KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Bila Ada Pengguna, Laporkan Segera!

 
NASIONAL

Bila Ada Pengguna, Laporkan Segera!
Oleh : Argopandoyo Tri Hanggono | 08-Jul-2017, 23:19:21 WIB

KabarIndonesia - "Sampai detik ini penyebaran narkoba semakin sulit untuk dicegah," demikian ungkap Ketua Umum Garda Mencegah Daripada Mengobati atau GMDM, Jeffry Tambayong. Hal itu diutarakannya sehubungan dengan betapa mudahnya obat terlarang itu ditemukan di berbagai fasilitas umum. Bukan hanya di tempat-tempat wisata malam, namun juga ruang terbuka publik di siang hari, termasuk sekolah.

"tempat yang pengawasannya kurang," lanjutnya menekankan. Dalam kesempatan itu, Jeffry juga menyoroti lemahnya hukum di Indonesia yang menyebabkan pengguna narkoba semakin banyak.

Hal tersebut tentu sejalan dengan kenyataan yang berkembang, di mana usaha-usaha pemberantasan narkoba, baik melalui slogan dan sosialisasi hingga tindak penegakan hukum, namun pada kenyataannya penggunaan barang haram di masyarakat masih banyak. Kalangan remaja, dan anak-anak usia SD dan usia SMP kini banyak yang telah terjerumus narkoba. Dan ternyata tidak hanya itu saja. Narkoba kini juga sudah ditemukan di antara para pekerja di industri, perkantoran, bahkan juga seperti nelayan dan petani sudah banyak yang mulai mencoba mengkonsumsi obat terlarang itu.

Jeffry mengatakan bahwa, upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba saat ini adalah pendidikan, "Dari keluarga dan orang terdekat," lanjutnya melengkapi penjelasannya.

Selain itu, keterbukaan tentang kondisi pecandu juga harus segera diawali. maka ia menyarankan agar masyarakat yang tahu atau bahkan sebagai seorang pengguna narkoba, untuk segera melapor sebelum terlambat.

Bagi para pengguna yang bukan pengedar, merujuk pada Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, para pecandu yang melapor akan direhabilitasi menurut tingkat konsumsinya.

"Rehabilitasi tidak harus berada di ruang tahan. Tetapi bisa juga dengan rawat jalan," lanjutnya.
 
Bila si pecandu enggan terbuka, maka orang terdekatnya bisa membantu untuk melakukan proses rehabilitasi tersebut. Sebab itu, anggota keluarga bisa mengenali beberapa tanda apakah seseorang itu sudah menjadi pecandu narkoba.

"Sering tertawa sendiri, mulai banyak barang yang hilang di dalam rumah dan perubahan perilaku lainnya yang tidak wajar," lanjutnya menambahkan. Karena dengan mengkonsumsi narkoba, setiap orang sudah dapat dipastikan mengalami kerusakan di bagian otaknya. Dan saat terjadi kerusakan di bagian otaknya itu, para pengguna narkotika akan kehilangan kekuatan untuk berpikir, bahkan juga kekuatan untuk bergerak.

Dengan kondisi ini, tentu orang tersebut sudah tidak memiliki daya guna selayaknya manusia. Namun demikian, setiap manusia tetap memiliki hak untuk kembali dalam kondisi normal dan berhal untuk kembali dibangkitkan, agar berdaya guna bagi sesama, masyarakat, dan negara.

Namun dari data yang didapat GMDM sampai medio 2017 ini, penyalahguna narkoba di Indonesia masih tinggi, terutama di kota Jakarta, Surabaya, Medan, dan Pulau Madura. Sebab itu Jeffry berharap, pemerintah tidak ragu menindak tegas para pengedar dan pengguna narkoba. Pemerintah pusat atau pun pemerintah daerah, menurut Jeffry harus terus bergerak dengan masif untuk pemberantasan narkoba.

"Kita tidak pernah tahu anggota keluarga kita atau bukan yang menjadi sasaran," papar Jeffry melanjutkan. Dan ia kembali mengingatkan agar masyarakat yang tahu ada seorang pecandu, atau bahkan seorang pengguna narkoba sendiri, untuk segera melapor.

"Sebelum terlambat!" ingatnya menekankan. Terakhir Jeffry juga tetap berharap bahwa pemberlakuan hukum yang tegas dan jelas untuk pembrantasan dan penanganan korban narkoba agar tidak terjadi benturan hukum yang berlaku. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Inspirasi 60 Tahun Astra Makassar Semarak, Target Revitalisasi 600 Halte Tercapai Senior Journalist Rappler Indonesia Uni Lubis (kanan) berinteraksi dengan 400 peserta dalam bedah buku Astra on Becoming Pride of the Nation bersama Chief of Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius Budi Santoso (tengah), dipandu oleh Zilvia Iskandar
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia