KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaFida Abbott Promosikan Batik Melalui Peluncuran Buku Hibridanya oleh : Redaksi-kabarindonesia
10-Aug-2018, 04:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda salah satu penyinta media Harian Online KabarIndonesia (HOKI), maka nama Fida Abbott sudah tak sing lagi. Kiprahnya di HOKI sebagai salah satu pewarta warga sudah dimulai sejak bulan Desember 2006. Beberapa bulan kemudian, ia mendapatkan penawaran
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Rindu 28 Jul 2018 11:02 WIB

Hujan 28 Jul 2018 11:02 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 
SERBA SERBI

Workshop LTFF: Film Media Efektif Kampanyekan Nilai-nilai Lokal
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 04-Des-2017, 14:02:38 WIB

KabarIndonesia - Digelarnya festival film danau toba (lake toba film festival) dengan konsep 1000 tenda mampu menghadirkan ribuan generasi muda/anak sekolah berkemah di pantai Parmonangan, desa Martoba, kecamatan Simanindo, kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Kegiatan yang dimulai sejak tanggal 1 hingga 3 Desember ini, selain menampilkan film sebagai media edukasi dalam mengampanyekan nilai-nilai kearifan lokal Danau Toba.

Acara Lake Toba Film Festival (LTFF) digagas Rumah Karya Indonesia (RKI) yang mengusung tema seni, budaya dan lingkungan. Maka selama 3 hari itu digelar nonton bareng (nobar), diskusi tentang film sebagai ruang ekspresi dan berdaya guna dalam peningkatan ekonomi, juga sebagai media edukasi perlawanan bagi perusak lingkungan. Hingga acara dimulai, panitia LTFF telah menerima sejumlah film, antara lain kategori film umum 10 judul, kategori pelajar 10 judul, semuanya bertemakan lingkungan. Beberapa film tersebut berasal dari Jakarta, Depok, Bogor, Bandung, Jogyakarta dan Sumatera Utara.

Direktur RKI Ori Semloko mengatakan, melalui even ini dapat dinikmati film yang merupakan karya dari para pelajar. Menurutnya, gagasan LTFF adalah sebagai media apresiasi baru dan tampil sebagai media untuk menggairahkan dunia perfilman Sumatera Utara, dan Indonesia pada umumnya.

"Tentunya, hal ini bisa membangkitkan pariwisata khususnya Samosir yang terekspose dari dunia fillm. Memang kegiatan ini masih banyak kekurangan. Tapi harapannya dari kegiatan ini bisa menjadi embrio awal khususnya di 7 kabupaten di kawasan danau toba," ungkapnya.

Sementara itu, laporan medanbisnisdaily.com Jonnes Gultom, dosen filsafat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Tommy F Awuy dalam workshop yang merupakan bagian dari Lake Toba Film Festival menyatakan bahwa Film merupakan salah satu media yang paling efektif untuk mengkampanyekan nilai-nilai kepada masyarakat. Salah satunya nilai-nilai yang terdapat dalam kearifan lokal nusantara.

Menurutnya, film karya anak-anak Indonesia tidak kalah menarik dari film-film buatan Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. Hal itu ditandai dengan beberapa film Indonesia yang sudah meraih penghargaan dalam festival film internasional. Selain itu film-film Indonesia terutama yang mengangkat kearifan lokalitas sarat dengan nilai-nilai budaya yang tidak dimiliki negara lain. Hal itulah yang membuat film-film Indonesia menjadi unik.

“Film produksi buatan Indonesia tidak kalah menarik dari yang dibuat negara asing. Film kita kaya akan nilai, khususnya yang mengangkat isu-isu lokal. Ini adalah potensi luar biasa yang harus digali para sineas Indonesia,” kata Tommy di hadapan peserta yang didominasi anak-anak sekolah.

Selain Tommy, para pegiat film asal Sumatera Utara, Onny Kresnawan juga turut menyampaikan pandangannya. Menurut pegiat film yang kerap meraih penghargaan ini, lewat film seseorang dapat menyampaikan ide dan gagasan, bahkan perlawanan. Termasuk juga untuk menyampaikan pesan kepada pengambil kebijakan.

“Para pembuat film punya cara untuk bersuara. Salah satunya dengan membuat film. Terbukti cara seperti ini sangat efektif. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan dan yang ada di Eropa menjadikan film sebagai alat propaganda mereka. Hasilnya bisa dilihat sekarang. Selain mereka dikenal sebagai super power, ekonomi mereka juga terdongkrak dari industri kreatif ini,” ujar Tommy bersemangat.

Pengamat sekaligus kritikus film, Dr Daniel Irawan mengungkapkan, dalam konteks Danau Toba, banyak wilayah yang dapat digarap menjadi sebuah film. Mulai dari legenda sampai cerita-cerita kehidupan masyarakatnya. Tema-tema seperti itu sangat layak untuk dihadirkan dalam festival film di Indonesia.

"Harapannya dengan hadirnya Lake Film Festival akan membawa dampak besar dalam perfilman Sumatra Utara. Sekaligus menjadi edukasi dan perlawanan bagi para perusak lingkungan khususnya di sekitar Kawasan Danau Toba,” papar alumni sekolah perfilman Yogyakarta ini. "Film merupakan media yang strategis untuk mengedukasi masyarakat. Sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai media propaganda," pungkasnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Menuju Pulauku Nol Sampaholeh : Rohmah S
20-Jul-2018, 07:18 WIB


 
  Menuju Pulauku Nol Sampah Sejumlah karyawan Astra sedang membuat ecobrick dengan memasukkan sampah plastik ke dalam botol plastik bekas pada kegiatan sukarela karyawan di Kampung Berseri Astra Pulau Pramuka.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia