KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter HOKI Juni 2017: Menulis Untuk Kebaikan Indonesia oleh : Redaksi HOKI
21-Jun-2017, 07:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Terlahir pada sebuah kota kecil di lereng kaki Gunung Slamet yang tenang, tenteram dan damai, di Kecamatan Bumiayu, Brebes Jawa Tengah, tidak membuat sosok Rohmah Sugiarti menjadi pribadi yang anteng, kalem dan cepat merasa puas. Digerakkan
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Rahwana 15 Jun 2017 17:52 WIB

Luka Hati yang Tak Bertuan 08 Jun 2017 10:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kota Pintar akan Ciptakan Peluang Besar, Bagaimana dengan Indonesia?

 
NASIONAL

Kota Pintar akan Ciptakan Peluang Besar, Bagaimana dengan Indonesia?
Oleh : Rohmah Sugiarti | 20-Mei-2017, 05:04:26 WIB

KabarIndonesia - Sejumlah negara di dunia, menerapkan kemajuan teknologi informasi pada proses adaptasi untuk melahirkan model pendekatan pembangunan yang relatif baru yang disebut Kota Pintar (Smart City).

Kota Pintar didesain mampu meningkatkan produktivitas manusia yang tinggal di dalamnya, sebagai akibat penataan dan pengelolaan kota yang dilakukan dengam memanfaatkan teknologi informasi dan digital secara optimal di semua aspek. Singkatnya, kota dikembangkan menjadi mesin ekonomi dan produktivitas yang pada akhirnya menjadikan masyarakatnya sehat, produktif, dan sejahtera. 

Beberapa kota di dunia yang saat ini sudah lebih dulu melangkah adalah Barcelona (Spanyol), New York (AS), London (Inggris), Nice (Prancis), dan Singapura. Kelima kota ini dinilai memiliki keunggulan masing-masing dalam penerapan konsep Kota Pintar.  

Bagaimana dengan Indonesia? Di atas kertas, Indonesia jelas memiliki kesempatan yang sama untuk menerapkan konsep Kota Pintar di berbagai kota yang ada. Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar,  dan ibukota provinsi dan kota kabupaten, dan kota-kota lain yang memiliki potensi semakin dikembangkan menjadi Kota Pintar (Smart City) yang berujung salah satunya menjadi kota tujuan wisata atau industri.

Tentu saja, untuk merealisasikan itu, diperlukan bukan saja kemauan, tapi juga kesungguhan dan komitmen serius dari seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun lokal, termasuk kalangan industri dan dunia usaha.  

Langkah yang lain yang patut dilakukan adalah bagaimana mensosialisikan gagasan pembangunan Kota Pintar (Smart City) ke seluruh masyarakat dan pemangku kebijakan, sekaligus membangun citra Kota Pintar itu sendiri.   Tantangan Indonesia menjadikan kotanya lebih pintar dan efesien masih banyak. Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, saat menjadi pembicara kunci dalam seminar Smart City : Big Bussines Big oportunity, di Hotel Mulia, Kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (19/5).   Darmin membeberkan berbagai tantangan Indonesia mengembangkan konsep kota pintar atau smart city di berbagai daerah. Konsep tersebut, tidak hanya diperuntukkan bagi kota-kota besar, melainkan juga kota kecil agar menciptakan pemerataan.  

“Tentu tidak mesti sama, satu kota dengan yang lain. Bisa berbeda. Nanti akan ada modelnya,” ujar Darmin, saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat 19 Mei 2017.  

Berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan smart city, di antaranya adalah ketimpangan digital. Dampak dari smart city tentu harus dirasakan seluruh pihak, agar tidak ada yang dirugikan baik dari sisi pekerjaan maupun tingkat kehidupan. Selain itu, dari sisi belum tersedianya infrastruktur pendukung.  

Belum lagi, kualitas sumber daya manusia yang belum memadai dalam mengembangkan, maupun menjalankan sistem teknologi yang dibutuhkan untuk sebuah kota pintar. Sementara itu, yang terakhir, adalah penyesuaian infrastruktur eksisting yang nantinya terhubung dengan teknologi masa kini.  

“Dapat dibayangkan jika dari elemen teknologi dan komunikasi saja, sudah dapat meningkatkan produktivitas masyarakat, maka dampak negatif bisa diminimalisasi,” katanya.  

Kementerian atau lembaga terkait, kata Darmin, pun saat ini tengah menyusun dan melaksanakan program menuju pembangunan smart city sesuai dengan sektor masing-masing. Misalnya saja, Kementerian Perhubungan yang saat ini menerapkan Intelligent Transport System untuk menciptakan sistem pengaturan transportasi yang efisien.  

Bahkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pun telah menerapkan program kota cerdas berkelanjutan, yang menggunakan teknologi untuk memaksimalkan sumber daya kota. Dengan begitu, diharapkan pengembangan smart city bisa direalisasikan.  

Meskipun pemerintah pusat terus berupaya mengembangkan smart city, eksekusi tetap berada di tangan pemerintah daerah. Darmin menilai, para pemimpin daerah pun harus memiliki komitmen kuat mengembangkan konsep smart city untuk meningkatkan kelayakan hidup masyarakat dan kenyamanan kota.  

“Jangan lupa, kami tidak merencanakan. Karena, penguasa kota itu, pemerintah daerah dan penduduknya. Pemerintah hanya berbuat hal yang sifatnya nasional,” katanya.  

Sejauh ini, DKI Jakarta, Bandung, dan Surabaya dianggap sebagai salah satu kota yang mulai mengembangkan konsep smart city. Daerah lain, ditegaskan Darmin, tentu tidak harus mengikuti konsep yang dimiliki ketiga wilayah tersebut. Sebab, konsep smart city yang efisien, tentu akan mengacu pada karakteristik daerah tersebut.  

“Surabaya misalnya, fokusnya e-government. Nah, bisa menatanya dari apa? Apakah itu logistik, angkutan, atau yang lainnya. Masing-masing berbeda,” ujarnya.  

Di beberapa negara, kemajuan teknologi informasi itu diadaptasi untuk melahirkan model pendekatan pembangunan yang relatif baru yang disebut kota pintar (smart city). 

Konsep kota pintar diyakini bisa menjadi solusi atas persoalan pembangunan di banyak negara. Kota pintar di desain untuk mampu meningkatkan produktivitas manusia yang tinggal di dalamnya, sebagai akibat penataan dan pengelolaan kota yang dilakukan dengan memafaatkan teknologi informasi dan digital secara optimal di semua aspek.  

Mulai dari sistem pengelolaan dan pemanfaatan energi, pengaturan tata ruang, pembangunan gedung, pengendalian kualitas lingkungan, sistem transportasi, hingga transaksi keuangan dan pembayaran, serta pelayanan publik. Singkatnya, kota dikembangkan menjadi mesin ekonomi dan produktivitas yang pada akhirnya menjadikan masyarakatnya sehat, produktif dan sejahktera.  

Beberapa negara di dunia yang saat ini sudah lebih dulu melangkah adalah  Barcelona, New York, London, Nice dan Singapura. Bagaimana dengan Indonesia? Di atas kertas, kota-kota di Indonesia jelas memiliki kesempatan yang sama untuk menerapkan konsep kota pintar.  

Tentu untuk merealisasikan itu diperlukan bukan saja kemauan, tapi juga kesungguhan dan komitmen serius dari seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun lokal, termasuk kalangan industri dan dunia usaha. Langkah lainnya adalah bagaimana mensosialisasikan gagasan pembangunan kota pintar ke seluruh masyarakat dan pemangku kebijakan, sekaligus membangun citra kota pintar itu sendiri.  
Seminar yang diselengagarakan Frontier Consulting Group bersama Tempo Impresario Menghadirkan David Reibstein, Professor Marketing at Wharton Business School, University of Pennsylvania; Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan; Cahyo Kumolo, Menteri Dalam Negeri; Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, seminar ini diharapkan memberikan perspektif yang lebih untuh tentang bagaimana implementasi pengembangan kota pintar yang bisa memberikan nilai baru bagi peningkatan kualitas kota sekaligus memberikan benefit ekonomi secara jangka panjang.  

Keempat pembicara tersebut memaparkan tentang konsep dan strategi pengembangan kota pintar dalam berbagai bidang untuk mendukung peningkatan eekonomi nasional. Selain keempat pembicara utama di atas, dalam seminar ini juga diadakan diskusi panel dengan tema Peluang Bisnis. (*)  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
1.752 Mekanik Andal Untuk Mudik Aman dan Nyamanoleh : Rohmah Sugiarti
22-Jun-2017, 14:18 WIB


 
  1.752 Mekanik Andal Untuk Mudik Aman dan Nyaman Presdir PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto (tengah), memakaikan helm kepada mekanik Astra yang bertugas dalam Astra Holiday Campaign (AHC) 2017 didampingi Direktur Independen PT Astra International Tbk Paulus Bambang Widjanarko (kiri), Direktur PT Astra International Tbk Johannes Loman (ketiga
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Tentang Cinta 15 Jun 2017 18:49 WIB

Peran Teritorial dan Babinsa TNI 13 Jun 2017 12:37 WIB

 

 

 

 

 

 

 
Ramadhan 15 Jun 2017 05:55 WIB

 

 

 
Hari Media Social 2017 11 Jun 2017 04:40 WIB


 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia