KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalDr Ir H Salahuddin Wahid (Gus Sholah) Adik Kandung Presiden ke-4 RI Tutup Usia oleh : Danny Melani Butarbutar
02-Feb-2020, 18:29 WIB


 
 
KabarIndonesia  - Breaking News Kompas tv kemarin (2/2) sekitar pkl. 23.00 dan Dandy Bayu Bramasta KOMPAS.com memberitakan jika KH Salahuddin Wahid atau biasa disapa Gus Sholah, meninggal dunia pada Minggu (2/2/2020) malam.

Almarhum  Gus Sholah yang juga pengasuh
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA









 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Opera Afeksi 08 Des 2019 14:27 WIB

Perih Paling Parah 26 Nov 2019 19:35 WIB

 
Menu Aceh Sie Asap Localeco 20 Feb 2020 04:53 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Dr Ir H Salahuddin Wahid (Gus Sholah) Adik Kandung Presiden ke-4 RI Tutup Usia

 
NASIONAL

Dr Ir H Salahuddin Wahid (Gus Sholah) Adik Kandung Presiden ke-4 RI Tutup Usia
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 02-Feb-2020, 18:29:10 WIB

KabarIndonesia  - Breaking News Kompas tv kemarin (2/2) sekitar pkl. 23.00 dan Dandy Bayu Bramasta KOMPAS.com memberitakan jika KH Salahuddin Wahid atau biasa disapa Gus Sholah, meninggal dunia pada Minggu (2/2/2020) malam.

Almarhum  Gus Sholah yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, berpulang dalam usia 77 tahun, karena sakit yang dideritanya. Salahuddin Wahid menjalani perawatan di RS Jantung Harapan Kita setelah menjalani bedah jantung pada Sabtu (1/2/2020). Ketua Bidang Pendidikan PB Nahdlatul Ulama, Dr Hanif Saha Ghafur, membenarkan kabar duka berpulangnya Gus Sholah.

Adapun profil dan perjalanan Salahuddin Wahid semasa hidupnya diceritakan berikut ini. Gus Solah lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 11 September 1942. Ia merupakan adik kandung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Gus Sholah meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Selama ini, Dr. Ir. H. Salahuddin Wahid dikenal sebagai pengasuh di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Gus Sholah menempuh bangku pendidikan tinggi Institut Teknologi Bandung (ITB) pada jurusan Arsitektur. Ia juga memiliki rekam jejak panjang di organisasi.

Adapun perjalanan Gus Sholah di organisasi di antaranya yakni PMII Komisariat ITB (1964-1966), Sekretaris Jenderal DPP Inkindo (1991-1994), dan Ketua Departemen Konsultansi Manajemen Kadin (1994-1998). Selain itu, ia juga pernah mendirikan Ikatan Konsultan Manajemen Indonesia (1995), Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Umat (PKU) (1998-Oktober 1999).

Gus Sholah juga pernah menjadi Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu PKU (1999), pendiri Yayasan Baitussalam (1982), Ketua Badan Pengurus Yayasan Baitussalam (1982-1985, 1988-1991). Selanjutnya, menjadi anggota Badan Pengawas Yayasan Baitussalam (1991-1994), pendiri Yayasan Wahid Hasyim (1985), dan Sekretaris Badan Pendiri Yayasan Wahid Hasyim (1999).

Jabatan sebagai ketua PBNU juga pernah ia jabat pada tahun 1999-2004, dan Ketua Badan Pendiri Yayasan Forum Indonesia Satu (sejak 2000) serta Ketua ICMI tahub 2001-2003. Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua II Komnas HAM pada 2002-2007. Pada 2004, ketika sistem pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan secara langsung, Gus Solah dipinang Golkar untuk maju sebagai cawapres berpasangan dengan Wiranto.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Prof Dr Maksum Mahfoedz mengatakan, berpulangnya KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, merupakan kehilangan besar bagi bangsa. Tak hanya bagi warga NU, tetapi juga masyarakat Indonesia.

"Tentu kita semua, warga NU, dan masyarakat luas merasakan kehilangan besar atas berpulangnya Almarhum Gus Sholah, terutama mengingat daya kritik beliau," kata Maksum, kepada Kompas.com, Minggu (2/2) malam.

Menurut Maksum, Salahuddin Wahid tak hanya dikenal sebagai bagian dari keluarga pendiri NU, tetapi juga merupakan sosok yang kritis dan seorang penulis yang produktif baik dalam urusannya dengan keberadaan NU maupun dalam urusan kebangsaan.

"Satu hal yang sangat teringat adalah polemik yang Beliau lontarkan dalam tulisan yang mendukung gerakan kami dalam mengusulkan agar institusi perpajakan menjadi sebuah institusi yang independen, langsung di bawah Presiden, bukan bagian dari Kementerian Keuangan," ungkap Maksum mengenang sosok Gus Sholah.

Informasi yang diperoleh bahwa jenazah cucu KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (Nahdlatul Ulama) itu akan diterbangkan Senin (3/2)
dari bandara Halim Perdana Kusumah, untuk dikebumikan di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Lokasi pemakaman Gus Sholah berada di komplek pemakaman keluarga yang berada di dalam kawasan Pesantren Tebuireng.(*)

Foto: Salahuddin Wahid akrab disapa Gus Sholah.(credit foto Kompas/Dahlia Irawati)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababanoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
04-Jan-2020, 04:31 WIB


 
  Judika Sihotang Berduet dengan Bupati Taput Nikson Nababan Artis papan atas, Judika Sihotang, menyedot ribuan pengunjung dalam acara hiburan terbuka Old and New 2020 yang dikemas oleh Pemkab Tapanuli Utara di lapangan Serbaguna Tarutung, Kamis (2/1) malam. Massa membludak di lokasi sehingga pengunjung berdesakan di lapangan. Bupati Nikson
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 
IMLEK AGAR KITA MELEK 23 Jan 2020 05:21 WIB

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia