KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
RohaniDualitas Ghaib-Nyata (2): Menemukan Resonansi Ilahi oleh : Tonny Djayalaksana
10-Des-2018, 15:05 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pada tulisan "Dualitas Ghaib-Nyata Bagian 1" telah dipaparkan tentang adanya fenomena manusia yang bisa berbicara dengan flora dan fauna. Temuan kenyataan tersebut serupa dengan yang diceritakan dalam Al Quran tentang Nabi Daud dan Nabi Sulaiman yang diberi keutamaan
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

MENKO MARITIM: Demi Ketahanan dan Keamanan Energi, Indonesia Harus Kembangkan Sumber Energi Terbarukan
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 30-Nov-2018, 10:56:24 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Dalam siaran pers Biro Informasi dan Hukum Kemenko Bidang Kemaritiman (29/11) disampaikan bahwa produksi minyak bumi, gas alam dan batubara nasional menurut data terkini cenderung mengalami penurunan, sementara di sisi lain konsumsi masyarakat terus bertambah.
“Produksi minyak bumi menurun 0,21 persen per tahun, dan konsumsi tumbuh 2,1 persen per tahun. Begitu pula dengan gas alam dan batubara yang tren produksinya juga terus turun. Kondisi seperti ini kita harus berhati-hati dalam hal ketahanan dan keamanan energi kita,” ujar Menko Luhut dalam paparannya pada acara Pertamina Energi Forum 2018, yang digelar di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Menko Luhut menambahkan selama 15 tahun lebih, khususnya untuk minyak bumi tidak ada eksplorasi baru. Hal demikian dikhawatirkan akan dapat berpengaruh besar terhadap ketahanan energi bangsa.

Oleh karenanya, lanjut Menko Luhut, Indonesia harus segera mendiversifikasikan sumber energinya, dan wajib mengembangkan berbagai sumber energi terbarukan (renewable energy) yang potensinya masih sangat besar untuk dikembangkan.

Pada energi panas bumi, Indonesia memiliki potensi sebesar 29,544 MW, biomass sebesar 32,654 MW, hydro sebesar 75,091 MW, mini dan micro hydro sebesar 19,385 MW, energi angin/bayu sebesar 60,647 MW, energi matahari sebesar 207,898 MW dan total sebesar 443,208 MW potensial energi dari sumber energi terbarukan.

“Potensi kita di renewable energi sangatlah besar, namun pemanfaatan atau utilisasi kita masih rendah. Pengembangan teknologi renewable energy ini akan semakin pesat seiring dengan semakin terjangkaunya teknologi baterai listrik atau lithium battery. Ini dapat mendorong pengembangan energi terbarukan,” jelas Menko Luhut, seraya menambahkan pemerintah akan menyiapkan insentif dan tata aturan untuk mendukung perkembangan sektor ini serta penguasaan teknologi.

Terkait dengan "lithium battery", menurut Menko Luhut, dalam waktu dekat ini pemerintah akan melaksanakan "ground breaking" pembangunan pabrik lithium battery yang akan menjadi produsen lithium battery terbesar di dunia.

“Segera kita akan ground breaking di Morowali, persiapannya kurang dari satu tahun. Dan itu adalah produsen lithium battery terbesar di dunia. Jadi kalau kita mau, yah kita bisa, kalau kepentingan nasional itu yang utama, segalanya pasti bisa. Indonesia harus jadi pemain utama lithium battery dan ini adalah fokus kita yang sangat penting. Kita yang nanti akan kontrol market dunia,” kata Menko Luhut Binsar Panjaitan.

Menyinggung soal pengembangan mobil listrik, Luhut mengatakan bahwa pengembangan baterai listrik menjadi faktor yang utama untuk keberhasilan mobil listrik. “Jadi akan bermuara pada lithium battery, ini akan menjadi faktor kunci karena akan menekan harga mobil listrik, lithium battery mengarah kepada kandungan nikel yang semakin besar. Jangan lupa, kita pun penghasil nikel terbesar di dunia, dan harganya juga merangkak naik sekarang ini. Saat ini lithium battery juga bisa didaur ulang, apabila ini berjalan tentunya ini juga akan menekan emisi gas rumah kaca dari kendaraan berbahan bakar fosil,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menko Luhut juga menyampaikan bahwa pembangunan Kilang Naphta dan Kompleks Petrokimia PT Pertamina dan PT CPC Taiwan dipandang penting untuk segera direalisasikan. “Presiden mengarahkan untuk percepat pembangunan kilang, karena manfaat pembangunan Kilang Naptha dan Kompleks Petrochemical di Indonesia akan banyak sekali,” jelasnya.

Nantinya, Kilang Naphta akan dibangun dengan kapasitas produksi mencapai 1 juta ton ethylene per tahun dengan nilai investasi pengembangan proyek kompleks petrokimia senilai US$ 6,49 miliar. Dan juga akan dibangun unit hilir yang akan menmproduksi produk turunan kilang lainnya untuk memenuhi kebutuhan industri nasional.

Menutup paparannya Luhut Panjaitan menegaskan bahwasanya Indonesia adalah negara besar dengan potensi yang juga besar, serta tidak bergantung apalagi didikte oleh negara lain.
"Saya ingin kita ini independen, karena negara ini terlalu besar untuk dikontrol oleh negara lain atau berpihak pada satu negara pun di dunia. Kita jangan pernah jadi antek oleh satu negara. Sekali lagi kita tegaskan, kita ini negara besar, kita harus bangga jadi Indonesia,” tutupnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia