KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiJababeka Senior Living Luxury Retirement Home oleh : Kabarindonesia
08-Des-2019, 09:41 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jababeka Senior Living mempersembahkan Luxury Retirement Home, suatu konsep konsep layanan hunian bagi Senior (lansia) dengan standar hotel bintang empt tetapi perhatian dan kepeduian team Care sebagaiman layaknya tinggal di rumah sendiri yg penuh kasih sayang. Home Sweet
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Opera Afeksi 08 Des 2019 14:27 WIB

Perih Paling Parah 26 Nov 2019 19:35 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

Menko Polhukham Wiranto Himbau Masyarakat Waspada dan Tidak Terprovokasi
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 27-Sep-2019, 13:34:42 WIB

KabarIndonesia - Sebagaimana dilansir berbagai media terbitan Jakarta bahwa Menko Polhukam Wiranto mendapatkan informasi adanya kelompok baru di balik demonstrasi ricuh di sekitar DPR. Wiranto meminta semua elemen masyarakat dan mahasiswa tidak terprovokasi.

"Ada kelompok lain yang akan memanfaatkan teman-teman ini, apakah tukang ojek ataukah kelompok Islam garis keras, kemudian, ada lagi pelajar, itu sudah dimanfaatkan mereka. Saya katakan diambil alih oleh kelompok baru yang akan mempengaruhi teman-teman. Kemungkinan itu digerakkan oleh yang namanya tadi, gelombang baru," kata Wiranto di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (27/9/2019).

Ia meminta semua pihak, seperti mahasiswa dan pelajar, tidak terpengaruh oleh hasutan-hasutan dari pihak lain. Apalagi, menurutnya, tuntutan mahasiswa sudah diakomodasi pemerintah. Pemerintah juga sudah membuka komunikasi dengan mahasiswa.

"Sudah bolak-balik dikatakan, jangan terpengaruh, jangan terpengaruh hasutan, imbauan, provokasi, adu domba. Karena apa? Permintaan dari adik-adik mahasiswa yang sudah demonstrasi duluan kan sudah diakomodasi," ujarnya.

Sementara itu, menurut Wiranto, para pelajar yang turut serta dalam aksi tersebut hanya ikut-ikutan. Mereka tidak mengetahui tujuan demonstrasi tersebut. Dia meminta semua pihak tidak terpengaruh oleh ajakan berdemonstrasi yang akhirnya merugikan banyak pihak.

"Nah, ini saya kan memperingatkan, jangan, jangan sampai teman-teman kita ini yang saya sebutkan tadi itu kemudian dipengaruhi dan kemudian melaksanakan demonstrasi yang tujuannya nggak jelas sebenarnya. Kemarin kan dalam dialog dengan kepolisian kan ditanya para pelajar, kamu demo untuk apa? Nggak ngerti. Lalu sudah ada bukti-bukti bahwa demo itu ada yang membayar lagi," kata Wiranto.

Wiranto Ungkap akan Ada Gelombang Baru Libatkan Islam Radikal Buat Kekacauan

Sementara itu, dikabarkan seusai melakukan rapat terbatas di kantornya, dengan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga dari pihak keamanan, Menko Polhukam Wiranto menyatakan adanya gerakan gelombang baru yang ingin mengacaukan negara ini. Dia meminta semua pihak diminta untuk waspada.

"Dari informasi yang kita terima, nantinya akan ada satu gerakan gelombang baru. Ini supaya kita waspada, kita sudah tahu, bahwa akan ada satu bentuk gerakan gelombang baru, yang akan melibatkan beberapa kelompok masyarakat," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Kamis (26/9).

Dia menyebut salah satunya dan sudah terlaksana adalah menggerakkan pelajar, diprovokasi agar bisa menimbulkan korban.

"Antara lain, kelompok pelajar. Ya sudah kemarin, mereka sudah menghasut, memprovokasi adik-adik pelajar untuk berhadapan dengan aparat keamanan, dengan harapan muncul korban, dan korban itu mempersalahkan aparat keamanan, korban menjadi martir. Martir kemudian menciptakan satu gerakan yang lebih besar lagi. Gerakan yang lebih besar lagi menyebabkan chaos. Dan chaos akan membangun ketidakpercayaan kepada pemerintah yang sah. Dan itu yang disasar oleh mereka," tutur Wiranto.

Masih kata Wiranto, selain itu akan juga mencoba menggerakkan kelompok dari Islam radikal atau garis keras. Tak ketinggalan, tukang-tukang ojek, dan paramedis, juga akan digerakkan. Dengan cara menyebarkan informasi hoaks.

"Gerakan gelombang baru ini kita harus waspada. Karena akan menggerakkan kelompok islam radikal, kelompok islam garis keras, istilahnya, akan dikerahkan di sana. Juga melibatkan suporter hati-hati, suporter bola kaki, juga akan disasar untuk dilibatkan itu. Kemudian teman-teman buruh, jangan sampai juga mau atau dipengaruhi oleh mereka-mereka yang akan membangun kekacauan ini," jelasnya.

"Bahkan paramedis ini juga diberikan penyesatan. Bahwa paramedis ini yang salah mengambil keputusan dalam mengobati pasien akan kena denda Rp 1 juta. Katanya menurut undang-undang, tapi enggak ada. Ini provokasi yang menyesatkan. Sehingga kelompok paramedis kita ingatkan mengikuti provokasi, penyesatan itu," ungkap Wiranto.

Menko Polhukam ini menyadari, bahwa informasi ini dibeberkannya agar masyarakat tahu, bahwa aparat keamanan akan hadir menjaga ketentraman masyarakat.

"Kita bisa pisahkan, antara demonstrasi yang elegan dari teman-teman mahasiswa yang sudah terjawab. Dan kemudian demonstrasi susulan, atau mengambil alih demonstrasi yang elegan itu dengan sesuatu pertunjukan, satu sikap-sikap menimbulkan kekacauan," pungkasnya.

Panglima TNI Nyatakan Sikap Menghadapi Tindakan Anarkhis

Dalam video yang diunggah di media, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meminta siapa pun dapat menyampaikan aspirasi di negara demokrasi ini. Namun penyampaian aspirasi itu disebut Hadi harus sesuai dengan konstitusi.

"Saya Panglima TNI ingin menegaskan bahwa tugas TNI adalah menjaga keutuhan dan keselamatan bangsa sehingga demokrasi dan konstitusi dapat ditegakkan," ucap Hadi di Skuadron 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (27/9/2019).

Hadi Tjahjanto memastikan TNI berada di garis terdepan apabila ada yang ingin menjegal pelantikan presiden-wakil presiden terpilih. Presiden-wakil presiden terpilih telah sah melalui proses demokrasi (pemilu).

"Siapa pun yang melakukan tindakan anarkis, inkonstitusional, cara-cara yang kurang baik, termasuk ingin menggagalkan pelantikan presiden dan wapres terpilih hasil pemilu, akan berhadapan dengan TNI," tegas Hadi.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
LILIN ADVENT-NATAL 08 Des 2019 16:13 WIB

Kesehatan Manusia Dalam Alkitab 05 Des 2019 11:08 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia