KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPakar Jerman Tentang Hasil Pilpres 2019: Konservatisme Bakal Makin Kuat oleh : Kabarindonesia
18-Apr-2019, 08:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin berdasarkan hitung cepat tampaknya menang jauh dalam Pilpres 2019. Apa artinya bagi perkembangan politik di Indonesia? Wawancara DW dengan pengamat Indonesia asal Jerman, Timo Duile.

Hasil awal hitung cepat dari lima
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Tragedi Kapal Tenggelam di Danau Toba Dikaitkan Mitos Ikan Mas Raksasa

 
SERBA SERBI

Tragedi Kapal Tenggelam di Danau Toba Dikaitkan Mitos Ikan Mas Raksasa
Oleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak | 22-Jun-2018, 14:38:31 WIB

KabarIndonesia - Tapanuli Utara,  Sangat tragis! Musibah kapal tenggelam kembali mewarnai tranportasi kawasan Danau Toba. Sebuah kapal motor merk "Sinar Bangun" tenggelam di perairan Danau Toba sekitar kawasan desa Tigaras Simalungun. Kapal berpenumpang lebih 200 orang tenggelam sore sekitar pukul 17.15 (18/6), disebutkan akibat hujan dan angin kencang. Sementara versi lain menyebut akibat tali kemudi kapal putus.

Tragedi ini mengingatkan kembali peristiwa tenggelamnya KM Peldatari I tahun 1997 silam. Kapal tenggelam pagi subuh tak jauh dari Tomok. Puluhan orang penumpang juga tewas tenggelam dan berhasil dievakuasi tim SAR. Kapal Peldatari mengangkut penumpang melebihi kapasitas dari Parapat, usai penutupan Pesta Danau Toba.

Terlepas dari faktor cuaca, masalah teknis dan human error sekitar kejadian menyedihkan itu, kisah tenggelamnya Sinar Bangun tersebut belakangan diwarnai lagi dengan telusur kisah beraroma mistis supranatural dikaitkan dengan terjaringnya seekor ikan mas super pada Minggu sore (17/6), sehari sebelum tragedi Sinar Bangun.

Adalah Rismon Sirait yang pertama kali mengunggah ikan mas seberat 14  kg itu di media sosial fesbuk Rabu (20/6). Rismon Sirait yang disebutkan sebagai seorang guru spritual itu membuat postingan dramatis bahwa ikan mas besar itu seolah-olah sumber petaka tenggelamnya KM Sinar Bangun. Ikan mas itu menurut Rismon adalah ikan mas terbesar yang didapat nelayan di Danau Toba kurun waktu 20 tahun terakhir. Ditengarai ikan mas tersebut telah dikonsumsi berakibat terjadinya musibah.

Sehari setelah penemuan ikan mas ukuran raksasa itu, sore esoknya hujan turun disertai angin kencang memicu ombak danau meninggi sampai 3-4 meter. Kapal yang over kapasitas terombang-ambing ombak yang menerjang sampai akhirnya tenggelam.Lebih kurang 200 penumpang tumpah ke danau

Postingan Rismon Sirait pun viral seketika di medsos. Ragam komentar dan pendapat berseliweran dari para fesbuker. Sebagian ada yang percaya dan sebagian lagi memprotes postingan itu menyesatkan alam pikir orang di jaman modern sekarang. Malah ada pula netizen menautkannya ke mitos lama tentang ikan mas berwujud gadis cantik yang menjadi awal terbentuknya Danau Toba.

Kini terlepas dari kisah ikan mas terawangan Rismon Sirait, kritik bermunculan dari berbagai pihak menyangkut lemahnya sistim pengawasan sarana transportasi Danau Toba, selain mengenai tata kelola kapasitas kapal dan juga kritik pedas terkait pelaksanaan bantuan dalam pencarian para korban. Antara musibah Sinar Bangun, faktor alam, faktor teknis, dan human error hingga ikan mas raksasa, itulah kini ragam opini yang mewarnai konsumen media cetak, elektronik, dan media online terutama media sosial.(*)

Teksfoto: Ikan mas seberat 14 kg yang didapatkan seorang warga dari Danau Toba sehari sebelum tragedi KM Sinar Bangun (foto:ist)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di Asia Society and Museumoleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di Asia Society and Museum Asia Society and Museum berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia