KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (6) kita telah melihat, berbagai upaya untuk menyerang dan menjatuhkan Jokowi ternyata justru sering berbalik menjadi bumerang yang menjadikan elektabilitas Prabowo-Hatta terdegradasi. Jokowi-JK
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Usia 88 Oppung Juanda Masih Tegar Jualan Kacang Sihobuk

 
SERBA SERBI

Usia 88 Oppung Juanda Masih Tegar Jualan Kacang Sihobuk
Oleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak | 08-Jul-2019, 09:55:45 WIB

KabarIndonesia - Tarutung, Kacang garing berlabel "Sihobuk" sejak puluhan tahun menjadi produk khas dari Tapanuli Utara, Sumut, khususnya di daerah Tarutung dan Sipoholon. Sebagai makanan cemilan yang pemasarannya sudah menasional, kacang Sihobuk semakin berkibar dari waktu ke waktu sebagai oleh-oleh khas yang mudah didapatkan di kios-kios sepanjang jalan Tarutung-Siborongborong dan kota lainnya di Sumut. Rasanya yang gurih memang telah terpuji cukup lama.

Banyak warga telah menjadikan kacang garing ini sebagai souvenir terutama pada hari-hari liburan umum. Apakah itu dibawa langsung,atau dikirim melalui pos dan titipan kilat. Omzet penjualan kacang Sihobuk juga terus meningkat. Begitu juga dengan jumlah pedagang.

***
Oppung Juanda br Manik adalah salah satu pedagang yang puluhan tahun menggeluti usaha berjualan kacang Sihobuk. Nenek yang sudah renta berusia 88 tahun ini sehari-harinya mangkal di kaki lima jalan DI Panjaitan depan toko Ganefo,Tarutung. Meski usianya sudah lanjut, oppung (nenek) yang sudah lama menjanda sejak ditinggal almarhum suaminya marga Sihombing, tak kenal menyerah melakoni perjuangannya berjualan kacang Sihobuk.

Saat berbincang dengan reporter KabarIndonesia baru-baru ini, oppung Juanda yang dikaruniai 7 anak lelaki dan 1 anak perempuan, mengaku belum bisa berhenti berjualan walau diakui keadaan fisiknya terasa mulai menurun. " Kalau tak berjualan malah saya bisa sakit", ujarnya terkekeh. Keriput di wajahnya menggaris lebih jelas saat tertawa.
Nenek ini justru merasa lebih sehat kalau aktif berjualan kacang saban hari. Anak-anaknya memang sudah memintanya untuk istirahat saja di rumah. " Saya tak mau walau saya tahu niat mereka baik".

Nenek ini merasa kaya dikaruniai 38 cucu, menganggap usianya 88 tahun sebagai karunia dari Tuhan. Meski kedua kaki sering dirasakan nyeri saat melangkah, tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berjualan kacang. Ia mengaku kacang jualannya sering laris habis di luar kebiasaan. Walau di sekitar lokasinya banyak pedagang kacang lainnya, tapi oppung Juanda tak merasa kalah bersaing.
 
Lalu dari mana kacang yang akan dijualnya setiap harinya?. Nenek yang murah senyum itu sering membeli sendiri kacang mentah dari petani, dengan harga Rp 110 ribu per kaleng. Malah ia sendiri datang langsung ke tempat petani untuk transaksi. Kacang mentah itu diberikan untuk diolah kepada anaknya yang sudah "ahli" (spesialis) mengolah kacang garing. Setelah jadi, baru dimasukkan ke plastik kantongan atau kaleng seraya diberi label "Sihobuk".

Lalu, sampai kapan oppung jualan kacang? Sambil senyum si nenek menyahut enteng saja, "Mana bisa saya tentukan. Selama saya masih bisa berjalan saya masih terus jualan. Semuanya terpulang pada yang Kuasa", dengan tetap bersemangat.

Di usia rentanya memang oppung Juanda bukan tak pernah sakit, maklum sudah uzur. Penyakit menua juga terkadang menjadi penghalang baginya berjualan. Ia pun pasrah sekiranya satu saat tutup usia, karena itu adalah putusan dari Tuhan. Tapi selagi masih sehat ia belum berniat untuk berhenti berjualan kacang. "Serahkan semua padaNya, dengan niat yang tulus," pungkasnya.(*)

Teks foto: Oppung Juanda mendatangi sendiri petani untuk membeli kacang mentah yang kemudian diolah jadi kacang garing. ( Foto:Leonardo TSm)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia