KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiJerman Bahas Larangan Berjilbab buat Anak TK dan SD oleh : Kabarindonesia
24-Mei-2019, 14:50 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jerman bergulat dengan fenomena jilbab di kalangan siswa taman kanak-kanak atau sekolah dasar. Kebiasaan tersebut dinilai mempersulit proses integrasi. Tapi apakah larangan serupa di Austria adalah langkah bijak?

Perdebatan tentang larangan jilbab di sekolah dasar di Jerman
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB


 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenang Peristiwa 21 Mei 1998 22 Mei 2019 14:14 WIB

 

Enam Tahun Pasca Tsunami Sulawesi Tengah 2018

 
NASIONAL

Enam Tahun Pasca Tsunami Sulawesi Tengah 2018
Oleh : Djuneidi Saripurnawan | 01-Mei-2019, 02:26:52 WIB

KabarIndonesia - "Sekarang bantuan sudah hampir tidak ada lagi, masih menunggu bantuan huntara (hunian sementara) dari Pemerintah," kata Pak Agus Nundi (34) yang sampai sekarang masih tinggal di dalam tenda, tenda yang dikonstruksikan dari  lembaran terpal bantuan dari USAID dan PMI dengan kayu dari sisa-sisa bangunan rumahnya yang hancur diterjang gelombang tsunami pada 28 September 2018.

Kondisi rumah terpal itu sangat mengkhawatirkan bagi Pak Agus sebagai seorang bapak kepala rumah tangga. "Yang saya khawatirkan kalau terpal itu lapuk dan bocor, bagaimana anak dan istri saya tinggal. Dengan rumah terpal ini saja keadaan terasa jauh dari aman dan nyaman," jelas Pak Agus Nundi yang memiliki seorang anak berusia 6 tahun dan seorang istri yang selamat dari terjangan gelombang tsunami yang menghancurkan rumahnya.

"Kalau siang, rumah terpal ini terasa seperti dalam oven, panas sekali, tidak kuat kami tinggal di dalam rumah ini, jadi kami ke luar rumah untuk mencari tempat yang teduh," kata istri Pak Agus,"Kalau malam dan hujan, rasa khawatir itu terasa sekali. Kami berharap bisa dapat bantuan untuk tempat tinggal lebih baik, Pak." 

"Namanya ‘Rumah Senyum', tapi orangnya menderita," kata seorang ibu tetangga yang hadir dalam obrolan sore di Dusun Satu, Desa Loli Tasiburi, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, 25 April 2019.   

Tidur beralaskan tikar, masih lebih beruntung karena rumah terpal itu didirikan di atas lantai tempat rumah yang sudah hancur. Lantai semen itu membuat keadaan rumahnya jadi lebih bersih dan alas tikar pun cukup lebih baik dan bersih daripada diletakkan di atas lembaran papan atau tripleks di atas tanah. Keadaan rumah terpal, selain panas, sebenarnya lebih baik daripada tenda pada umumnya, tetapi kualitas terpal (tenda) memang tidak bisa dipertahankan kualitasnya dari terpaan sinar matahari dan hujan.

Pak Agus Nundi tidak ada pekerjaan yang bisa memberikan pendapatan (income) selain melaut sebagai nelayan. Sehari-hari adalah melaut, bila cuaca baik maka siang dan malam pun pergi melaut. Tiga bulan terakhir keadaan pasar ikan mulai membaik, harga ikan di pasaran sudah bisa memberikan keuntungan bagi nelayan. Sebelumnya, keadaan pasar begitu lesu, karena tidak ada yang mau makan ikan laut. "Banyak orang yang percaya bahwa ikan laut makan mayat manusia dan rasanya jadi amis-mayat manusia. Jadi tidak ada orang yang membeli ikan. Percuma menangkap ikan karena tidak laku," kata Pak Agus.  

"Bantuan non-tunai multi guna (Multi Purpose Cash Assistance-MPCA) sangat membantu kami dalam memenuhi  kebutuhan hidup, terutama untuk beli beras. Kalau sayuran, kami masih bisa makan daun kelor, dan ikan yang kami tangkap," kata Pak Agus sambil memohon keberlanjutan program MPCA dari Catholic Relief Services (CRS) Indonesia yang bekerjasama dengan PKPU-human-initiative di Palu dalam implementasinya.(*)

 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Persiapan Puasa Sahur Dahulu 19 Mei 2019 15:43 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 
Air Danau Toba Tercemar Berat 24 Mei 2019 15:17 WIB


 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB


 
(Jangan) Terjebak Kitab Suci 25 Mei 2019 07:30 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia