KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRektor Universitas Pendidikan Indonesia Tutup Usia oleh : Barnabas Subagio
23-Apr-2017, 20:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bandung, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Furqon, MA. Ph.D., menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (22/4/2017) pukul 10:25 WIB di Rumah Sakit Advent, Jl. Cihampelas No.161, Cipaganti, Coblong, Kota Bandung.
Menurut informasi yang dihimpun pewarta KabarIndonesia, awalnya beliau sedang
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Dalam Diam... 12 Apr 2017 17:58 WIB

Jiwa-jiwa Penantang Zaman 04 Apr 2017 23:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ajak Warga Jakarta Bersatu 10 Apr 2017 22:11 WIB


 

 

Jaksel dan Jaktim Diguyur Hujan Es yang Pernah Menimpa Surabaya, Yogya, dan Sumsel

 
NASIONAL

Jaksel dan Jaktim Diguyur Hujan Es yang Pernah Menimpa Surabaya, Yogya, dan Sumsel
Oleh : Chairil Makmun | 31-Mar-2017, 21:38:58 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Hujan es mengguyur wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim), Selasa sore (28/3/17) sekitar pukul 15.30 WIB. Sebelum es turun, terjadi hujan deras disertai angin kencang, petir, dan guntur sejak pukul 15.00 WIB.

Melinda, warga Jatipadang, Pasar Minggu, Jaksel, menuturkan, awalnya pada pukul 15.00 WIB hujan deras normal sebagaimana lazimnya terjadi selama ini. Namun, sekitar setengah jam berselang, 15.30 WIB, terdengar suara kasar di kanopi rumah seperti terkena batu kerikil.

Dia keluar, ingin tahu apa yang terjadi. Ternyata butiran-butiran es turun cukup banyak. Bentuknya tidak benar-benar bulat, tapi agak oval. "Saya ambil wadah untuk menampungnya. Ada es seukuran jempol tangan, ada juga seukuran jempol kaki," kata Melinda, seraya menambahkan, es tersebut tidak merusak atap atau bagian rumah yang lain.

Pada saat yang sama, hujan es juga dialami warga Ciracas, Jaktim. Seorang warga Ciracas menjelaskan, hujan es berlangsung tidak lama. "Mungkin hanya 5-10 menit. Jadi es turun bukan dari awal," kata Hasan Basri, warga Ciracas.
Ketika hujan turun, Hasan sedang mrengobrol dengan tiga kawannya di teras depan rumah. Mereka sempat menyaksikan mobil Avanza milik Hasan yang sedang diparkir di depan rumah diguyur es dalam bentuk butiran kerikil. "Kira-kira sebesar gundu (kelereng) ya. Tapi, juga ada yang lebih besar," kata Hasan. "Namun, Avanza tidak rusak," ujarnya.

"Saya dan kawan-kawan menampungnya dengan baskom besar," kata Hasan. "Saya agak takut kena butiran es, sehingga saya keluar pakai helem, untuk melindungi kepala," ujarnya.

Di Surabaya Pohon Tumbang 

Hujan es bukan fenomena pertama kali terjadi di Indonesia. Pada Selasa (7/3/2017) sore juga terjadi di Surabaya. Kota Pahlawan diguyur hujan es sangat deras dan disertai angin kencang. Akibatnya, sejumlah bangunan dan kendaraan rusak. Pohon-pohon pun bertumbangan.

Seperti diberitakan media setempat, di beberapa titik di ruas jalan Surabaya banyak pohon tumbang. Bahkan, di dekat Carefour A Yani, depan pabrik sabun, pohon yang tumbang menimpa mobil Innova putih yang sedang parkir.

Di Sumsel Tanaman Rusak

Fenomena hujan es juga terjadi di Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel), pada Agustus 2014. Hujan mengakibatkan banyak tanaman rusak, seperti tanaman sayur-sayuran. Sedikitnya 43 hektar kebun sayur rusak, padahal sedang dalam masa tanam. Petani memanen 3 bulan lebih cepat dari yang seharusnya. Kerugian besar diderita petani sayuran.

Menurut ahli Metereologi dan Geofisika, sekitar tahun 1960an, hujan es mengguyur wilayah Yogyakarta bagian utara. Namun, tidak ada keterangan lebih lanjut, apakah hujan ini mengakibatkan kerusakan atau tidak.

Masa Pancaroba

Kepala Sub Bidang Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Hary Tirto Djatmiko menjelaskan hujan es disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat terjadi pada masa pancaroba, baik dari musim kemarau ke musim hujan maupun sebaliknya.

Akibat hal tersebut, dahan atau ranting pohon bergoyang dengan cepat, dan terasa sentuhan udara dingin. "Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita," katanya kepada satu televisi swasta, Selasa sore (28/3/17).

Bila dalam 1 sampai 3 hari tak ada hujan saat musim pancaroba, ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang.
Kemudian, pukul 10.00 WIB terlihat tumbuh awan Cumulus atau awan putih berlapis-lapis. Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti kembang kol.

"Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam yang dikenal dengan awan Cb," ujarnya. *)



 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Koreografi Tari Kontemporeroleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
04-Apr-2017, 01:32 WIB


 
  Koreografi Tari Kontemporer Mahasiswa jurusan Seni Tari Semester IV ISI Surakarta melaksanakan ujian koreografi tari kontemporer menggunakan media benda keras di Teater Kecil ISI Surakarta, Senin, 3 April 2017. Berbagai benda keras digunakan sebagai media para mahasiswa mengeksplorasi gerak, mulai dari payung, kurungan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
MAKASSAR: Kota Plural dan Nyaman 19 Apr 2017 22:12 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia