KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

Tentang Dia 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB

 

Kaleidoskop Kehumasan 2017 dan Trend Kehumasan 2018

 
NASIONAL

Kaleidoskop Kehumasan 2017 dan Trend Kehumasan 2018
Oleh : Rohmah S | 31-Des-2017, 23:18:37 WIB

KabarIndonesia - Laporan media intelegence dari Indonesia Indicator mengungkapkan bahwa tahun ini pembicaraan media terbesar ada di bidang sosial. Mungkin tahun depan ceritanya akan berbeda. Lalu apa isu yang harus kita cermati untuk tahun 2018 mendatang?

Berbicara sebagai presenter terakhir di acara PR Indonesia Outlook (PRIO) 2017 di Hotel Ambhara Jakarta (5/12), Managing Director IMOGEN PR, Suharjo Nugroho menyatakan yang paling utama adalah fenomena Pilkada Serentak di 17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten di hari yang sama. Hal ini merupakan yang pertama di Indonesia.

“Gampangnya bayanginya 212 pindah ke sini, berisiknya,” ujar lelaki yang biasa dipanggil Jojo ini menggambarkan. “Pindah di 27 Provinsi, 212 yang kemarin adanya di Jakarta. Sehingga kue berita politiknya akan jauh lebih besar,” tambahnya. Eskalasi dari Pilkada Jakarta menurut Jojo akan lain di tahun 2018 dan akan naik lagi di tahun 2019.

“Jadi dari Pilkada Jakarta, lanjut ke Pilkada serentak di daerah, Pilpres dan Pemilihan Legislatif. Jadi bisa diperkiraan eskalasinya akan meningkat seperti apa. Hiruk pikuknya seperti apa,” paparnya.

Relevansinya bagi perekonomian, industri dan bisnis akan banyak menahan diri dan melakukan wait and see. “Namun wait and see-nya dua tahun. Panjang. Akan ada budget cut dua tahun. Orang juga akan menahan investasi, menahan konsumsi. Bahkan yang punya uang akan merasa lebih save jika uangnya ditaruh di luar. Dampaknya pasti akan sangat besar bagi ekonomi kita,” ujar Jojo.

Untuk mengantisipasi fenomena di atas, Jojo yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Perusahaan PR Indonesia (APPRI) memperingatkan agar kalangan usaha khususnya PR jangan sampai terseret ke hiruk pikuk tersebut. Meskipun realitasnya hal tersebut sulit diprediksi.

Ia mencontohkan kasus yang menimpa Sari Roti, Traveloka dan Fortuner karena kasus Setyo Novanto. Brand tidak berbuat apa-apa, tiba-tiba karena hoax yang sudah parah, terseret pada permasalahan politik yang tengah terjadi. Terseretnya sebuah brand pada sebuah polemik politik awalnya tidak ada yang menunggangi atau memanfaatkan. Seperti pada kasus Sari Roti. Tapi kemudian kompetitor semakin pintar juga memanfaatkan suasana (riding the moment).

Kasus Traveloka dan Fortuner misalnya, langsung banyak kompetitor yang memanfaatkan kesialan brand tersebut untuk mendongkrak awareness brand mereka khususnya di social media. Hoax yang menyebabkan itu semua seharusnya tidak gampang dipercaya. Tapi kenapa orang banyak percaya?

Menurut Jojo itulah yang disebut Post Truth Era. Orang percaya saja tanpa peduli apakah itu fakta ataupun bukan. Boleh dikatakan memang itu terjadi karena komunikasi dalam masyarakat kita juga sakit.  Itu juga terjadi secara global dan semakin parah.

“Tahun 2017 ini ada 800 ribu website yang dimatikan (suspects) oleh Kemkominfo. Tapi mereka numbuh lagi. Tadinya dot net menjadi dot id dan sebagainya. Dimatikan, hidup lagi, numbuh lagi, seperti jamur. Hingga sampai sekarang belum selesai juga urusannya,” keluh Jojo.   Hal itu menurut Jojo adalah salah kita sendiri. Orang banyak yang lebih senang follow account-account tidak valid ketimbang follow account media yang terverifikasi. “@lambe turah followernya sampai 3,6 juta, sedangkan @hariankompas hanya 228ribu. Jauh sekali bedanya,” ungkapnya.    Cara untuk mengantisipasi agar brand/perusahaan kita tidak terbawa jebakan hoax, kita harus siaga. Harus siap dari sekarang dan punya SOP krisis. Karena kita tidak tahu krisis yang dialami seperti Sari Roti, Traveloka, Fortuner akan muncul kapan.

Jojo mengungkapkan bahwa secara global ke depan, PROI Worldwide menyimpulkan bahwa: Dunia PR memang akan berubah lebih cepat dari sebelumnya. PR adalah media yang berbayar, tidak berlaku lagi. PR akan selalu berpedoman pada data dan insight. Mereka yang memiliki data terbaik akan memiliki insight terbaik dan yang memiliki insight terbaiklah yang akan memiliki strategi terbaik. Reputasi tak bisa dibangun berdasarkan omongan semata. Tetapi apa yang kita lakukan dan siapa kita akan menjadi penting. PR akan menempati posisi yang jauh lebih penting dari marketing di tahun-tahun mendatang. Sumberdaya PR terbaik harus memiliki empat kualifikasi yaitu: rasa ingin tahu yang tinggi (curiosity), keberanian (courage), integritas (integrity) dan empati (empathy).  

Sedangkan berdasarkan ICCCO World Report melaporkan bahwa semua PR agensi merasa optimis akan kondisi di tahun-tahun depan. Harapan akan profit lebih meningkat, Mereka percaya bahwa para CEO akan memandang seius bahwa reputasi perusahaan menjadi lebih penting. Bidang marketing akan merasa PR semakin seksi. Klien akan memandang PR bukan sekedar media relations saja tetapi harus menggunakan semua platform media.  
Jadi untuk menghadapi tantangan di tahun 2018 PR harus benar-benar memahami issue management dan PR crisis. Sebagai antisipasi datangnya permasalan yang sulit ditebak maka Jojo menyarankan agar setiap perusahaan memiliki standby statement yaitu: pernyataan maaf, kronologis kejadian, pernyataan empati, dan penyelesaian masalah. Semua itu bisa diramu di dalam SOP Crisis Handling. Sehingga ketika terjadi permasalahan, perusahaan tidak kelabakan atau pun kebingungan apa yang harus dilakukan.  

Terakhir untuk menghadapi perkembangan di tahun-tahun mendatang, seorang PR harus menguasai kepiawaian di bidang digital story telling, social listening dan understanding big data. (*)  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Berhutang Oksigen 21 Okt 2018 11:51 WIB


 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia