KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
LOVE STORY BIBI LUNG & YOKO 27 Jun 2020 05:00 WIB


 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB


 

Ini Pendapat Akademisi Toraja Mengenai Programme for International Student Assessment (PISA)

 
NASIONAL

Ini Pendapat Akademisi Toraja Mengenai Programme for International Student Assessment (PISA)
Oleh : Antha | 07-Jun-2020, 06:31:42 WIB

KabarIndonesia - Gerakan Milenial Sang Torayan (05/05/2020) mengadakan webinar dengan tema “Masa Depan Pendidikan Toraja: Mampukah kita mengikuti standard Programme for International Student Assessment (PISA)?” Secara garis besar, diskusi ini menyoroti pendidikan Toraja masa kini dan penerapan solusinya dimasa mendatang.

Diskusi ini dipandu oleh Yulita Sirinti Pongtambing selaku moderator dan Alan Christian Singkali sebagai perwakilan GMS. Adapun pemateri yang terlibat pada diskusi ini adalah para pemateri yang ahli dalam bidang pendidikan.

Pemateri yang pertama adalah Dr. Dr. Ir. Esther Sanda Manapa, MT, dosen dan juga tutor Pekerti dan AA di Universitas Hasanuddin. Pemateri yang kedua adalah Dr. Oktavianus Pasoloran, M.Si., AK., CA. yakni Rektor Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja). Pemateri yang ketiga adalah Prof. Dr. (HC) Ir. Jonathan Limbong Parapak, M.Eng.Sc yakni Rektor dari Universitas Pelita Harapan.

Diskusi ini berfokus pada pembahasan mengenai PISA (Programme for International Student Assessment). Salah satu pemateri yakni Dr. Dr. Ir. Esther Sanda Manapa, MT memaparkan tentang PISA sebagai salah satu konsep dan program unggulan OEDC. Konsep ini digunakan sebagai instrumen asesmen terhadap pembangunan dan kemampuan ekonomi suatu negara berdasarkan sistem pendidikan pada negara tersebut.

Ibu Esther Manapa juga memaparkan berdasarkan data yang didapatkan dari PISA thn 2018, Indonesia ada pada urutan ke 72 dari 77 negara peserta dan berada pada kisaran level 1c. “Hal ini tentu sangat memprihatinkan” ungkapnya

Pemerintah melalui Mendikbud bapak Nadiem Makarim telah memutuskan utk menggunakan PISA sebagai salah satu masukan instrumen asesmen kinerja sistem pendidikan negara kita.

Ibu Esther Manapa menjelaskan bahwa sebenarnya tidak perlu panik dan hilang semangat hanya karena hasil PISA. Itu konsep OECD, belum tentu sistem pendidikan kita juga tidak baik. Namun kita taat azas dan taat aturan serta mendukung demi kemajuan pendidikan negara kita. Apalagi pendidikan juga jelas berdampak pada IPM. Selain itu pemerintah kita pasti memiliki tim yang brillian sehubungan keputusan tersebut.

“Bagi Toraja sendiri, adakah pelajar Toraja yg pernah ikut mewakili di ajang PISA? Bagaimana dengan Toraja, perlukah mengubah sistem pendidikan termasuk sistem pembelajaran dengan adanya hasil PISA ini?”

Sekolah-sekolah di Toraja bahkan seluruh kabupaten secara nasional memiliki hak untuk mengirim pelajar mereka untuk berpartisipasi dalam proses penilaian PISA. Hal ini dilakukan agar pemerintah mendapatkan masukan gambaran kualitas sistem pendidikan secara keseluruhan.

“Kita tidak perlu kecil hati, karena hasil PISA. Kita juga tidak wajib serta merta mengikuti sistem kurikulum OECD dengan konsep PISAnya. Apa yg cocok buat orang (negara) lain belum tentu cocok utk kita. Negara dan daerah kita punya situasi dan karakter tersendiri masing-masing. Kita punya hak prerogatif atas sistem pendidikan negara kita, tetapi kita juga dapat saja menerima masukan PISA sebagai pensupport meningkatkan sistem pendidikan.” jelasnya.

“Sebagai seorang ilmuwan, saya sarankan seyogyanya pemerintah daerah khususnya di Toraja agar: Pertama, segera melakukan survei untuk keberhasilan pendidikan di Toraja saat ini. Kedua, Pemerintah daerah juga perlu memperhatikan penyediaan logistik keperluan survei yang dapat menunjang keputusan apakah perlu dilakukan revisi sistem pendidikan di Toraja. Ketiga, Setelah ada hasil survei barulah pemerintah daerah dapat memastikan apakah sistem pendidikan perlu direvisi. Sambil survei dilakukan pemerintah daerah seyogianya tetap memastikan apakah Sumber Daya Manusia (SDM) sudah mendukung sistem pendidikan di Toraja," ungkapnya memaparkan.

“Hal ini menjadi tugas kita bersama untuk mengembangkan sistem pendidikan yang baik di seluruh daerah, khususnya di Toraja yg ditunjang sistem kurikulum pendidikannya yang baik serta sistem pembelajaran." tutupnya menjelaskan.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
HOW ARE YOU MY FRIEND? 27 Jun 2020 05:21 WIB

Masihkah Ada Rasa Damai Di Hati? 21 Jun 2020 14:23 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia