KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalHumas Indonesia Butuh Dewan Kehumasan oleh : Rohmah Sugiarti
10-Des-2017, 23:29 WIB


 
 
KabarIndonesia – Profesi Hubungan Masyarakat (Humas) atau Public Relations (PR) di Indonesia butuh sebuah lembaga independen yang bertugas membina pertumbuhan dan perkembangan kehumasan nasional. Kebutuhan ini semakin relevan dan mendesak dengan dibukanya keran Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang membuka akses
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

Gubsu Ajak Stakeholder dan Masyarakat Bersatu Rampungkan Soal Pertanahan
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 25-Sep-2017, 06:08:53 WIB

KabarIndonesia - Medan, Permasalahan agraria/pertanahan sampai saat ini masih menjadi persoalan pelik yang dihadapi bangsa Indonesia. Oleh karenanya diperlukan upaya serius dan sungguh-sungguh untuk merampungkannya dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait dan juga dukungan masyarakat.

Pasalnya, sampai dengan akhir tahun 2016, baru sekitar 45 persen jumlah bidang tanah yang sudah terdaftar di seluruh Indonesia. Kementerian ATR/BPN melalui program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) bertekad menyelesaikan pemetaan, registrasi dan sertifikasi tanah di seluruh wilayah republik indonesia hingga 2025. 

Jika pada tahun-tahun sebelumnya target sertifikasi tanah rakyat melalui Prona, kurang dari 1 juta bidang pertahun, maka tahun 2017 ini ditargetkan meningkat menjadi 5 juta bidang tanah. Kemudian meningkat lagi menjadi 7 juta bidang tanah pada tahun 2018 dan pada tahun 2019 ditingkatkan menjadi 9 juta sertifikat tanah akan diterbitkan.

"Tentunya masih banyak tugas-tugas di bidang Pertanahan dan Tataruang yang harus ditindaklanjuti. Sebagaimana yang disampaikan Menteri Agraria dan Tatarung (ATR) atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan A Djalil dalam sambutan yang saya bacakan tadi bahwa tugas-tugas ke depan sangatlah berat,"ujar Gubsu Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi usai menjadi Inspektur Upacara (Irup) Peringatan Hari Agraria Nasional Tahun 2017 di Lanud Soewondo Medan, Senin (25/09/2017).

Usai menjadi Irup peringatan Hari Agraria Nasional 2017 Gubsu berkesempatan memotong nasi tumpeng didampingi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut Bambang Priono SH MH, Danlanud Soewondo Medan Kolonel (Pnb) Daan Sulfi SSos MSi, dan perwakilan Forkopimda Provsu.

Dikatakan Gubsu bahwa peringatan Hari Agraria Nasional tahun 2017 dapat menjadi momentum untuk pencapaian target-target tersebut. Apalagi Sumut menjadi salah satu Provinsi yang juga menghadapi persoalan pertanahan dan memerlukan penanganan serius. "Harus ada persamaan visi dan tentu dalam hal melayani publik ini harus dilaksanakan sebaik-baiknya dengan mengedepankan profesionalisme dan tentu bebas dari KKN. Kita berharap jajaran Kanwil ATR/BPN mampu melakukan ini," harap Gubsu.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah BPN Sumut Bambang Priono mengatakan bahwa tahun ini pihaknya menargetkan 200 ribu sertifikasi tanah di Sumut. Hanya saja hingga saat ini baru terealisasi sekitar 40 persen. "Sekarang sekitar 40 persen yang terealisasi. Ya mudah-mudahan Desember nanti akan tuntas seratus Persen,"ujarnya.

Sebelumnya Menteri Agraria dan Tatarung (ATR) atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan A Djalil dalam sambutan tertulis yang dibacakan Gubsu Erry acara Agraria Nasional tahun ini mengusung tema "Sertifikasi Tanah dan Penataan Tata ruang untuk kesejahteraan rakyat". Tema tersebut mengandung maksud agar jajaran Kementerian ATR/BPN, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Kota, para stakeholder serta seluruh lapisan masyarakat dapat bersatu padu dan ikut berperan aktif dalam menyukseskan berbagai program strategis nasional di bidang agraria dan pertanahan dan penataan ruang yang lebih berkualitas. Sebagai tindak lanjut dari amanat Pasal 33 Ayat 3 maka tanggal 24 September 1960 diterbitkan UU Nomor 5 1960 tentang peraturan Pokok-pokok agraria, atau sering disebut dengan UUPA yang setiap tahun diperingati sebagai hari agraria Nasional.

Dikatakannya, UUPA lahir dilandasi oleh semangat perjuangan dan semangat kemerdekaan. UUPA merupakan manifestasi perlawanan terhadap nilai-nilai kolonialisme, perlawanan terhadap nilai-nilai kolonialisme, perlawanan terhadap kepincangan penguasaan, pemilikan dan penggunaan tanah, pengingkaran hak-hak masyarakat hukum adat serta perlawanan terhadap diskriminasi hukum dalam bidang agraria. UUPA dilandasi oleh nilai-nilai luhur rakyat indonesia dan semangat untuk mewujudkan amanah konstitusi, bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya untuk keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat indonesia.

"Kementerian Agraria dan Tataruang/Badan Pertanahan Nasional terus berupaya mengawal dan meimplementasikan semangat UUPA untuk menyelesaikan permasalahan agraria pertanahan yang sampai saat ini masih merupakan masalah bangsa.Ketimpangan struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah masih terjadi, mengakibatkan masih tingginya angka kemiskinan, pengangguran, sengketa dan konflik tanah serta kerusakan lingkungan," ujar Menteri ATR/kepala BPN.

Lebih lanjut dikatakannya, pembangunan ekonomi yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan saat ini masih terhambat oleh belum maksimalnya pengaturan masalah pertanahan, konflik pertanahaan dan partisipasi masyarakat dalam sistem keuangan modern terkendala karena masih terbatasnya jumlah tanah yang sudah terdaftar dan bersertifikat. Pembangunan infrastruktur nasional terkadang juga terhambat oleh permasalahan pengadaan tanah serta rencana tataruang wilayah yang belum mampu menjadi pedoman dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam rangka mengurangi ketimpangan struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan tanah, pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan aset tanah dan penguatan hak masyarakat atas tanah atau hutan adat, pemerintah telah menangkan program reforma agraria. Reforma agraria merupakan suatu proses yang berkeinambungan demi kepastian dan perlindungan hukum serta keadailan dalam bidangpertanahan dalam rangka mencapai kemakmuran bagi seluruh rakyat indonesia. Reforma agraria merupakan komitmen pemerintah melalui program legalisasi dan redistribusi tanah seluas sembilan juta hektar yang terdiri dari 600 ribu hektar tanah transmigrasi, 3,9 juta hektar tanah legalisasi aset, 400 ribu hektar tanah bekas HGU/tanah terlantar/tanah negara dan 4,1 juta hektar tanah pelepasan kawasan hutan.

Seperti diketahui pembangunan infrastruktur adalah prasyarat untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional serta berkembangnya investasi. pemerintah telah mencanangkan proyek strategis nasional (PSN) yang meliputi penguatan sistem logistik nasional berupa pembangunan jalan/jalan tol, infrastruktur kereta api, bandara, tol laut, dan transportasi massal perkotaan. Disamping itu juga proyek energi, sistem kelistrikan dan sistem irigasi.

"Salah satu kegiatan penting terkait dengan pembangunan infrastruktur tersebut adalah pelaksanaan pengadaan tanah. tugas pengadaan tanah saat ini dibebankan kepada kementerian ATR/BPN. Tugas yang penuh tantangan ini harus kita jawab dengan persiapan yang lebih baik. Koordinasi yang lebih efektif dan pelaksanaan yang lebih efektif dan pelaksnaan yang lebih tepat waktu. Oleh karena itu, dukungan Pemprovsu, Pemerintah kabupaten kota dan instansi terkait menentukan suksesnya pengadaan tanah tersebut," pungkasnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kemeriahan Konser Akhir Tahun JOOX Festival Hura Ceria 2017oleh : Rohmah Sugiarti
10-Des-2017, 23:02 WIB


 
  Kemeriahan Konser Akhir Tahun JOOX Festival Hura Ceria 2017 Kota Bandung sempat diguyur hujan deras sejak siang, rupanya animo kaum muda dan pecinta musik tidak ikut surut sesudah hujan. Sesuai jadwal, tepat pukul 16.00, panggung “JOOX Live Festival Hura Ceria”, yang diadakan pada Sabtu, 9 Desember 2017 di Lapangan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Mengenang Hari Juang Kartika 13 Des 2017 11:39 WIB

 

 

 

 

 

 
Hasapi dan Sarune Batak 05 Des 2017 02:46 WIB

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia