KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiSenior Living D’Khayangan - Five Star Service with Three Star Price oleh : Kabarindonesia
13-Mei-2019, 17:47 WIB


 
 
KabarIndonesia - Tidak bisa dipungkiri bahwa d‘Khayangan bagi saya merupakan Senior Living Bintang Lima dan ini bukan sekedar katanya saja, melainkan berdasarkan pengalaman saya pribadi sendiri yang sering datang berkujung ke d'Khayangan.

Kesan pertama yang saya dapatkan adalah lokasinya
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

Harapan 08 Mei 2019 06:04 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
24 Tahun Tenggelamnya KMP Gurita 18 Mei 2019 04:40 WIB


 

Kenapa NU Tidak Lagi Panggil Non-Muslim Dengan Sebutan Kafir?

 
NASIONAL

Kenapa NU Tidak Lagi Panggil Non-Muslim Dengan Sebutan Kafir?
Oleh : Kabarindonesia | 01-Mar-2019, 12:46:44 WIB

KabarIndonesia - Konferensi Besar NU antara lain menyerukan umat muslim agar berhenti memanggil kaum non-muslim dengan sebutan kafir. NU menilai istilah tersebut bisa menjurus kepada tindak diskriminasi atau bahkan persekusi.

 Isu kenegaraan menempati agenda utama dalam Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Huda al-Azhar, Banjar. Salah satu keputusan monumental dalam pertemuan tersebut adalah seruan untuk berhenti memanggil kaum non-muslim dengan sebutan kafir.

"Kata kafir menyakiti sebagian kelompok non-Muslim yang dianggap mengandung unsur kekerasan teologis," kata Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Moqsith Ghazali berdasarkan keterangan pers seperti dilansir Kompas.

Menurutnya ada kecenderungan mempersoalkan status agama seseorang meski sama-sama berstatus warga negara Indonesia. Sebagai dampaknya kaum non-muslim rentan menghadapi diskriminasi atau persekusi. 
     
Hal ini ditegaskan pada sidang pleno musyawarah nasional NU pada Kamis (28/2). Para peserta Munas sepakat Pancasila memandang semua warga negara setara tanpa ada keistimewaan untuk suku, agama atau budaya tertentu. Hal ini dinilai selaras dengan semangat Piagam Madinah yang dibuat Nabi Muhammad SAW untuk menyatukan semua penduduk pasca hijrah. 

"Memberikan label kafir kepada warga Indonesia yang ikut merancang desain negara Indonesia rasanya kurang bijaksana," kata Kiai Moqsith kepada Kompas.  "Dengan begitu, maka status mereka setara dengan warga negara yang lain." Tren takfiri belakangan mulai marak di Indonesia dan acap diarahkan kepada minoritas Kristen, Katholik atau penganut Islam Syiah dan Ahmadiyah. 

Belum lama ini sekelompok warga di Yogyakarta memaksa memotong nisan salib milik seorang penduduk karena menolak simbol Kristen di pemakaman umum. Pihak keluarga didesak menandatangani surat yang menyetujui aksi pemotongan tersebut.  

Sentimen anti non-muslim juga menjurus pada pembakaran rumah ibadah saat seorang warga Tanjung Balai, Sumatera Utara, mengeluhkan volume suara adzan di kediamannya. Massa yang mengamuk lalu melakukan aksi pengrusakan terhadap sejumlah wihara. Pelaku pembakaran hanya dihukum beberapa bulan penjara. 

Namun tidak semua sepakat dengan himbauan Nahdlatul Ulama. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fahri Hamzah, misalnya menilai usulan NU tersebut merupakan upaya "merevisi iman" karena istilah kafir muncul dalam berbagai bentuk di agama-agama lain, tulisnya via Twitter.  


"Jangan sekali-kali ada majelis duduk untuk saling merevisi iman. Itu sakit jiwa namanya. Santai aja, mari kita berlomba menemukan cara untuk saling menikmati perbedaan. Masa menerima #KataKafir aja gak sanggup? Ya ampun. Dewasalah bangsaku."

Sementara itu tokoh muda NU, Ulil Abshar Abdalla, menilai keputusan NU bisa menjadi contoh di negara muslim lainnya tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya meski merupakan langkah kecil, keputusan tersebut "akan mengubah teologi politik umat Islam untuk masa mendatang. Dan ini datang dari Indonesia;" tulisnya lewat akun Twitter.

rzn/hp (dari berbagai sumber)          

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Umat Yang Bingung 18 Mei 2019 15:45 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia