pemimpin untuk sebuah negara, ataupun sebuah komunitas, tentunya tidak akan terlepas dari hukum semesta yang sudah baku, yang diciptakan oleh Tuhan/Allah sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas. Apalagi untuk menjadi seorang pemimpin negara Indonesia yang notabene religius/agamis. Jadi pilihan saya akan sama dengan pilihan semesta.       

Setelah masing-masing paslon mendeklarasikan pasangannya, dimana Capres Jokowi memilih berpasangan dengan KH. Maruf Amin sebagai Cawapresnya, dan Capres Prabowo Subianto telah memilih berpasangan dengan Sandiaga Salahudin Uno sebagai Cawapresnya. Saat itu juga, Hasyim Djojohadikusumo sebagai petinggi Partai Gerindra yang sekaligus juga merupakan adik kandungnya Capres Prabowo Subianto, ketika ditanya oleh para awak media mengatakan pasangan Prabowo-Sandi adalah betul-betul pasangan yang sangat ideal dan sempurna. Beliau mengatakan bahwa pasangan ini akan memenangkan pilpres 17 April 2019 nanti, karena menurut beliau hanya TUHAN yang bisa mengalahkan pasangan Prabowo-Sandi.       

Begitu juga dengan pernyataan dari politisi senior Amien Rais yang berada dalam barisan pendukung Prabowo. Beliau juga mengatakan hal yang sama, hanya ALLAH yang bisa mengalahkan Prabowo-Sandi.       

Rakyat Indonesia yang hampir seluruh penduduknya beragama, dan mayoritas beragama Islam, sisanya terbagi dengan agama Nasrani, Buddha, Hindu, Kong Hu Chu dan yang lain-lainnya. Artinya masyarakat Indonesia percaya akan adanya Tuhan yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, semua orang yakin bahwa orang yang bisa menjadi pemimpin di Indonesia, sudah pasti atas kehendak dari Sang Maha Kuasa.       

Sampai akhirnya Pemilihan Presiden pun telah selesai, yang lucu masih ada yang berteriak-teriak bahwa pemilu curang. Padahal orang-orang yang berteriak-teriak tersebutlah yang selalu mengaku-aku paling kenal dengan Tuhan. Bukankah semua peristiwa yang terjadi di semesta ini tidak terlepas dari pada skenario dari Tuhan?        

Apalagi Hasyim sebagai adik kandungnya Prabowo dan Amien Rais, sudah memberikan statement bahwa capres yang mereka dukung cuma bisa dikalahkan oleh Tuhan. Jika ternyata mereka yang sudah mengatakan seperti itu, ternyata saat ini justru merekalah yang paling kencang berteriak pemilu curang. Apakah mereka tidak sadar, bahwa mereka secara tidak langsung sedang menuduh Tuhanlah yang mencurangi mereka?        

Sesungguhnya di setiap kehidupan, semesta selalu mengulang-ulang sejarah yang sudah pernah terjadi di masa lalu, dan di setiap peradaban manusia. Semesta selalu menghadirkan seorang utusan untuk dijadikan suri tauladan yang patut kita pelajari dan ikuti akhlaknya. Sayangnya, mayoritas menusia tidak peka atau belum sadar untuk menangkap pesan dari semesta tersebut.     

Padahal di depan mata kita setiap saat pesan semesta itu dengan jelas dan terang benderang, telah memberikan pelajaran-Nya kepada setiap manusia. Namun, mayoritas manusia justru malah lebih memilih belajar kepada peristiwa sejarah yang sudah lewat waktunya hingga ribuan tahun yang lalu. Dan yang lebih lucu lagi, semua tokoh pemeran utamanya dan tokoh-tokoh yang memerani peran pembantunya satupun tidak ada yang kita kenal.      

Hanya dengan modal keimanan/keyakinan/kepercayaan, maka mereka rela belajar dengan ilmu "Katanya dan Janji-Janji", sehingga hilang kesadarannya serta menjadi manusia yang tidak mempunyai akal sehat lagi.    

Bagi saya ajang pilpres yang baru selesai ini, betul-betul merupakan sebuah pelajaran yang sangat berharga. Bagaimana tidak? Semua cerita yang tertulis di dalam kitab suci, termasuk Al-Quran dan Hadits, bisa kita saksikan secara realita dalam peristiwa pilpres yang baru selesai ini. (Bersambung)     

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com            

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia