KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

AkzoNobel Dukung Pemprov DKI Tingkatkat Air Bersih, Sanitasi dan Hunian di Kawasan Kumuh

 
NASIONAL

AkzoNobel Dukung Pemprov DKI Tingkatkat Air Bersih, Sanitasi dan Hunian di Kawasan Kumuh
Oleh : Rohmah Sugiarti | 02-Nov-2017, 22:42:39 WIB

KabarIndonesia-Jakarta, Terhitung lebih dari 30.000 orang menetap di Penjaringan, Jakarta Utara; dengan kepadatan penduduk yang tinggi; kualitas lingkungan, sanitasi dan sistem pembuangan (drainase) yang buruk; kekurangan air bersih; dan pengelolaan air limbah yang minim. Kondisi perumahan didominasi oleh rumah tidak permanen, setidaknya 37% masyarakat menempati lahan ilegal dan 53% dari mereka menempati rumah sewaan. Akses terhadap fasilitas infrastruktur dasar juga terbatas.
 
Di tengah kondisi tersebut, untuk mendapatkan air bersih, 80% masyarakat di Penjaringan bergantung pada air yang dibeli dari vendor swasta. Tidak semua toilet terhubung ke sistem pengolahan air limbah atau tangki septik. Tidak semua keluarga memiliki toilet, namun toilet umum tersedia di 6 (enam) Rukun Tetangga (RT). Saluran pembuangan seringkali tidak tertutup dan tidak dapat menampung, sehingga seringkali membanjiri jalan. Sekitar 18 dari 23 RT rawan banjir. Tidak semua sampah padat dikumpulkan dan tumpukan sampah yang tidak diambil membuat lingkungan menjadi kotor dan berbau. Pemukiman warga yang sangat padat menjadi sangat beresiko atas kebakaran*.
 
Perusahaan cat dan pelapis global AkzoNobel, memperkenalkan pendekatan baru dan kolaboratif untuk menangani urbanisasi yang pesat dan tidak terencana yang disebut dengan Human Cities Coalition (HCC), dengan misi untuk meningkatkan akses terhadap fasilitas pokok bagi masyarakat yang tinggal di lingkungan kumuh. Fasilitas tersebut termasuk akses terhadap sanitasi, air bersih, tenaga listrik dan penampungan limbah yang layak. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk mengembangkan skema bisnis yang terpadu dan dapat diimplementasikan agar bisa mengatasi permasalahan yang ada.
 
"Salah satu tantangan terbesar dari laju urbanisasi saat ini adalah bagaimana menjaga kota kita tetap manusiawi dan lebih layak huni. Sebagai perusahaan yang berkomitmen untuk meningkatkan kehidupan masyarakat, kami telah aktif bekerja sama dengan para pemangku kepentingan terkait selama bertahun-tahun untuk membantu membuat kehidupan kota menjadi lebih nyaman dan menyenangkan untuk ditinggali dan bekerja. Human Cities Coalition adalah cara untuk membuat perbedaan yang lebih besar lagi dalam masyarakat, membangun kemitraan yang berkelanjutan serta menciptakan dampak langsung kepada masyarakat”, kata Jun de Dios, Presiden Direktur PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia).
 
Kota Jakarta dipilih sebagai salah satu kota yang difokuskan dalam pelaksanaan inisiatif HCC, dan Penjaringan sebagai daerah fokus utamanya, dengan pertimbangan Jakarta adalah kota besar yang terletak di delta sungai sehingga memiliki tantangan tambahan. HCC didukung beberapa anggota ahli dalam pengelolaan air dunia.
 
"Kami memfokuskan diri pada inisiatif perkotaan dengan peran signifikan dari pihak swasta dan masyarakat yang tinggal di tempat kumuh. Kami yakin bahwa inisiatif ini dapat memberikan dampak yang besar terhadap kelangsungan hidup masyarakat yang kurang mampu. HCC juga percaya bahwa kita akan lebih kuat ketika semua orang bekerja sama. Dengan begitu, kita bisa berhasil membuat kota-kota besar di seluruh dunia menjadi tempat yang lebih nyaman untuk ditinggali dan makmur bagi penduduknya”, kata Fleur Henderson, Direktur Human Cities Coalition.
 
Bekerja sama dengan Slum Dwellers International (SDI) dan Utrecht University, HCC telah mengadakan kajian untuk menentukan kebutuhan dari masyarakat di Penjaringan. Hasilnya terdapat 3 (tiga) kebutuhan utama yakni akses terhadap air bersih dan sanitasi serta perumahan yang terjangkau.
 
Pada tanggal 10-11 Oktober 2017; AkzoNobel bersama 40 peserta lainnya yang terdiri dari perwakilan pemerintah, masyarakat Penjaringan, sektor swasta dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berpartisipasi dalam lokakarya inovasi sosial yang sangat interaktif, dengan tujuan merancang solusi kemitraan publik-swasta yang inovatif yang dapat menjawab kebutuhan dari masyarakat Penjaringan.
 
Hasil utama dari lokakarya tersebut terdiri dari solusi seputar model gabungan air minum dan sanitasi, metode baru penyediaan perumahan serta peningkatan kualitas air di waduk Pluit. Hasil ini akan dikaji lebih lanjut dan dikembangkan menjadi 1 atau 2 fokus skema dampak sosial dan direncanakan  akan diujicobakan di awal tahun 2018.
 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan dukungan terhadap inisiatif HCC dengan bekerjasama dalam penyelenggaraan lokakarya dan memberikan pengetahuan teknis yang diperlukan terkait air dan sanitasi dalam membangun kemitraan publik-swasta. “Kami menyambut baik kemitraan strategis ini dan diharapkan inisiatif ini akan membantu mempercepat peningkatan akses terhadap air bersih, fasilitas sanitasi dan infrastruktur di daerah padat penduduk. Kedepannya kami berharap akan ada inisiatif sejenis dari organisasi lain untuk meningkatkan kondisi lingkungan kota Jakarta”, kata Dr. Ir Oswar Muadzin Mungkasa, MURP, Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup.
 
Didirikan oleh AkzoNobel dengan mitra utama Arcadis, Human Cities Coalition (HCC) mempertemukan berbagai mitra; baik bisnis, pemerintah, LSM sampai akademis. Memposisikan diri sebagai katalis perubahan, sasaran HCC adalah untuk berkontribusi pada New Urban Agenda dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang akan mendorong pembangunan kota masa depan menjadi inklusif, aman, kuat dan berkelanjutan (Agenda Pembangunan Berkelanjutan yang ke-11). (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Inspirasi 60 Tahun Astra Makassar Semarak, Target Revitalisasi 600 Halte Tercapai Senior Journalist Rappler Indonesia Uni Lubis (kanan) berinteraksi dengan 400 peserta dalam bedah buku Astra on Becoming Pride of the Nation bersama Chief of Corporate Human Capital Development PT Astra International Tbk Aloysius Budi Santoso (tengah), dipandu oleh Zilvia Iskandar
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia