KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPakar Jerman Tentang Hasil Pilpres 2019: Konservatisme Bakal Makin Kuat oleh : Kabarindonesia
18-Apr-2019, 08:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin berdasarkan hitung cepat tampaknya menang jauh dalam Pilpres 2019. Apa artinya bagi perkembangan politik di Indonesia? Wawancara DW dengan pengamat Indonesia asal Jerman ,Timo Duile.

Hasil awal hitung cepat dari lima
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

Himbauan Menteri Kominfo Mengenai Konten Video Kekerasan Selandia Baru
Oleh : Drs Melani Butarbutar, Mm | 16-Mar-2019, 10:50:54 WIB

KabarIndonesia - Terkait adanya peristiwa penembakan membabi buta yang menewaskan 49 orang di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, kota Christchurch Selandia Baru, Kementerian Kominfo menerbitkan siaran pers No. 58/HM/KOMINFO/03/2019 Jumat, 15 Maret 2019.

"Dalam siaran pers tersebut Menteri Kominfo menghimbau segenap masyarakat pengguna medsos agar tidak menyebar konten video kekerasan Selandia Baru," tulis Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo di akun medsosnya.

Berikut 5 poin himbauan yang disebar ke media sebagai berikut:

Pertama, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau agar warganet dan masyarakat tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten baik dalam bentuk foto, gambar, atau video yang berkaitan dengan aksi kekerasan berupa penembakan brutal yang terjadi di Selandia Baru.

Kedua,Kementerian Kominfo mendorong agar masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat.

Ketiga, Konten video yang mengandung aksi kekerasan merupakan konten yang melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Keempat,Kementerian Kominfo terus melakukan pemantauan dan pencarian situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. Selain itu, kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan.

Kelima, Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten, jika menemukenali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau penembakan brutal di Selandia Baru.(*)

Sumber: Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, e-mail: humas@mail.kominfo.go.id.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Pertanyakanlah Tuhanmu (2) 18 Apr 2019 13:54 WIB

Pertanyakanlah Tuhanmu (1) 18 Apr 2019 13:52 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia