KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahOperasional Pelabuhan Simanindo Kembali Dibuka dengan Pengoperasian Kapal Ferry dan Kapal Kayu oleh : Danny Melani Butarbutar
07-Jul-2018, 14:45 WIB


 
  KabarIndonesia - Samosir, Sejak peristiwa tenggelamnya kapal kayu KM. Sinar Bangun di perairan Tigaras pada Senin (18/6) Pemerintah telah menghentikan operasional transportasi kapal trayek Simanindo (Samosir) - Tigaras (Simalungun). Hal ini sangat berdampak luas kepada roda perekonomian masyarakat.

Namun,
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Ruang dan Cinta Penyatu Segalanya 27 Jun 2018 05:55 WIB

Surat Untuk Bapak Presiden 06 Jun 2018 09:09 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

Ibu Negara Hj Iriana Jokowi Kagumi Keindahan Danau Toba.
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 20-Apr-2018, 13:25:24 WIB

KabarIndonesia - Samosir,  Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo mengungkapkan kekagumannya atas keindahan Danau Toba, saat mengunjungi kawasan yang sudah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Ibu Iriana bersama ibu-ibu OASE kabinet kerja berkunjung ke Danau Toba pada hari Selasa-Rabu (17-18/4). 

Beragam pujian pun diberikan kepada destinasi ini, saat menyeberang danau menuju pulau Samosir, dan bermalam di Samosir Cottage Tuktuksiadong. Bahkan saat melakukan penanaman pohon 'Hariara' di kawasan gedung Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba, Sigulatti, Samosir, Sumatera Utara.

Istri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo itu terpukau melihat Danau Toba dan sekeliling kawasan pusuk Buhit, Sianjurmulamula, lokasi penanaman pohon tersebut.

"Danau Toba itu bagus bagus semuanya," kata Iriana saat ditanya media di acara penanaman pohon bersama para OASE (Organisasi Aksi Solidaritas Era) Kabinet Kerja.

Dalam acara tersebut, Ibu Negara memang lebih banyak menebarkan senyum dan melambaikan tangannya kepada warga dan awak media yang hadir. Bahkan pertanyaan-pertanyaan media lokal maupun media nasional dijawabnya singkat, jelas dan padat.

Saat seorang wartawan bertanya: "apakah Ibu Negara sependapat dengan istilah Danau Toba dan Samosir adalah kepingan surga dari Tuhan? Iriana lagi-lagi menjawab dengan efektif. "Iya benar banget," katanya sambil tersenyum lagi.

Dikabarkan, Ibu Iriana melakukan penanaman flora (pohon) di tempat yang sangat indah dan eksotis tersebut sekaligus meresmikan taman OASE. Lokasi penanaman berada di ketinggian 1200-1500 meter di atas permukaan Danau Toba atau sekitar 2000 m diatas permukaan laut. Kawasan ini direncanakan menjadi pusat informasi dan manajemen Geopark Kaldera Toba yang sedang diusulkan menjadi anggota Global Geopark Unesco.

Jelang penanaman, Ibu Negara mencari salah satu anggota OASE untuk dipersilahkan menyampaikan sambutan, dan ternyata yang dipercaya untuk melalukan pembukaan adalah Sri Suswati Tito Karnavian, isteri Kapolri Tito Karnavian, yang sebelumnya sudah membangun taman Bhayangkari di lokasi tersebut.

"Dengan mengucap bismillahirohmanirrohim, kami melakukan penanaman untuk kebaikan Geopark Toba," ujar Sri Suswati yang langsung diikuti dengan penanaman pohon secara serentak dipimpin Ibu Negara Iriana Jokowi.

Sebgaimana diketahui, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menjadikan Danau Toba sebagai destinasi utama pariwisata kelas dunia. Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia dengan lebar 30 kilometer (km) dan panjang 75 km, kedalaman bervariasi antara 200 s/d 600 meter, dengan tinggi permukaan 900 meter diatas permukaan laut.

"Danau Toba sedang kita ajukan sebagai UNESCO Global Geopark. Kalau sudah dapat itu, nanti akan semakin mudah untuk mempromosikan dan menjual Danau Toba sebagai destinasi utama kelas dunia," ungkap Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo.

Pemerintah sudah mencanangkan rencana untuk menjadikan Danau Toba sebagai destinasi utama pariwisata kelas dunia baik untuk wisatawan manca negara maupun wisatawan nusantara.

Menurut Arie Prasetyo dalam laporannya, bahwa jumlah wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba pada 2017 berjumlah 250 ribu. Pada waktu yang akan datang, Kemenpar mempunyai target 300 ribu wisatawan baik dari mancanegara maupun dalam negeri. Untuk mancanegara, ditargetkan satu juta wisatawan dan 10 juta wisatawan nusantara untuk Danau Toba dan sekitarnya.

Untuk mencapai target ini, ada tiga langkah utama yang akan dilakukan oleh Pemerintah. Pertama, melakukan promosi besar-besaran terutama dengan digital media. Kedua, pembangunan 10 destinasi pariwisata prioritas dan  Danau Toba masuk di dalamnya. Ketiga, penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan mensertifikasi SDM tersebut sesuai standar yang berlaku.

Disampaikannya, segala upaya dilakukan oleh Kemenpar untuk memajukan Danau Toba. Pembangunan sejumlah infrastruktur hingga pengajuan Toba ke UNESCO pun dilakukan. Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam berbagai kesempatan mengungkapkan bahwa para pelaku pariwisata harus membangun suatu destinasi dengan menggunakan global standard apabila ingin bersaing di tingkat dunia. Hal itu pun berlaku sama untuk Danau Toba di Sumatera Utara yang masuk satu dari 10 Destinasi Prioritas.

"Tentang pengembangan destinasi Danau Toba kelas dunia yang saya sebut, kalau ini kita pakai global standard. Kita nggak membangun Danau Toba tapi Sumut, itu ikon yang mau kita munculkan. Salah satunya dengan sertifikasi UNESCO Global Geopark, kita harapkan daftar tahun ini 2018 dapat," ujar Arie.

Geopark merupakan wilayah geografis terpadu dengan mengedepankan perlindungan lanskap dan situs geologi yang berkelanjutan dan menjaga keseimbangan antara konservasi, edukasi dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. 

Selain Geopark Kaldera Toba yang telah dan akan ditetapkan sebagai Geopark dunia oleh UNESCO adalah Geopark Batur Bali, Geopark Gunung Sewu Yogya - Jawa Tengah - Jawa Timur, Geopark Merangin Jambi, Geopark Rinjani Nusa Tenggara Barat dan Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

“Indonesia ini kaya akan Geopark. Semuanya luar biasa eksotis dengan karakteristik khas masing-masing. Semuanya layak untuk dinikmati sensasinya. Untuk itu, wisatawan sudah harus memasukan geopark-geopark ini sebagai destinasi. Sebab, atraksi, aksesibilitas, dan amenitasnya sudah bagus. Untuk kebutuhan informasi, semua juga tersedia lengkap,” tutur Arie lagi.

Arie Prasetyo menjelaskan bahwa Pusat Informasi Geopark yang menjadi lokasi penanaman pohon ini diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pertengahan Januari 2018 lalu. Fungsi dari Pusat Informasi Geopark Nasional Kaldera Danau Toba di Sigulatti ini menyajikan beragam informasi atas kronologi historis peristiwa super volcano, memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat menumbuhkan rasa cinta dalam melindungi warisan geologi dan kesadaran akan pentingnya pelestarian bumi.

“Indonesia memiliki beragam potensi. Semua sudah terdokumentasi dengan sangat baik. Kami berharap, informasi ini bisa melengkapi kebutuhan wisatawan,” terangnya lagi.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, promosi dan pengajuan Danau Toba ke lembaga internasional sekelas UNESCO saja tidak cukup. Danau Toba perlu didukung oleh infrastruktur. Menpar bersyukur atas dibangunnya penunjang seperti bandara Silangit sudah menjadi bandara internasional. "Kalau mau jadi destinasi level dunia harus punya akses bandara internasional, Bandara Silangit sudah mendukung, semoga akan terus berdampak bagi pariwisata," kata Menpar Arief Yahya.

Selain bandara Silangit yang sudah menjadi bandara Internasional, pemerintah juga sedang menggenjot akses udara lainnya melalui Bandara Sibisa di Toba Samosir. Kalau ini sudah jadi, hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk mencapai Kota Parapat.

Namun tidak hanya akses udara yang dibenahi, akses darat seperti jalan dan jalur kereta akan dibuat dan dirapikan. Tujuannya adalah untuk mempersingkat waktu tempuh wisatawan menuju Danau Toba.

"Akses darat dari bandara Kualanamu ke Tebing Tinggi, hari lebaran ini selesai. Tebing Tinggi ke Siantar dan dari Siantar ke Parapat, diharapkan 3 segmen ini selesai 2019. Kedua inner ring road, lalu kita sedang minta agar kereta api dari Kualanamu bisa langsung ke Siantar, bisa kurang dari 1,5 jam," ujar Arief.

Tidak hanya jalur udara dan darat, jalur air pun akan turut dikembangkan oleh Arief. Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumut pun akan didayakan sebagai pintu masuk wisatawan yang liburan naik yacht atau kapal pesiar. "Untuk lautnya, sudah ada pelabuhan Kuala Tanjung untuk Cruise, ada cabotagenya, bisa naik bisa turun ke Danau Toba, darat laut udara itu untuk infrastruktur," tutup Menteri asli Banyuwangi itu.

Khusus untuk kawasan Danau Toba, saat ini sedang dibangun dermaga dan ferry di Danau Toba, jalur Samosir (Ambarita, Simanindo) ke Simalungun (Tigaras) dan Ajibata (Tobasa) menambah jalur danau yang sudah ada. Juga sedang dikerjakan inner ringroad/jalan nasional di pulau Samosir. Semuanya dilakukan untuk kecepatan dan kenyamanan berwisata.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  FWD Life Gandeng Special Olympics Indonesia untuk Program Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Intelektual di Semarang – PT FWD Life Indonesia (FWD Life), pelopor asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia, telah meresmikan kerja sama dengan Special Olympics Indonesia (SOIna) pada 18 April 2018 lalu. Setelah peluncuran kerja sama, FWD Life kemudian menggelar roadshow perdana di Bandung pada
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia