KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Batik adalah Indonesia 13 Okt 2018 19:47 WIB

Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 

Berorientasi Ekspor dan Padat Karya, IKM Furniture dan Kerajinan Diprioritaskan

 
NASIONAL

Berorientasi Ekspor dan Padat Karya, IKM Furniture dan Kerajinan Diprioritaskan
Oleh : Pahotan Sinaga | 16-Mar-2018, 08:59:30 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Kemampuan Indonesia dalam memproduksi furniture dan kerajinan sudah tersohor di mata dunia karena kualitas bahan baku dan desain produk yang menjadi unggulan. Untuk itu, dalam upaya menggenjot nilai penjualan dan ekspor, diperlukan juga peningkatan aspek promosi guna memperkenalkan lebih luas produk furniture dan kerajinan nasional kepada konsumen dosmetik dan global.

“Industri Kecil dan Menengah (IKM) kita yang memproduksi furniture dan kerajinan sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi market leader dalam ekspor,” kata Sekjen Kementerian Perindustrian Haris Munandar pada Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2018 di Yogyakarta, Sabtu (10/3).

Haris menegaskan, dalam pengembangan industri nasional, Kemenperin menetapkan industri furniture dan kerajinan sebagai salah satu sektor yang diprioritaskan. Alasannya, karena mampu menghasilkan nilai tambah tinggi, berdaya saing global, berorientasi ekspor, menyerap banyak tenaga kerja, serta didukung dengan ketersediaan sumber bahan baku yang cukup berupa kayu, rotan dan bambu.

Berdasarkan catatan Kemenperin, terdapat 140 ribu unit usaha yang bergerak di sektor industri furniture dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 436 ribu orang dan nilai investasi mencapai Rp5,8 triliun pada tahun 2015. Saat ini, Indonesia menempati posisi ke-5 sebagai negara eksportir produk furniture. “Sedangkan, untuk industri kerajinan, kita memiliki hingga 1,32 juta orang tenaga kerja yang diserap oleh sekitar 696 ribu unit usaha,” ungkap Haris.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), sampai dengan November tahun 2017, nilai ekspor produk furniture nasional mencapai USD1,25 miliar. Sementara itu, nilai ekspor produk kerajinan tahun 2017 berada di angka USD776 juta, naik 3,8 persen dibanding tahun 2016 sekitar USD747 juta. “Semua potensi tersebut harus didukung dengan program promosi serta upaya penetrasi pasar domestik serta global secara terintegrasi dan kontinyu baik secara online maupun offline,” lanjut Haris.

Guna meningkatkan promosi secara online, Kemenperin telah meluncurkan program e-Smart IKM yang bersinergi dengan beberapa marketplace dalam negeri. Sampai tahun 2017, pelaksanaan program e-Smart IKM melalui kegiatan workshop telah diikuti sebanyak1730 pelaku IKM, dan ditargetkan pada tahun 2019 dapat mencapai 10 ribu IKM yang dapat diakses konsumen melalui marketplace.

“Pemasaran secara offline juga tidak dapat dipandang sebelah mata karena salah satu keuntungannya yang tidak dapat digantikan adalah pembeli dapat melihat secara langsung jenis dan kualitas produk. Selain itu, pembeli juga dapat bertemu langsung dengan pelaku IKM sehingga proses negosiasi lebih mudah dilakukan,” paparnya.

Pada tahun 2018, Direktorat Jenderal IKM berpartisipasi dalam pameran JIFFINA dengan menempati lahan seluas 336 m2 untuk mengajak tampil tiga komunitas atau koperasi di sentra IKM furniture dan kerajinan dalam negeri, yaitu Komunitas Industri Mebel dan Kerajinan Solo Raya (KIMKAS) dengan membawa delapan IKM sebagai peserta pameran.

Selanjutnya, Koperasi Industri Mebel dan Kerajinan Asal Jepara (KIDJAR) membawa empat IKM, serta Masyarakat Kerajinan dan Mebel Mataram (MAKAREMA) Yogyakarta membawa tujuh IKM. “Pengembangan berbasis kelompok ini akan menjadi wadah bagi para pelaku industri mebel dan kerajinan untuk saling bertukar informasi mengenai bahan baku, desain, teknologi, pasar dan kebijakan-kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Haris menambahkan, berpartisipasi pada ajang JIFFINA 2018, merupakan salah satu langkah nyata dari Ditjen IKM untuk mempromosikan produk IKM furnitur dan kerajinan Indonesia khususnya daerah Jawa-Bali dengan mengusung konsep 3N in 1, yaitu New Product, New Design dan New Market.

Bahkan, dalam upaya melindungi kreativitas para perajin IKM Indonesia, Ditjen IKM memberikan fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk desain baru produk-produk furnitur dan kerajinan, khususnya bagi IKM yang akan berpartisipasi pada berbagai pameran untuk mencegah plagiarisme. “Selain itu, Ditjen IKM juga memberikan fasilitasi Sertifikasi Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) bagi IKM untuk mendorong peningkatan ekspor produk industri kehutanan,” imbuhnya.

IKM Berkinerja Gemilang
Pada kesempatan berbeda, Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengungkapkan, beberapa IKM nasional mampu menunjukkan kinerja yang gemilang. Hal ini tidak terlepas dari komitmen dan upaya pemerintah memacu pengembangan IKM karena sebagai sektor mayoritas dari populasi industri di Tanah Air dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. “Misalnya, kami mencatat, nilai ekspor komoditas perhiasan pada tahun 2017 mencapai USD2,6 miliar. Selain itu, nilai ekspor IKM sektor batik juga menunjukkan angka yang positif sebesar USD58 juta pada tahun 2017,” ungkapnya.

Sebagai market leader, Indonesia telah menguasai pasar batik dunia sekaligus menjadi penggerak perekonomian di regional dan nasional. Sampai saat ini, industri batik didominasi oleh sektor IKM yang tersebar di 101 sentra di Jawa Tengah, Jawa Barat, JawaTimur, dan Yogyakarta dengan tujuan utama pasar ekspor ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.
“Kerajinan Indonesia memiliki pasar yang terus meningkat, sehingga dapat dikatakan bahwa para penggiat IKM kerajinan termasuk IKM batik dan IKM perhiasan menjadi salah satu tombak ekonomi kerakyatan yang tahan terhadap krisis ekonomi global,” papar Gati.
Untuk itu, lanjutnya, Kemenperin terus berupaya mendongkrak produktivitas dan daya saing IKM nasional melalui berbagai program strategis, antara lain peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengembangan kualitas produk, standardisasi, fasilitasi mesin dan peralatan produksi, serta mengikuti promosi dan pameran di dalam dan luar negeri.

Gati menyampaikan, pihaknya melalui Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) yang berada di bawah binaan Ditjen IKM, sedang berupaya untuk meningkatkan kinerja sektor IKM alas kaki. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan Indonesian Footwear Creative Competition (IFCC) dengan mengusung konsep 3in1, yaitu melalui kompetisi desain, fotografi, dan videografi.

“Penyelenggaraan IFCC ini bertujuan untuk mendekatkan generasi muda pada industri alas kaki yang juga merupakan bagian dari perkembangan fesyen, serta menjadi rencana bisnis yang menjanjikan ke depannya, sehingga akan tumbuh pelaku industri kreatif sektor alas kaki,” paparnya.

Kemenperin mencatat, kontribusi industri alas kaki dalam negeri semakin meroket dengan menyumbang PDB sebesar Rp26,5 triliun pada tahun 2017, dengan pertumbuhan sebesar 2,4 persen. Tak hanya itu, kinerja ekspor industri alas kaki mampu menembus angka hingga USD4,9 miliar tahun 2017. Sedangkan, dengan produksinya mencapai 1,1 miliar pasang, menempatkan Indonesia sebagai produsen alas kaki terbesar keempat dunia setelah China, India dan Vietnam.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Bakul Kejujuran 17 Okt 2018 13:02 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 
Manfaat Membaca 22 Sep 2018 15:12 WIB

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia