KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
LOVE STORY BIBI LUNG & YOKO 27 Jun 2020 05:00 WIB


 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB


 
 
NASIONAL

MENDIKBUD: Jadwal Pembukaan Sekolah yang Diatur Secara Ketat
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 17-Jun-2020, 07:35:28 WIB

KabarIndonesia - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. mengumumkan disahkannya Surat Keputusan Bersama mengenai panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran dan tahun akademik baru di masa pandemi Covid-19, pada Senin (15/6/2020). Dengan demikian kalender akademik tahun ajaran baru adalah Juli dan tak ada perubahan.

Dikabarkan pengumuman didasarkan pada SKB tersebut ditandatangani empat menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim; Menteri Agama Fachrul Razi; Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto; dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Mendikbud Nadiem Makarim dalam presentasinya via telekonferensi mengatakan, panduan ini menitikberatkan pada kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, keluarga dan masyarakat.

"Kami tidak mengubah kalender pembelajaran tapi kita sudah mengambil keputusan di Kemendikbud, untuk daerah zona kuning, oranye dan merah, dilarang saat ini melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan," ujar Nadiem.

Perlu diingat, dalam hal ini Kemendikbud fokus menyoal pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
Sementara pendidikan di pesantren dan pendidikan keagamaan menjadi ranah dan akan dibahas oleh Menteri Agama dalam beberapa hari ke depan.

Dalam pemaparannya, Kemendikbud membagi empat zona, yakni merah, oranye, kuning dan hijau. Khusus zona merah, oranye, dan kuning yang mencapai 94 persen, pola pembelajaran tetap berlangsung di rumah untuk semua satuan pendidikan dari usia dini, pendidikan dasar sampai pendidikan menengah.

"Jadinya, zona merah, kuning dan oranye, di mana 94 persen peserta didik tidak diperkenankan pembelajaran tatap muka, jadi masih belajar dari rumah," ucap Nadiem.

Sementara pembelajaran tatap muka hanya boleh berlangsung di zona hijau, di mana hanya 6 persen dari populasi peserta didik. "Saat ini yang hanya 6 persen di zona hijau kami perbolehkan Pemda untuk pembelajaran tatap muka tetapi dengan protokol sangat ketat," imbuh dia.

Meski demikian, pembelajaran tatap muka di zona hijau harus memenuhi keputusan bertingkat izinnya dari Pemkab atau Pemkot, lalu Pemda atau Kanwil/Kantor Kemenag.

Tahap berikutnya, satuan pendidikan harus memenuhi semua daftar periksa dan siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, tapi pada akhirnya harus berdasar izin orangtua murid.

Ia mencontohkan, jika di semua tingkatan tersebut memberikan izin untuk pembelajaran tatap muka, tapi ada orangtua yang khawatir, maka anaknya bisa belajar dari rumah.

"Misalnya zona sudah hijau dan Pemda izinkan dan satuan pendidikan sudah memenuhi cek list, tapi tidak bisa memaksa murid yang orangtuanya tidak memperkenankan anaknya ke sekolah. Kalau orangtuanya tidak nyaman murid dipersilakan belajar dari rumah. Jadi kita punya level persetujuan," terang Nadiem.

Perlu diketahui, untuk sampai pembelajaran tatap muka pun berjenjang dan tahap satu dimulai dari satuan pendidikan menengah, yakni SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, Mts, Paket B. Pembelajaran tatap muka tahap satu untuk jenjang pendidikan di atas ini berlangsung pada bulan pertama sesuai kalender akademik tahun ajaran baru.

Pembelajaran tatap muka untuk pendidikan dasar, baru dimulai pada bulan III pembelajaran tatap muka untuk SD, MI, dan SLB. Dan untuk PAUD formal, TK, RA, dan TKLB dan nonformal, baru boleh pendidikan belajar tatap muka pada bulan V kalender akademik.

Mendikbud dengan tegas menyatakan bahwa jika ada perubahan status daerah dari zona hijau menjadi kuning atau merah, maka sekolah harus segera ditutup. "Begitu ada penambahan kasus atau level risiko daerah naik, maka satuan pendidikan wajib ditutup kembali," kata Nadiem.

Sementara sekolah dan madrasah berasrama pada zona hijau, dilarang membuka asrama dan melakukan pembelajaran tatap muka selama masa transisi (dua bulan pertama).

Nadiem mengaku tidak mudah untuk memulai pembelajaran tatap muka. Pihak pengelola sekolah harus memenuhi daftar periksa kesiapan sebelum sekolah memberlakukan pembelajaran tatap muka.

Sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi oleh kabupaten/kota yakni:
1. Kota atau kabupaten berada di zona hijau
2. Pemerintah daerah wajib memberikan izin.
3. Satuan pendidikan atau sekolah wajib memenuhi semua daftar periksa dan telah siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka.
4. Orangtua atau wali dari peserta didik setuju dengan pembelajaran tatap muka.

Mendikbud juga menegaskan, keempat syarat tersebut wajib untuk dipenuhi sebelum sekolah kembali melakukan pembelajaran tatap muka.
Dikatakannya, bahwa pihak sekolah pun harus memenuhi daftar periksa kesiapan satuan pendidikan sesuai protokol kesehatan Kemenkes sebagai berikut:

1. Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan: toilet bersih; sarana cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun atau hand sanitizer; dan disinfektan.
2. Mampu mengakses fasilitas layanan kesehatan (puskesmas, klinik, rumah sakit dan lainnya).
3. Kesiapan menerapkan area wajib masker kain atau masker tembus pandang bagi yang memiliki peserta didik disabilitas rungu.
4. Memiliki pengukur suhu tubuh tembak. (thermo gun)
5. Pemetaan warga satuan pendidikan yang tidak boleh melakukan kegiatan di satuan pendidikan:
- Memiliki kondisi medis penyerta yang tidak terkontrol
- Tidak memiliki akses transportasi yang memungkinkan penerapan jaga jarak
- Memiliki riwayat perjalanan dari zona kuning, oranye, dan merah atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum menyelesakikan isolasi mandiri selama 14 hari
6. Membuat kesepakatan bersama komite satuan pendidikan atau senat akademik perguruan tinggi terkait kesiapan melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Proses pembuatan kesepakatan tetap perlu menerapkan protokol kesehatan.

"Sementara bagi satuan pendidikan mulai melakukan persiapan walau daerahnya belum berada pada zona hijau, berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kanwil/Kantor Kemenag." pungkasnya. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
HOW ARE YOU MY FRIEND? 27 Jun 2020 05:21 WIB

Masihkah Ada Rasa Damai Di Hati? 21 Jun 2020 14:23 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia