KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPakar Jerman Tentang Hasil Pilpres 2019: Konservatisme Bakal Makin Kuat oleh : Kabarindonesia
18-Apr-2019, 08:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin berdasarkan hitung cepat tampaknya menang jauh dalam Pilpres 2019. Apa artinya bagi perkembangan politik di Indonesia? Wawancara DW dengan pengamat Indonesia asal Jerman ,Timo Duile.

Hasil awal hitung cepat dari lima
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
NASIONAL

Forum Dialog Peringati Hari Perempuan Internasional
Oleh : Adriansyah | 20-Mar-2019, 07:51:17 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Pada hari Selasa, tanggal 19 Maret 2019, International Foundation for Electoral Systems (IFES), dan International Republican Institute (IRI) menggelar Forum Dialog Perempuan dan Pemilu 2019 berjudul "Misinformasi dan Disinformasi dalam Kampanye pemilu," di Hotel Lie Meridian, Jakarta.

Diskusi ini diselenggarakan untuk memperingati hari Perempuan lnternasional, sebuah kampanye global untuk mempromosikan hak-hak perempuan dan inklusifitas gender. Acara forum dialog ini dimoderasi oleh Dr. Sri Budi Eko Wardani dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia. Beberapa pembicara yang terlibat antara lain Komisioner KPU Evi Novida Ginting; Anna Margret, Direktur Cakra Wikara lndonesia (CWI); dan Valentina Sri Wijiyati, Ketua Presidium Sekretariat Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (MAFINDO).

Di Indonesia, hambatan terhadap partisipasi perempuan mencakup permasalahan sosio-kultural yang umum, hingga hambatan hukum dan peraturan, seperti mekanisme pendanaan politik dan kuota keterwakilan perempuan yang masih belum dapat terpenuhi. Sekalipun UU pemilu telah mewajibkan partai politik untuk memasukkan minimum 30 persen kandidat Perempuan dalam daftar pencalonan mereka, hingga kini hanya 18,92 persen perempuan yang duduk di kursi DPR.

Untuk pemilu 2019 ini, 16 partai politik di tingkat nasional dan empat partai di tingkat lokal yang akan berkontestasi telah memenuhi persyaratan 30 persen keterwakilan kandidat perempuan. Sekalipun jumlah perempuan yang dicalonkan di setiap putaran pemilu semakin meningkat, jumlah total perempuan di Parlemen tetap stagnan, dan hal ini mencerminkan bagaimana sesungguhnya banyak dari mereka yang pada akhirnya tidak terpililh.

Admira Salim, Direktur IFES Indonesia dalam sambutannya mengatakan, bahwa Forum Dialog Perempuan dan Pemilu 2019 ini adalah saat yang tepat bagi pengampu kebijakan kepemiluan di Indonesia untuk mendiskusikan lebih jauh perihal pelbagai hambatan terhadap partisipasi perempuan dalam politik, yang terus berkembang seiring zaman. "Karena itulah IFES dan IRI menghimpun berbagai perwakilan dari panai politik di Indonesia, termasuk di dalamnya badan penyelenggara pemilu, institusi pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat sipil guna mendiskusikan berbagai tantangan dan mulai mengidentifikasi peluang-peluang solusinya, "pungkas Admira Salim.(*)  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Pertanyakanlah Tuhanmu (2) 18 Apr 2019 13:54 WIB

Pertanyakanlah Tuhanmu (1) 18 Apr 2019 13:52 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia